Pada hari pertama bulan Ramadan 1447 H, Masjid Kampus UGM menggelar Mimbar Subuh yang bertajuk “Filantropi Islam: Merajut Keadilan Sosial dan Pembangunan Ekonomi” pada Rabu (18/2). Kajian ini disampaikan oleh Prof. Mahfud Sholihin, S.Ag., S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA, Ketua Program Studi Magister Sains dan Doktor Ilmu Akuntansi FEB UGM.
Ramadhan Di Kampus UGM
RDK UGM kembali menggelar Ramadan Public Lecture pada Selasa (17/2) malam menjelang pelaksanaan salat tarawih. Mengangkat tema “Socio-Spiritual Movement: Masjid sebagai Pondasi Kohesi Sosial di Indonesia”, kajian ini menghadirkan Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Dr. Mohamad Yusuf, M.A., sebagai narasumber sekaligus membuka rangkaian acara Ramadan.
Dalam pemaparannya, Yusuf menyoroti fenomena penyempitan makna masjid di kalangan masyarakat. Seringkali, masjid hanya dipandang sebagai lokasi pelaksanaan ibadah mahdah semata, seperti salat dan zikir. Padahal, di tengah keragaman masyarakat yang rentan memicu gesekan sosial, masjid sejatinya memiliki peran vital sebagai media perekat umat (kohesi sosial) sekaligus pusat pembangunan peradaban.
Kegiatan Ramadan di UGM merupakan suatu momentum yang menjadi rutinitas kampus ini setiap tahunnya. Tahun ini, rangkaian kegiatan Ramadan UGM diawali dengan acara Grand Opening yang dilaksanakan pada Selasa (17/2) bertempat di Grha Sabha Pramana.
Mengangkat tema “Ramadan Membentuk Moderasi Beragama: Pendekatan Tafsir untuk Membangun Karakter Sivitas Akademika yang Inklusif dan Berdampak,” pada Grand Opening kali ini, UGM menghadirkan Drs. Wijayanto, M.A., sebagai narasumber utama.
Menutup rangkaian Ramadan Public Lecture (RPL) yang diadakan di Masjid Kampus UGM, pada 28 Maret, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts, Guru Besar Fakultas Filsafat UGM, membahas “Inovasi Kebijakan Berbasis Kecerdasan Artifisial di Sektor Pelayanan Publik.” Beliau menjelaskan, penerapan artificial intelligence atau AI dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik, tetapi juga menimbulkan tantangan etis yang perlu diperhatikan.
Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. mengisi ceramah Ramadan Public Lecture (RPL) pada Kamis, 27 Maret 2025 di Masjid Kampus UGM. Dalam RPL bertema “Pembangunan atau Pengrusakan?: Dampak Lingkungan Hidup dan Peminggiran Masyarakat di Negara Kepulauan” itu, Prof. Baiquni menyampaikan dilema dari suatu pembangunan dan peran jiwa muthma-innah (penuh ketenangan) dalam menjaga bumi. Di satu sisi, pembangunan mengalokasikan sumber daya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi guna kemaslahatan manusia, namun di sisi lain terdapat pengrusakan karena ulah manusia melampaui batasan alam.
Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA., IPU., ASEAN Eng. hadir sebagai pembicara dalam kajian rutin Ramadhan Public Lecture (RPL) yang dilaksanakan pada hari Rabu (26/3/2025). Dalam kajian yang bertajuk “Degenerasi Petani: Mewujudkan Keadilan Pada Rantai Pasok Sistem Pangan Nasional”, Ali memaparkan beberapa faktor serta program-program yang telah dilakukan di Indonesia dalam mengatasi persoalan pangan nasional.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Wawan Mas’udi, S.I.P., M.P.A., Ph.D., menegaskan pentingnya solidaritas sosial sebagai fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM, Selasa (25/3/2025). Kajian bertajuk “Perlindungan Sosial yang Berkelanjutan: Integrasi Perlindungan Sosial dan Pembangunan Ekonomi” ini menyoroti hubungan erat antara nilai-nilai keagamaan dan sistem perlindungan sosial.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015, Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., menjadi pembicara dalam Ramadan Public Lecture (RPL) dengan tema “Realitas Sistem Hukum Indonesia: Masihkah Ada Harapan bagi Masa Depan Pemberantasan Korupsi?” pada Senin, 24 Maret 2025. Dalam kajiannya, beliau memaparkan tiga poin utama tentang sistem hukum Indonesia, disertai kritik dan harapan untuk perbaikan.
Pada Minggu, 23 Maret 2025, Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM mengangkat tema “Potensi Umat Islam Indonesia untuk Mewujudkan Peta Jalan Kedaulatan Pangan Hewani”. Acara ini menghadirkan Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, sebagai pembicara utama.
Mimbar Subuh yang diselenggarakan pada Ahad (23/3/2025) menghadirkan Prof. Dr. Muhammad, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY, sebagai pembicara. Dalam tausiah bertema “Distribusi Kekayaan Melalui Zakat: Tafsir Al-Qur’an tentang Keadilan Ekonomi,” beliau menyoroti pentingnya zakat sebagai instrumen keadilan sosial yang berperan dalam menyeimbangkan perekonomian masyarakat.