Masjid Kampus UGM menerima kunjungan studi banding dari Pengelola Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) UPN Veteran Jakarta (UPNVJ). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan masjid kampus sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang pembentukan karakter mahasiswa.
Sakinah Akademy mengangkat tema “Continuum of Care: dari Kehamilan, Persalinan, hingga 42 Hari Postpartum” pada Senin (15/12), sebuah pendekatan layanan kesehatan berkelanjutan yang menempatkan ibu dan anak sebagai satu kesatuan ekosistem kehidupan.
Sebagai narasumber utama, hadir dr. Ratri Wulandari, M.Sc., Ph.D., Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, yang memaparkan secara komprehensif bagaimana konsep continuum of care berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi kehamilan, mencegah stunting, serta memastikan tumbuh kembang anak secara optimal.
Prof. Dr. Ir. Sugeng Sapto Surjono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengawali Khutbah Jumat (13/12) dengan bertolak pada hakikat bahwa setiap manusia akan pasti akam menghadapi ujian. “Minggu-minggu ini kita di UGM sedang menjalani UAS, sebuah keniscayaan bagi mahasiswa. Perlu diketahui bahwa di luar sana banyak di antara kita yang juga sedang menjalani ujian” jelasnya.
Kajian Kamis Sore yang diselenggarakan di ruang utama Masjid Kampus UGM menghadirkan Dr. Muhammad Iqbal Ahnaf, M.A sebagai pemateri. Pada kesempatan kali ini, Iqbal mengajak jamaah untuk memperluas cara pandang dalam memahami peran seorang Muslim. Tidak hanya menekankan pada nilai-nilai etika, beliau juga menyoroti pentingnya keterampilan (skill) yang harus dimiliki seorang Muslim untuk mampu bertahan dan berinteraksi dalam lingkungan yang beragam.
Webinar Integrasi Ilmu dan Agama pada Rabu sore menghadirkan Ketua Program Magister Manajemen Bencana UGM, Prof. Dr. Dina Ruslanjari, M.Si., sebagai narasumber. Kegiatan ini berlangsung melalui platform Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube Masjid Kampus UGM.
Dalam kehidupan seorang perempuan, kesehatan reproduksi bukan sekadar urusan menstruasi atau kehamilan. Lebih dari itu, ia adalah perjalanan panjang yang dipengaruhi usia, hormon, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam kajian Sakinah Akademi Masjid Kampus UGM bersama dr. Sarrah Ayuandari, Ph.D., Sp.OG, seorang spesialis obstetri dan ginekologi yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia kesehatan perempuan. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh empati, beliau mengajak para peserta memahami tubuh mereka sendiri, hal yang sering kali terabaikan oleh banyak perempuan.
Dalam Sakinah Public Lecture: Great Mother Sessions, Prof. dr. Madarina Julia, MPH., Ph.D., Sp.A(K), Subsp.End menjelaskan bahwa kehidupan seorang anak dimulai sejak pembuahan, bukan saat ia lahir. Masa 1.000 hari pertama—270 hari dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir—merupakan periode emas yang menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan perkembangan sosial-emosional seorang manusia. Pada masa ini, otak dan tubuh anak berkembang dengan sangat pesat dan sangat dipengaruhi oleh nutrisi, lingkungan, serta pola pengasuhan.
Masjid Kampus UGM menghadirkan Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin) sebagai khatib Jumat kali ini (5/12) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Tema yang diusung adalah “Allah Maha Bijaksana”, membahas Islam sebagai agama yang adil.
Masjid Kampus UGM kembali menyelenggarakan Kajian Kamis Sore dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abdul Mustaqim, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada kesempatan ini, beliau membawakan tema “Menimbang Kejernihan Iman: Refleksi Qur’ani atas Hidup dan Hati”, yang menyoroti keterkaitan antara kualitas iman dan kesehatan mental dalam perspektif Al-Qur’an.
“Membangun Indonesia itu ibarat makan bubur panas. Harus dimulai dari pinggir-pinggir sampai nanti habis di tengah. Karena kalau langsung ke tengah, nanti lidahnya bisa melepuh karena kepanasan.”
Analogi unik tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, saat menjadi narasumber utama dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama yang diselenggarakan oleh Masjid Kampus UGM, Rabu (3/12/2025). Dalam sesi bertajuk “Pendidikan Inklusif dan Pembangunan Manusia di Daerah 3T”, Mantan Menko PMK ini menegaskan pentingnya mengubah paradigma pembangunan dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.