Pada Kamis, 2 Oktober 2025, Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Kamis Sore yang menghadirkan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. Acara ini diikuti oleh ratusan jamaah yang memenuhi ruang utama masjid. Dengan tema “Ketika Ibadah Bukan Lagi Beban tetapi Kebutuhan”, kajian ini berhasil membuka pandangan baru bagi banyak orang tentang bagaimana memaknai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian Jogja
Feri Amsari dalam acara Masjid Kampus UGM Public Lecture yang diselenggarakan pada Sabtu (27/9) menyatakan bahwa persoalan inti yang terjadi di Pati bukan sekedar kenaikan pajak, melainkan juga arogansi Bupati yang kian menjauhkan solusi. Oleh karena itu, perlu reformasi tata perilaku politisi dan wacana Californian demokrasi yaitu konsep recall by the people sebagai tawaran jangka panjang bagi rakyat.
Dr. Ridwan Saptoto, S.Si., M.A., Psikolog. mengisi Kajian Kamis Sore di Masjid Kampus UGM. Dengan nada tenang namun tegas, ia mengangkat topik yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu “Menuhankan Uang: Hilangnya Marwah Manusia Akibat Materialisme.”
Dalam paparannya, Ridwan mengingatkan bahwa zaman modern menghadirkan bentuk “kesyirikan” baru. Jika dulu manusia menyembah berhala, kini banyak yang justru “menyembah” uang. Fenomena itu, katanya, terlihat jelas di berbagai kasus: mulai dari korupsi kuota haji hingga gaya hidup yang mengukur harga diri dari kendaraan yang dikendarai.
Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar webinar serial “Integrasi Ilmu-Agama” dengan tema studi kebudayaan pada Rabu, 24 September 2024. Webinar sesi ketiga ini menghadirkan Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., seorang dosen dari Departemen Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya UGM. Acara yang diselenggarakan langsung melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal YouTube Masjid Kampus UGM ini mengangkat tema “Kebudayaan Profetik sebagai Alternatif Peradaban: Kritik terhadap Budaya Materialistik dan Individualistik”.
Dalam pemaparannya, Imam menyampaikan gagasan bahwa kebudayaan profetik seharusnya tidak hanya dianggap sebagai alternatif, melainkan sebagai solusi utama bagi peradaban. Beliau menekankan bahwa budaya profetik dapat mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh budaya materialistik dan individualistik yang berkembang di tengah masyarakat saat ini.
Masjid Kampus UGM menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1447 H pada Ahad (21/9) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mengusung tema “Adab sebagai Pilar Peradaban: Meneladani Rasulullah dalam Pendidikan Karakter Umat Islam.” Tema ini dipilih sebagai respons atas kondisi zaman modern, di mana ilmu kerap direduksi menjadi sekadar instrumen pragmatis tanpa diiringi orientasi adab yang kuat.
Berangkat dari masalah perhitungan waris yang kompleks, Dr. Ahmad Bunyan Wahib menjelaskan terkait siapa saja yang termasuk kategori ahli waris dan seperti apa bagiannya, kemudian dilanjutkan bagaimana gambaran perhitungan bagian setiap ahli waris. Selain itu, tak lupa beliau juga memberikan beberapa hal yang menjadi penghalang seorang ahli waris tidak dapat menerima bagiannya. Kajian ini ditutup dengan paparan contoh praktik pembagian ahli waris dalam kehidupan nyata.
Dalam rangka memperingati tahun ketiga sejak mulai dilaksanakannya kajian Women Institute Indonesia (WII), Masjid Kampus UGM kembali menggelar kajian muslimah ini pada Sabtu (20/9/2025) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Pembicara yang dihadirkan adalah Dewi Nur Aisyah, M.Sc., DIC., Ph.D., seorang ahli epidemiologi dan informatika, serta penulis buku Awe-Inspiring Us yang menginspirasi banyak pembacanya. Tema yang diangkat berkaitan dengan kegelisahan yang sering dialami para muslimah, yaitu “Perempuan, Dunia, dan Jalan Pulang yang Sering Kita Lupakan”.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Webinar Integrasi Ilmu dan Agama dengan menghadirkan Dr. Budi Irawanto, S.IP., M.A., dosen Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM. Webinar ini mengangkat tema “Estetika Profetik: Imajinasi Kesenian Islami sebagai Medium Transformasi Sosial”, yang menyoroti bagaimana seni islami tidak sekadar menampilkan keindahan visual, tetapi juga menjadi sarana spiritual dan pembebasan sosial.
Menurut Budi, estetika dalam tradisi Islam lahir dari kesadaran tauhid dan spiritualitas, berbeda dengan estetika Barat yang kerap menekankan aspek material dan bentuk. “Keindahan dalam Islam tidak berhenti pada wujud karya seni semata, melainkan mengajak manusia merenung dan mendekat kepada Sang Pencipta,” ungkapnya.
Stres dan trauma bukan hanya pengalaman individu, melainkan memengaruhi kehidupan keluarga. Topik ini dibahas dalam Kajian Sakinah Academy dengan tema “Pengaruh Stress dan Trauma pada Keluarga”. Kajian ini diselenggarakan pada Kamis, 15 September 2025 di Ruang Utama Masjid Kampus Lantai 1 yang menghadirkan Muhammad Zaki Afif, S.Psi., M.Psi., Konselor Lembaga Advokasi Keluarga Indonesia (LAKI) sebagai pembicara.
Sebagai awalan, Zaki mengingatkan bahwasannya ada sebuah kesempatan yang sangat mewah untuk bisa masuk ke surga dan itu tidaklah sendirian. Beliau mengatakan ini sesuai dengan firman Allah surat Ar-Ra’d ayat 23 di mana manusia dapat memasuki surga bersama orang saleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan.
Isu kekerasan aparat yang baru-baru ini terjadi menjadi sebuah topik menarik untuk dibahas pada kajian kamis sore yang menghadirkan Dr. Muh. Fatahillah Akbar, S.H., LL.M., Dosen Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum UGM. Kajian ini dilaksanakan pada hari kamis (11/9) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM.
Menurut Fatahillah, kepolisian sebagai bagian dari lembaga konstitusional memiliki kewenangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, namun praktiknya kerap melanggar prosedur sehingga menciptakan kekerasan berulang dan menunjukkan adanya grey area dalam penegakan hukum. Oleh karena itu dibutuhkan pembatasan dan pengawasan agar kewenangan tersebut tidak disalahgunakan.