Pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar di Indonesia, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di tengah berbagai persoalan akses dan pemahaman masyarakat mengenai sistem jaminan kesehatan nasional, konsep gotong royong dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh warga negara.
Kajian Jogja
Masjid Kampus UGM kembali menyelenggarakan Webinar Integrasi Ilmu dan Agama dengan tema besar “Studi Pembangunan Nasional” pada Rabu (22/4). Pada kesempatan ini, diskusi mengangkat topik strategis bertajuk “Hilirisasi Industri sebagai Agenda Prioritas Nasional: Strategi Pembangunan dalam Kerangka Islam”, yang disampaikan oleh Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Industri, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Perang Timur tengah masih belum lengah untuk diperbincangkan seiring dengan banyaknya dimensi yang menarik dikupas. Salah satu aspek yang dapat ditinjau ialah menilik legalitas serangan udara serta hukum internasionalnya yang tidak lepas dari kompleksitas aktor di dalamnya. Sehubungan dengan hal ini, dosen Departemen Hubungan Internasional FH UGM, Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M., Ph.D., menyebutkan sejak Juni 2025 telah banyak peristiwa yang berguguran.
Kebijakan efisiensi anggaran pendidikan berpotensi menekan kualitas pembangunan sumber daya manusia (SDM) jika tidak dilakukan secara hati-hati. Guru Besar Bidang Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Prof. Dr. R. Agus Sartono, M.B.A. mengingatkan bahwa pendidikan merupakan sektor strategis yang tidak boleh menjadi korban penghematan fiskal. Hal itu ia tegaskan pada Webinar Integrasi Ilmu-Agama Seri Studi Pembangunan Nasional dengan tema “Implikasi Efisiensi Anggaran Pendidikan terhadap Pembangunan Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Islam” pada Rabu (15/4).
“Cinta yang sehat itu punya arah, punya tanggung jawab, punya batasan, dan punya komitmen,” ujar Konsultan Jodoh, Maulana Umar In’amul Hasan, S.H., M.H., mengawali kajian Sakinah Academy di Ruang Utama Masjid Kampus UGM, Senin (13/4). Di hadapan jemaah, Umar menekankan bahwa segala sesuatu yang berada di luar koridor tersebut barulah sebatas “bunga-bunga” perasaan yang belum tentu berujung pada kebaikan. Ia mengingatkan bahwa banyak individu terjebak dalam kebingungan menafsirkan getaran di hati, hingga akhirnya terjebak dalam overthinking yang melelahkan.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Webinar Integrasi Ilmu-Agama (WIIA) pada Rabu (8/4) yang disiarkan melalui kanal YouTube Masjid Kampus UGM. Dalam Seri Studi Pembangunan Nasional kali ini, tema yang diangkat adalah “Islam dan Ketahanan Pangan: Menimbang Program Makan Bergizi Gratis sebagai Pilihan Kebijakan Prioritas”, dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM sebagai narasumber.
Pada Jumat (3/4), khotbah disampaikan oleh Dosen Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi UGM, Ghifari Yuristiadhi, S.S., M.A., M.M., C.H.E. yang mengangkat tema “Takwa yang Berkelanjutan”.
Cara seseorang memandang kehidupan ternyata dapat memengaruhi perilaku dan pada akhirnya membentuk realitas yang dialaminya. Namun dalam perspektif Islam, keyakinan manusia tetap harus ditempatkan dalam bingkai iman dan kehendak Allah. Hal tersebut disampaikan oleh dosen Fakultas Psikologi UGM, Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A., dalam Kajian SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) di Masjid Kampus UGM pada Senin (16/3).
Rektor UIN Sunan Kalijaga. Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. menegaskan pentingnya integritas dan kejujuran dalam dunia akademik di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal tersebut disampaikan dalam Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM pada Ahad (15/3) dengan tajuk “Etika, Integritas, dan Tantangan Pendidikan Tinggi di Indonesia”.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa tujuan utama ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk manusia yang bertakwa. Takwa, menurutnya, berkaitan erat dengan nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
Kajian SAMUDRA menjelang berbuka puasa pada Ahad (15/3) di Masjid Kampus UGM menghadirkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Ir. Teuku Faisal Fatani, Ph.D., yang mengajak jemaah memahami perubahan iklim sebagai tantangan besar bagi peradaban manusia. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa dunia saat ini tidak hanya menghadapi peperangan bersenjata, tetapi juga “perang” melawan perubahan iklim yang dampaknya dapat meruntuhkan peradaban.