Masjid Kampus UGM menggelar salat gerhana bulan pada Selasa (3/3) petang. Kegiatan ini diikuti oleh jemaah yang hadir untuk menunaikan salah satu sunah Nabi Muhammad saw. sekaligus merenungi tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
Penasihat Takmir Masjid Kampus UGM, Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum., hadir sebagai narasumber pada Ramadan Public Lecture (RPL) pada Selasa (3/3). Ia menyampaikan materi bertajuk “Humanisme Religius: Menggagas Model Pembangunan Manusia dalam Perspektif Islam”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun paradigma kemanusiaan yang berakar pada nilai tauhid, tanggung jawab moral, serta harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam.
Transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana manusia memahami dan memanfaatkan data untuk menyelesaikan persoalan kompleks dunia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Transformasi Digital UGM, Dr. Mardhani Riasetiawan, S.E., Ak, M.T. dalam kajian SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) di Masjid Kampus UGM, Selasa (3/3).
Dalam kajian bertajuk “Accelerating Net Zero: Peran Strategis Big Data dan High Performance Computing dalam Transisi Energi dan Efisiensi Sumber Daya”, Mardhani menekankan bahwa data kini telah menjadi aset strategis yang menentukan arah kebijakan dan solusi berbagai masalah global.
Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. menyampaikan pentingnya mengintegrasikan kecerdasan dan kemanusiaan dalam kehidupan modern pada Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM, Senin (2/3).
Dalam ceramah bertajuk “Dari Diferensiasi ke Integrasi: Kecerdasan dan Kemanusiaan dalam Praktik Kehidupan di Era Global Digital”, ia mengajak umat Islam untuk tidak memisahkan ilmu pengetahuan dari nilai-nilai spiritualitas.
Pembangunan nasional menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia tidak boleh lagi hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, investasi, atau pembangunan infrastruktur. Arah pembangunan yang sejati, menurut Dr. Drs. Andrinof Achir Chaniago, M.Si., harus berorientasi pada peningkatan kualitas manusia dan kualitas kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut ia sampaikan dalam Kajian SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) yang digelar di Masjid Kampus UGM pada Senin (2/3) sore. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Periode 2014-2015 itu mengangkat tema “Pembangunan Nasional Menuju Sembilan Dekade Merdeka: Ke Mana Arahnya?”.
Dakwah Islam tidak semestinya dipahami hanya sebagai ajakan menjalankan ibadah pribadi. Lebih dari itu, dakwah juga memiliki peran strategis dalam mendorong terwujudnya keadilan sosial, penegakan hukum, hingga tata kehidupan bernegara yang lebih bermartabat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MIUMI DIY, Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A. dalam Mimbar Subuh bertajuk “Dari Mimbar ke Kebijakan: Peran Dakwah dalam Menegakkan Keadilan dan Hukum di Indonesia” pada Senin (2/3). Dalam pemaparannya, Ridwan menekankan bahwa dakwah merupakan bagian dari ilmu yang memiliki kaidah dan pertimbangan tersendiri, atau yang dikenal dengan fikih dakwah.
Menurutnya, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan antarmanusia dan kehidupan sosial secara luas.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adinegara, menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat kecil. Hal tersebut ia sampaikan dalam public lecture Ramadan di Masjid Kampus UGM di hadapan jamaah salat tarawih dan mahasiswa.
Menurut Bima, berbagai program ekonomi berskala besar sering kali tidak benar-benar menjejak pada realitas ekonomi rakyat. Akibatnya, pelaku usaha kecil seperti pedagang pasar dan warung tidak merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut.
Kajian SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) yang digelar di Masjid Kampus UGM pada Ahad (1/3) menghadirkan Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. sebagai narasumber. Dalam kajian bertajuk “Peran Kita dalam Pembangunan Berkelanjutan”, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter, penguasaan ilmu, serta kerja sama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
RDK UGM kembali menggelar Ramadan Public Lecture (RPL) pada Sabtu (28/2) di Masjid Kampus UGM. Kajian yang berlangsung selepas salat isya ini menghadirkan dosen Hubungan Internasional FISIP UI, Shofwan Al Banna Choiruzzad, Ph.D., dengan tema “Jalan Panjang Perdamaian: Hubungan Multilateral dan Peran Strategis Indonesia dalam Misi Perdamaian Dunia.”
Dalam paparannya, Shofwanmengajak jemaah melihat dinamika konflik global melalui perspektif sejarah dan politik internasional. Ia menekankan bahwa berbagai gejolak dunia hari ini tidak dapat dilepaskan dari perebutan pengaruh global serta upaya sebagian kekuatan besar membentuk ulang tatanan internasional.
Ramadan datang setiap tahun, tetapi tidak selalu menghadirkan perubahan dalam diri manusia. Padahal, dalam sejarah Islam, bulan suci ini justru menjadi momentum pembentukan karakter umat yang paling kuat. Hal inilah yang disampaikan oleh Dosen Perbankan Syariah UAD, Ahmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I. dalam Mimbar Subuh pada Sabtu (28/2).
Dalam pemaparannya, Arif mengajak jemaah menengok kembali karakter generasi awal Islam, khususnya para sahabat Nabi Muhammad saw. Ia mengutip riwayat sahabat Abdullah bin Mas’ud yang menjelaskan bahwa generasi sahabat memiliki kualitas spiritual yang istimewa karena sikap mereka terhadap dunia dan akhirat.
Ia menjelaskan bahwa para sahabat dikenal memiliki dua karakter utama, zuhud terhadap dunia dan memiliki orientasi kuat terhadap akhirat. Menurutnya, karakter ini menjadi fondasi yang membentuk sikap hidup mereka, termasuk dalam hal berbagi dan bersedekah.
“Generasi sahabat itu memiliki karakter kuat. Mereka sangat zuhud terhadap dunia dan sangat bersemangat terhadap akhirat,” jelasnya.