Tema “Indonesia Pasca-Reformasi: Masihkah Rakyat yang Berdaulat?” menjadi bahasan dalam Ramadan Public Lecture (RPL) yang diselenggarakan pada Sabtu (7/3) di Masjid Kampus UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI periode 2019–2024, hadir sebagai pembicara di hadapan jemaah salat isya dan tarawih untuk merefleksikan kondisi demokrasi Indonesia saat ini.
Kajian Jogja
Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) yang berlangsung di Masjid Kampus UGM kembali menghadirkan diskusi bernas pada Sabtu (7/3). Kali ini, Irvan Nugraha, S.H., M.M., hadir dengan tema “Gotong Royong Digital: Dari Sedekah Konvensional ke Crowdfunding Kemanusiaan”.
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2015–2020, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. menegaskan bahwa peristiwa Nuzululquran mengandung pesan besar tentang pentingnya ilmu bagi kebangkitan dan kemajuan peradaban Islam. Menurutnya, Alquran tidak hanya hadir sebagai wahyu, tetapi juga sebagai sumber nilai sekaligus inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Hal tersebut disampaikan Din dalam kegiatan Ramadan Public Lecture (RPL) yang digelar di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Melalui pendekatan hermeneutika, ia mengajak umat Islam membaca kembali makna turunnya Alquran dalam konteks kehidupan modern.
Penulis sekaligus pendakwah Islam, Muhammad Edgar Hamas, menilai generasi muda saat ini memiliki peran penting dalam perjuangan isu Palestina, terutama dalam melawan propaganda global yang selama ini dibangun oleh Israel. Hal tersebut ia sampaikan dalam Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA), Jumat (6/3) yang mengangkat tema “Kemerdekaan untuk Segala Bangsa: Melawan Genosida, Solidaritas untuk Palestina”. Menurut Edgar, salah satu kekuatan utama Israel bukan hanya pada kekuatan militernya seperti sistem pertahanan atau persenjataan, melainkan pada strategi propaganda yang dikenal sebagai hasbara. Melalui strategi ini, narasi tentang konflik Palestina kerap dibentuk sedemikian rupa agar memengaruhi opini publik dunia.
Persoalan melemahnya solidaritas umat Islam di era modern tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan internal yang belum terselesaikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, dalam kajian Mimbar Subuh di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Dalam ceramah bertajuk “Praktik Nilai Spiritual Sosial dalam Tafsir Keislaman pada Era Modern”, Imam mengajak umat Islam untuk melakukan refleksi kritis terhadap kondisi umat saat ini sebagai langkah awal menuju perbaikan.
Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Dr. (H.C.) Drs. Muhammad Jusuf Kalla, menghadiri Ramadan Public Lecture (RPL) sebagai pembicara pada Kamis (5/3) di Masjid Kampus UGM. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar” di hadapan jemaah salat Isya dan Tarawih.
Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) kembali digelar di Masjid Kampus UGM pada Kamis (5/3). Pada kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyampaikan kajian bertajuk “Geospatial Inequality: Ketimpangan Sosial dan Implikasinya terhadap Pembangunan Manusia.”
Dalam pemaparannya, Danang mengawali dengan ilustrasi peta kawasan Eropa yang kemudian dioverlay dengan peta Indonesia. Ia menjelaskan bahwa jarak dari wilayah barat Irlandia hingga timur Uzbekistan setara dengan jarak dari ujung barat Pulau Sumatra hingga Merauke di Papua.
Kepala Pusat Kajian Paradigma Profetik Masjid Kampus UGM, Dr. Arqom Kuswanjono, M.Hum. menyampaikan materi bertajuk “Integrasi Ilmu dan Agama dalam Islam” pada Ramadan Public Lecture, Rabu (4/3).
Dalam pemaparannya, Arqom menjelaskan bahwa hubungan antara ilmu dan agama telah lama menjadi perdebatan dalam sejarah pemikiran. Ia merujuk pada tipologi hubungan ilmu dan agama yang dikemukakan sejumlah pemikir modern, yang membaginya ke dalam empat pola, yaitu konflik, independensi, dialog, dan integrasi.
Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) menghadirkan Guru Besar Antropologi UGM, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., yang mengulas tema “Negara dan Etika Kekuasaan: Menerjemahkan Nilai-Nilai Profetik ke dalam Tata Kelola Modern.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (4/3).
Dalam pemaparannya, ia mengulas secara mendalam hubungan antara nilai, fakta, dan perilaku manusia dalam kehidupan sosial. Menurutnya, nilai tidak serta-merta dapat mengubah perilaku seseorang secara langsung, melainkan harus melalui proses yang panjang dan bertahap sebelum benar-benar terwujud dalam tindakan nyata.
Fenomena kesenjangan antara ajaran agama dan praktik kehidupan sehari-hari di Indonesia menjadi sorotan Imam Besar Masjid Kampus UGM, Prof. Dr. Muhammad Nur, S.Ag., M.Ag. pada Mimbar Subuh, Rabu (4/3). Sesuai topik yang diangkat, “Moslem Development Goals: Agama sebagai Motor Perubahan Masyarakat Berkeadaban”, Nur menilai, meskipun Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, nilai-nilai agama belum sepenuhnya tercermin dalam kehidupan sosial, politik, maupun birokrasi.