SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) kembali digelar di Masjid Kampus UGM pada Selasa (10/3). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Kampus UGM ini menghadirkan pengusaha sekaligus Direktur Utama DRW Corpora Indonesia, dr. Wahyu Triasmara, M.Kes., AAAM, AIFO-K sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Dari Titik Awal Menuju Panggung Ekonomi Nasional: Strategi Menemukan Inovasi.”
Bisnis Berawal dari Masalah yang Ingin Diselesaikan
Dalam pemaparannya, Wahyu menekankan bahwa membangun usaha tidak selalu dimulai dari modal uang. Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya memulai bisnis dari kondisi minus akibat kerugian investasi yang mencapai miliaran rupiah. Menurutnya, yang paling penting dalam memulai usaha adalah kemampuan membaca masalah di sekitar dan menghadirkan solusi yang dibutuhkan masyarakat.
“Bisnis yang baik itu ketika kita mampu melihat masalah nyata di sekitar kita, lalu menghadirkan solusi atas masalah tersebut,” ujarnya di hadapan jemaah kajian.
Ia menambahkan bahwa banyak usaha gagal bukan karena kurangnya ide, tetapi karena produk yang dibuat tidak benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
Wahyu juga menjelaskan bahwa terdapat empat modal utama yang perlu dimiliki seseorang untuk membangun usaha. Pertama adalah mental keberanian untuk memulai, karena menurutnya banyak anak muda memiliki ide tetapi tidak berani mengeksekusinya.
Kedua adalah ketekunan dan konsistensi, sebab usaha membutuhkan proses panjang dan tidak selalu berjalan mulus. Ketiga adalah jaringan, yang sangat penting untuk membuka peluang kerja sama dan pengembangan bisnis. Adapun yang terakhir adalah integritas, yakni komitmen untuk menjaga kepercayaan dalam menjalankan usaha.Ia menegaskan bahwa ide besar tidak akan berarti tanpa eksekusi. Sebaliknya, ide sederhana yang dijalankan dengan konsisten dapat berkembang menjadi bisnis yang besar.
Baca juga: Afifi Abdul Wadud: Syahwat dan Syubhat Ancaman Besar bagi Hati Seorang Mukmin

Kampus sebagai Lahirnya Inovator Masa Depan
Di akhir kajian, Wahyu menyampaikan optimismenya terhadap potensi mahasiswa dalam menciptakan inovasi dan peluang usaha di masa depan. Menurutnya, lingkungan kampus merupakan tempat yang sangat strategis untuk melahirkan para inovator dan pengusaha muda.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya percaya inovator dan pengusaha besar di masa depan bisa lahir dari kampus ini, dari mahasiswa yang hari ini hadir di Masjid Kampus UGM,” tutupnya.