Masjid Kampus UGM menerima kunjungan studi banding dari Pengelola Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) UPN Veteran Jakarta (UPNVJ). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan masjid kampus sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang pembentukan karakter mahasiswa.
Berita dan Informasi
Tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jama’ah Shalahuddin bersama Masjid Kampus (Maskam) UGM mencatat prestasi gemilang dalam Lomba Jambore Nasional Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Muda 2025. Ajang ini digelar di Universitas Brawijaya pada 31 Oktober–2 November 2025 dan diikuti oleh 310 peserta dari berbagai masjid kampus di seluruh nusantara.
Gelaran AMKI Muda 2025 menjadi edisi kedua sejak pertama kali diselenggarakan pada 2023. Selain mempererat jaringan antar masjid kampus, kegiatan ini juga menjadi platform bagi para pegiat masjid untuk berkreasi dan menghadirkan inovasi melalui beragam cabang perlombaan.
Dengan Indra Oktafian Hidayat (Fakultas Teknik) sebagai Ketua Kontingen, delegasi Masjid Kampus UGM berhasil meraih delapan penghargaan pada sejumlah kategori lomba sekaligus dinobatkan sebagai juara umum Jambore Nasional AMKI Muda 2025. Pada Lomba Inovasi Mahasiswa Kategori Esai, Alkansa Fauziyah (Sekolah Vokasi) sukses memperoleh Juara 1.
Pada Lomba Inovasi Program Masjid Kampus Bidang Keagamaan, dua tim juga menorehkan pencapaian, yaitu Juara 1 yang diraih oleh Eka Setiawan (Fakultas Ilmu Budaya) dan Hamzah Dzaky Rabbani (Fakultas Pertanian), serta Juara 3 oleh Pandhu Ardita Dharma Pratama (Fakultas Teknik) dan Muhammad Althaf Saputra Nazir (Fakultas Teknik). Untuk Bidang Pendidikan, dua penghargaan berhasil dibawa pulang — Juara 2 oleh Muhammad Ismail Al Birru (Fakultas Teknik) dan Seruni Salsabila Putri Basoeki (Fakultas Pertanian), serta Juara 3 oleh Andri Prayitno (Fakultas Filsafat) dan Bangkit Panuntunari (Fakultas Ilmu Budaya). Sementara itu, pada Bidang Sosial, Jihan Pertiwi (Fakultas Ilmu Budaya) dan Rissa Arzetti (Fakultas Pertanian) berhasil meraih Juara 2.
Tak hanya itu, Masjid Kampus UGM turut menerima AMKI Muda Award kategori Akademik dan Inovasi sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi para kandidat unggul, di antaranya Muhammad Surya Rasyiid (Sekolah Vokasi), Muhamad Bahrul Hikam (Fakultas Peternakan), Muhammad Althaf Saputra Nazir (Fakultas Teknik), Andri Prayitno (Fakultas Filsafat), serta Yusuf Maulana (Fakultas Teknik).
Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Dr. Mohamad Yusuf, M.A., menyampaikan penghargaan tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat hingga membawa pulang banyak gelar kemenangan. “Prestasi ini merupakan buah kerja kolektif yang dilandasi semangat dakwah, inovasi, dan pelayanan umat,” ungkapnya pada Rabu (12/11).
Ia menegaskan bahwa Jama’ah Shalahuddin dan Masjid Kampus UGM akan terus menghidupkan nilai dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan sosial yang selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan. “Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi Masjid Kampus untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Masjid Kampus UGM menggelar International Seminar on Islam and Civilization 2025 bertema “Integration of Knowledge and Islam as Science: The Future of Islamic Thought.” pada Ahad (9/11). Kegiatan ini berupaya menghidupkan kembali tradisi ilmiah Islam yang berpadu dengan nilai-nilai keuniversalan dan semangat keilmuan modern.
Pada Selasa, 7 Oktober 2025, Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada kembali menjadi ruang perjumpaan antara ilmu dan kemanusiaan. Dalam suasana yang teduh menjelang senja, ratusan jamaah memenuhi ruang utama untuk mengikuti kajian bertajuk “Pembangunan Gaza Kembali di Antara Perang dan Damai: Sebuah Kajian Futurologi” bersama Prof. Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM sekaligus tokoh yang dikenal dengan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan global. Melalui pendekatan futurologi, Prof. Muti’ah mengajak para jamaah untuk tidak hanya memahami tragedi Gaza sebagai konflik politik atau militer, tetapi sebagai potret luka kemanusiaan yang menuntut refleksi spiritual dan moral dari dunia.
Jalur Gaza, sebuah wilayah dengan sejarah yang sarat konflik dan penderitaan, telah berulang kali menjadi sorotan global. Wilayah ini terperangkap dalam sebuah siklus destruktif yang seolah tak berujung: kehancuran akibat perang diikuti oleh upaya rekonstruksi yang sering kali terhenti atau dibatalkan oleh pecahnya konflik berikutnya. Dilema abadi mengenai perencanaan dan pelaksanakan pembangunan berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik yang ekstrem ini merupakan isu kritis yang menuntut tinjauan mendalam.
Masjid Kampus UGM menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1447 H pada Ahad (21/9) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mengusung tema “Adab sebagai Pilar Peradaban: Meneladani Rasulullah dalam Pendidikan Karakter Umat Islam.” Tema ini dipilih sebagai respons atas kondisi zaman modern, di mana ilmu kerap direduksi menjadi sekadar instrumen pragmatis tanpa diiringi orientasi adab yang kuat.
Masjid Kampus UGM menggelar talkshow bertajuk “Adab sebagai Pilar Peradaban: Meneladani Rasulullah SAW dalam Pendidikan Karakter Umat Islam” dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI 2019-2024, Prof. Dr. M. Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, M. Najib Azca, S.Sos., M.A., Ph.D.
Dalam sesi dialog, Mahfud mengulas perbedaan antara demonstrasi dengan bughat (pemberontakan). Ia menjelaskan bahwa bahwa demonstrasi diizinkan sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. Namun, batasannya sangat tipis. Sebuah aksi unjuk rasa bisa berubah menjadi bughat jika tujuannya bukan lagi mengkritik, melainkan secara sengaja ingin menjatuhkan dan menghancurkan pemerintah yang sah. “Batasan demo ketika sudah bertujuan untuk menghancurkan pemerintah dengan cara menjatuhkan bukan mengkritik, maka dapat disebut bughat,” ujarnya.
Sebanyak 100 peserta dari 66 masjid se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Pelatihan Humas dan Keprotokolan di Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (20/9).
Acara yang diprakarsai Masjid Kampus UGM ini mengangkat tema bagaimana memastikan kegiatan di masjid berjalan lancar, tertib, dan berkesan bagi jamaah maupun tamu undangan. Para narasumber menekankan bahwa humas dan protokol bukan sekadar formalitas, melainkan jantung dari suksesnya sebuah acara. Tidak hanya mengatur kursi atau menyusun rundown, tetapi juga menciptakan suasana harmonis, menjaga nama baik institusi, dan memastikan setiap tamu merasa dihormati.
Pada Jumat, 19 September 2025, Masjid Kampus UGM kembali menjadi ruang perjumpaan gagasan melalui diskusi profetik. Forum ini menghadirkan sejumlah dosen lintas fakultas yang memiliki perhatian pada paradigma profetik, dengan merujuk pada pemikiran Prof. Kuntowijoyo.
Yogyakarta, 19 September 2025 – Masjid Kampus UGM resmi menandatangani kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam bidang dakwah dan penguatan ekosistem ekonomi syariah di lingkungan kampus.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan program dakwah yang lebih inovatif dan inklusif. Melalui sinergi ini, Masjid Kampus UGM bersama BSI berkomitmen menghadirkan berbagai program kolaboratif, mulai dari pemberdayaan umat hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung aktivitas dakwah.