Masjid Kampus UGM menggelar International Seminar on Islam and Civilization 2025 bertema “Integration of Knowledge and Islam as Science: The Future of Islamic Thought.” pada Ahad (9/11). Kegiatan ini berupaya menghidupkan kembali tradisi ilmiah Islam yang berpadu dengan nilai-nilai keuniversalan dan semangat keilmuan modern.
Kajian Jogja
Pada khutbah Jumat yang dibawakan oleh Muhammad Najib Azca pada penghujung bulan Oktober 2025, secara khusus membicarakan topik yang sangat penting dan relevan dengan situasi hari-hari ini, yakni mengenai pembelaan umat Muslim terhadap saudara-saudaranya di bumi Palestina.
Najib Azca mengingatkan kembali para jamaah salat Jumat mengenai situasi di Palestina sampai detik ini masih mengalami nasib yang sangat buruk dan memprihatinkan. Oleh karena itu, umat Muslim harus melakukan upaya untuk memberikan pembelaan dan dukungan kepada saudara seagama yang sedang mengalami nasib tidak baik.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Kamis Sore pada Kamis, 30 Oktober 2025 di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Kajian kali ini menghadirkan dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana.
Masjid Kampus UGM kembali mengadakan Webinar Integrasi Ilmu-Agama, melanjutkan seri Studi Lingkungan Hidup pada Rabu (22/10/2025) melalui Zoom Meeting serta ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube Masjid Kampus UGM. Webinar kali ini mengusung tema “Perargoforestrian dan Investasi Hijau dalam Islam: Dekolonisasi Scentific Foresty untuk Menangani Deforestasi Global” dibersamai oleh Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM) selaku pembicara.
Pada Sabtu (18/10) di sesi Maskam Public Lecture, R. Agus Sartono sebagai guru besar FEB UGM menegaskan bahwa guru memegang peran sentral sebagai arsitek masa depan dan pilar peradaban bangsa. Agus menyoroti keprihatinannya terhadap kondisi para guru saat ini yang justru masih dihadapkan pada persoalan-persoalan sederhana. Padahal, menurutnya guru memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk karakter manusia yang beradab, dan proses tersebut tidak dapat dipersempit hanya di ruang sekolah formal.
“Guru adalah pembangun karakter, ilmu pengetahuan, dan nilai moral. Pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kalau ditanya siapa itu guru? jawabannya kita semua adalah guru” ujarnya.
Pada Khutbah Jumat yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2025 di ruang utama Masjid Kampus UGM, Ir. Ashar Saputra berbicara terkait keseimbangan antara kemajuan dan kesejahteraan dalam pembangunan. Dalam khutbahnya, Ashar mengajak jamaah merenungkan pelajaran dari Surah Al-Baqarah ayat 30, yang berisi dialog antara Allah SWT dan para malaikat tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi.
Pada Kamis, 2 Oktober 2025, Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Kamis Sore yang menghadirkan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. Acara ini diikuti oleh ratusan jamaah yang memenuhi ruang utama masjid. Dengan tema “Ketika Ibadah Bukan Lagi Beban tetapi Kebutuhan”, kajian ini berhasil membuka pandangan baru bagi banyak orang tentang bagaimana memaknai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Feri Amsari dalam acara Masjid Kampus UGM Public Lecture yang diselenggarakan pada Sabtu (27/9) menyatakan bahwa persoalan inti yang terjadi di Pati bukan sekedar kenaikan pajak, melainkan juga arogansi Bupati yang kian menjauhkan solusi. Oleh karena itu, perlu reformasi tata perilaku politisi dan wacana Californian demokrasi yaitu konsep recall by the people sebagai tawaran jangka panjang bagi rakyat.
Dr. Ridwan Saptoto, S.Si., M.A., Psikolog. mengisi Kajian Kamis Sore di Masjid Kampus UGM. Dengan nada tenang namun tegas, ia mengangkat topik yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu “Menuhankan Uang: Hilangnya Marwah Manusia Akibat Materialisme.”
Dalam paparannya, Ridwan mengingatkan bahwa zaman modern menghadirkan bentuk “kesyirikan” baru. Jika dulu manusia menyembah berhala, kini banyak yang justru “menyembah” uang. Fenomena itu, katanya, terlihat jelas di berbagai kasus: mulai dari korupsi kuota haji hingga gaya hidup yang mengukur harga diri dari kendaraan yang dikendarai.
Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar webinar serial “Integrasi Ilmu-Agama” dengan tema studi kebudayaan pada Rabu, 24 September 2024. Webinar sesi ketiga ini menghadirkan Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., seorang dosen dari Departemen Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya UGM. Acara yang diselenggarakan langsung melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal YouTube Masjid Kampus UGM ini mengangkat tema “Kebudayaan Profetik sebagai Alternatif Peradaban: Kritik terhadap Budaya Materialistik dan Individualistik”.
Dalam pemaparannya, Imam menyampaikan gagasan bahwa kebudayaan profetik seharusnya tidak hanya dianggap sebagai alternatif, melainkan sebagai solusi utama bagi peradaban. Beliau menekankan bahwa budaya profetik dapat mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh budaya materialistik dan individualistik yang berkembang di tengah masyarakat saat ini.