Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Pra-Ramadan pada Kamis (5/2). Kajian kali ini menghadirkan Drs. Syatori Abdurrauf (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihat) sebagai pembicara. Dalam ceramahnya yang berjudul “Manajemen Hati dan Pengendalian Diri dalam Kehidupan Sehari-hari”, ia mengajak jemaah untuk mengevaluasi kondisi hati sebagai persiapan menyambut bulan suci.
Ibadah dan Kajian Islam
Menuju bulan Ramadan, Masjid Kampus UGM mengadakan Kajian Pra-Ramadan dengan Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin) sebagai pembicara pada Senin (2/2). Kajian Pra-Ramadan ini berlangsung di Ruang Utama Masjid Kampus UGM dengan mengusung tema “Fikih Ramadan dan Etika Sosial Keumatan”.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Kamis Sore yang membahas tema “Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Sosial dalam Masyarakat Pascakrisis”. Kajian ini disampaikan oleh Prof. Drs. Mudrajad Kuncoro M.Soc.Sc.,Ph.D. (Guru Besar Bidang Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Sekolah Vokasi UGM) pada Kamis (29/1).
Mudrajad mengawali kajian dengan menggambarkan kondisi Indonesia yang tengah berada dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Menurutnya, Indonesia saat ini bergerak sangat cepat, penuh ketidakpastian, semakin kompleks, dan sulit diprediksi. Perubahan yang masif ini menuntut cara berpikir dan pendekatan baru dalam menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, Mudrajad menawarkan pendekatan VUCA versi solusi, yaitu Vision, Understanding, Clarity, dan Agility, sebagai bekal dalam menyikapi dinamika zaman.
Pertanyaan “mengapa sebuah krisis terjadi?” menjadi pembuka reflektif dalam Kajian Kamis Sore Masjid Kampus UGM, Kamis (22/1). Guru Besar Fakultas Filsafat UGM sekaligus Ketua Senat Akademik, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts., mengajak jemaah menelaah akar krisis kemanusiaan dalam perspektif agama dan etika publik. Dalam kajian bertema “Krisis Kemanusiaan dalam Perspektif Agama dan Etika Publik” itu, Mukhtasar menegaskan bahwa krisis kemanusiaan yang terjadi saat ini bukan sekadar isu konseptual, melainkan realitas sosial yang nyata.
Praktik pembangunan berbasis ekstraktivisme dinilai menjadi akar persoalan kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc., Ketua Senat Akademik Fakultas Kehutanan UGM, dalam Kajian Kamis Sore Masjid Kampus UGM bertema “Keadilan Ekologis: Kritik atas Ekstraktivisme dan Degradasi Lingkungan”, Kamis 15/1).
Di tengah meningkatnya frekuensi banjir bandang, rob yang menenggelamkan pesisir, serta kerusakan lingkungan yang kian meluas, manusia kerap berlindung di balik istilah “bencana alam”, seolah semua peristiwa tersebut sepenuhnya berada di luar kendali dan tanggung jawab manusia. Pandangan inilah yang secara tajam dikritisi oleh Prof. Dr. Drs. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A. (Ketua Departemen Antropologi FIB UGM) dalam Kajian Kamis Sore di Masjid Kampus UGM, melalui tema “Relasi Manusia dan Lingkungan dalam Perspektif Ekologi Budaya“.
Islam bukan sebatas pengakuan melalui lisan, melainkan sebuah komitmen yang kokoh dan diterapkan dalam perbuatan. Prinsip ini merujuk pada firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an surah Al Fussilat Ayat 30 yang menjanjikan ketenangan dan surga bagi mereka yang teguh dalam pendiriannya. Ayat tersebut menjadi pokok bahasan yang disampaikan oleh Ir. Muhammad Agung Bramantya, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.. dalam Kajian Kamis Sore, yang berlangsung di Masjid Kampus UGM (25/12). Beliau menekankan pentingnya keselarasan antara keyakinan dan konsistensi.
Masjid Kampus UGM menyelenggarakan Kajian Kamis Sore dengan tajuk “Spiritual Well-Being melalui Regulasi Emosi & Pembentukan Resiliensi Diri”. Kajian ini menghadirkan Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, President of the International Association of Muslim Psychologists, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Bagus menguraikan struktur dan dinamika psikologis manusia, menekankan tesis bahwa perilaku yang teramati (overt behavior) hanyalah lapisan permukaan atau manifestasi eksternal semata. Ia menegaskan perlunya memahami dimensi internal, seperti spiritual well-being dan resiliensi, sebagai fondasi utama yang mendasari pembentukan perilaku tersebut.
Kajian Kamis Sore yang diselenggarakan di ruang utama Masjid Kampus UGM menghadirkan Dr. Muhammad Iqbal Ahnaf, M.A sebagai pemateri. Pada kesempatan kali ini, Iqbal mengajak jamaah untuk memperluas cara pandang dalam memahami peran seorang Muslim. Tidak hanya menekankan pada nilai-nilai etika, beliau juga menyoroti pentingnya keterampilan (skill) yang harus dimiliki seorang Muslim untuk mampu bertahan dan berinteraksi dalam lingkungan yang beragam.
Masjid Kampus UGM kembali menyelenggarakan Kajian Kamis Sore dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abdul Mustaqim, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada kesempatan ini, beliau membawakan tema “Menimbang Kejernihan Iman: Refleksi Qur’ani atas Hidup dan Hati”, yang menyoroti keterkaitan antara kualitas iman dan kesehatan mental dalam perspektif Al-Qur’an.