• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • Dekan Sekolah Pascasarjana UGM: Pembangunan Berkelanjutan Bukan Sekadar Agenda Global

Dekan Sekolah Pascasarjana UGM: Pembangunan Berkelanjutan Bukan Sekadar Agenda Global

  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • 6 Maret 2026, 09.00
  • Oleh: Indra Oktafian Hidayat
  • 0

Kajian SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) yang digelar di Masjid Kampus UGM pada Ahad (1/3) menghadirkan Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. sebagai narasumber. Dalam kajian bertajuk “Peran Kita dalam Pembangunan Berkelanjutan”, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter, penguasaan ilmu, serta kerja sama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Membangun Karakter sebagai Fondasi Kontribusi

Dalam pengantarnya, Malkhamah menyampaikan bahwa kontribusi terhadap pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kualitas pribadi setiap individu. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan harus dimulai dari pembentukan karakter yang kuat dan akhlak yang mulia.

Ia mengutip doa yang diajarkan Rasulullah untuk memohon perlindungan dari berbagai sifat negatif, seperti kesedihan berlebihan, kemalasan, pengecut, hingga terlilit utang. Delapan sifat tersebut, menurutnya, menjadi penghambat seseorang dalam mencapai kehidupan yang sukses dan bermanfaat.

“Kalau kita ingin berkontribusi dalam pembangunan, pertama-tama kita harus membangun diri sendiri mempunyai karakter yang kuat, semangat belajar, dan etos kerja yang baik,” ujarnya di hadapan jemaah.

Baca juga: Shofwan Al Banna Soroti Arus Balik Tatanan Kolonial dalam Peta Geopolitik Dunia

Membaca sebagai Jalan Membangun Peradaban

Malkhamah juga menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan perintah mendasar dalam Islam. Ia mengingatkan bahwa makna iqra dalam Al-Qur’an tidak hanya sekadar membaca teks, tetapi juga membaca realitas, memahami alam, serta merefleksikan pengalaman hidup.

Merujuk pada pemikiran ulama seperti Quraish Shihab dan Hamka, ia menjelaskan bahwa membaca adalah proses memahami berbagai tanda kehidupan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dari proses tersebut, manusia dapat membangun peradaban yang lebih baik.

“Perintah membaca adalah anugerah terbesar bagi manusia, karena dari sanalah ilmu pengetahuan berkembang dan peradaban dibangun,” jelasnya.

Jemaah kajian sedang mengantre untuk mendapatkan sajian buka puasa pada Ahad (1/3)

Mengelola Waktu dan Menguatkan Kolaborasi

Selain kecerdasan intelektual, Malkhamah menyoroti pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual. Ia menilai keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, serta menjaga hubungan dengan Allah.

Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu. Menurutnya, Islam menegaskan nilai waktu melalui Surah Al-Asr yang mengingatkan bahwa manusia berada dalam kerugian jika tidak memanfaatkan waktunya dengan iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Malkhamah mengutip nasihat Ali bin Abi Thalib tentang waktu: rezeki yang belum diperoleh hari ini masih dapat diharapkan esok hari, tetapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

“Karena itu kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu. Setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk belajar, bekerja, dan memberi manfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Melalui kajian tersebut, Malkhamah mengajak para mahasiswa dan jemaah untuk membangun ekosistem kolaboratif yang dilandasi ilmu, karakter, dan nilai spiritual agar pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan material, tetapi juga membawa keberkahan bagi generasi mendatang.

Penulis: Indra Oktafian Hidayat

Tags: Kajian Jogja kajian ugm prof. siti malkhamah rdk ugm samudra

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Pakar Hukum UGM Bedah Klaim Self-Defense Israel dalam Hukum Internasional
  • Guru Besar FEB UGM Soroti Efisiensi Anggaran Pendidikan Rawan Picu Disparitas Antarwilayah
  • Jangan Salah Membaca Perasaan, Maulana Umar Paparkan Empat Filter dalam Memilih Pasangan
  • Direktur Haltech 3D Indonesia Ingatkan Bahaya Degradasi Kognitif di Era AI
  • Pakar Geopolitik UGM Menegaskan Keberpihakan pada Iran sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Kezaliman
Universitas Gadjah Mada

Masjid Kampus UGM

Jl. Tevesia Bulaksumur No.1, 55281 Depok DIY

masjidkampus@ugm.ac.id
0812-2540-0933
@masjidkampusugm

© Takmir Masjid Kampus UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY