Webinar Integrasi Ilmu dan Agama pada Rabu sore menghadirkan Ketua Program Magister Manajemen Bencana UGM, Prof. Dr. Dina Ruslanjari, M.Si., sebagai narasumber. Kegiatan ini berlangsung melalui platform Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube Masjid Kampus UGM.
Dalam kehidupan seorang perempuan, kesehatan reproduksi bukan sekadar urusan menstruasi atau kehamilan. Lebih dari itu, ia adalah perjalanan panjang yang dipengaruhi usia, hormon, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam kajian Sakinah Akademi Masjid Kampus UGM bersama dr. Sarrah Ayuandari, Ph.D., Sp.OG, seorang spesialis obstetri dan ginekologi yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia kesehatan perempuan. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh empati, beliau mengajak para peserta memahami tubuh mereka sendiri, hal yang sering kali terabaikan oleh banyak perempuan.
Dalam Sakinah Public Lecture: Great Mother Sessions, Prof. dr. Madarina Julia, MPH., Ph.D., Sp.A(K), Subsp.End menjelaskan bahwa kehidupan seorang anak dimulai sejak pembuahan, bukan saat ia lahir. Masa 1.000 hari pertama—270 hari dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir—merupakan periode emas yang menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan perkembangan sosial-emosional seorang manusia. Pada masa ini, otak dan tubuh anak berkembang dengan sangat pesat dan sangat dipengaruhi oleh nutrisi, lingkungan, serta pola pengasuhan.
Masjid Kampus UGM menghadirkan Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin) sebagai khatib Jumat kali ini (5/12) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Tema yang diusung adalah “Allah Maha Bijaksana”, membahas Islam sebagai agama yang adil.
Masjid Kampus UGM kembali menyelenggarakan Kajian Kamis Sore dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abdul Mustaqim, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada kesempatan ini, beliau membawakan tema “Menimbang Kejernihan Iman: Refleksi Qur’ani atas Hidup dan Hati”, yang menyoroti keterkaitan antara kualitas iman dan kesehatan mental dalam perspektif Al-Qur’an.
“Membangun Indonesia itu ibarat makan bubur panas. Harus dimulai dari pinggir-pinggir sampai nanti habis di tengah. Karena kalau langsung ke tengah, nanti lidahnya bisa melepuh karena kepanasan.”
Analogi unik tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, saat menjadi narasumber utama dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama yang diselenggarakan oleh Masjid Kampus UGM, Rabu (3/12/2025). Dalam sesi bertajuk “Pendidikan Inklusif dan Pembangunan Manusia di Daerah 3T”, Mantan Menko PMK ini menegaskan pentingnya mengubah paradigma pembangunan dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.
Pada kajian Sakinah Academy seri kesehatan keluarga yang diselenggarakan pada senin sore (1/12), menghadirkan dr. Windarwati sebagai pemateri utama. Beliau mengajak para peserta melihat lebih dekat penyakit-penyakit yang sering muncul di lingkungan keluarga, terutama penyakit tidak menular yang jumlah kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Mengawali pemaparannya, dr. Windarwati menampilkan data dari Survei Kesehatan Indonesia dan laporan Kementerian Kesehatan 2023. Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak menular kini menyerang berbagai kelompok usia mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga lansia.
Sesi keempat Sakinah Public Lecture: Great Father Session kembali digelar pada malam hari, menghadirkan narasumber Dr. dr. Agus Rahmadi, seorang dokter integrative medicine sekaligus pemerhati Thibbun Nabawi. Tema yang dibahas adalah “Peran Ayah dalam Membangun Gaya Hidup Sehat Bagi Keluarga.”
Dalam khutbah Jumat (28/11) di Masjid Kampus UGM, Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, S.Si., M.Si., menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi manusia modern. Di tengah kemajuan yang serba cepat, masyarakat semakin mudah meraih kesuksesan lahiriah, namun ironi besarnya: jiwa manusia justru semakin rapuh, kehilangan ketenangan, dan kehilangan makna hidup.
Dalam sebuah kajian bertajuk “Ekonomi Islam & Kemandirian Umat” di Masjid Kampus UGM, Muhammad Shiddiq Al Jawi, M.Si. memaparkan kritik tajam terhadap praktik ekonomi Islam yang berkembang di Indonesia. Dengan analogi keras namun menggugah, beliau menyebut ekonomi syariah yang berjalan hari ini “seperti kaki kambing yang dicangkokkan ke tubuh babi”, sekadar tempelan pada struktur kapitalisme yang tetap dominan.