• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Diskusi Paradigma Profetik
Arsip:

Diskusi Paradigma Profetik

Sintesis Epistemologis: Bagaimana Antropologi Profetik Mengubah Paradigma Studi Manusia Modern

Diskusi Paradigma Profetik Kamis, 27 Agustus 2026

Integrasi antara wahyu dan ilmu pengetahuan dinilai perlu dibangun melalui kerangka keilmuan yang sistematis agar tidak berhenti sebagai gagasan normatif. Dalam konteks Islam, wahyu dapat ditempatkan sebagai salah satu basis dalam membangun ilmu pengetahuan, termasuk antropologi, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip keilmuan.

Gagasan tersebut dibahas dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama Seri Studi: Antropologi Profetik sesi ketiga yang diselenggarakan Masjid Kampus UGM secara daring pada Rabu (19/8). Kegiatan bertajuk “Paradigma Profetik Islam: Basis Filosofis” tersebut menghadirkan Prof. Drs. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., Ph.D., Guru Besar Antropologi dan Seni Budaya UGM, dengan Dr. Arqom Kuswanjono, S.S., M.Hum. sebagai penanggap.

Masihkah Sains Butuh Wahyu? Membedah Ulang Dikotomi Ilmu dan Agama di Era Modern

Diskusi Paradigma Profetik Kamis, 20 Agustus 2026

Masjid tidak hanya menjadi ruang pembelajaran keagamaan, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya gagasan yang mempertemukan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. Gagasan tersebut dibahas dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama Seri Studi: Antropologi Profetik sesi kedua yang diselenggarakan Masjid Kampus UGM secara daring pada Rabu (12/8). Kegiatan bertajuk “Paradigma Profetik Islam: Basis Filosofis” tersebut menghadirkan Prof. Drs. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., Ph.D., Guru Besar Antropologi dan Seni Budaya UGM, dengan Dr. Arqom Kuswanjono, S.S., M.Hum. sebagai penanggap.

Dalam pemaparannya, Heddy menjelaskan bahwa gagasan mengenai paradigma profetik dan ilmu sosial profetik sebelumnya telah diperkenalkan oleh Prof. Kuntowijoyo. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah bagian yang perlu dikembangkan, terutama berkaitan dengan konsep paradigma, unsur-unsur paradigma, basis epistemologis, serta implikasinya terhadap kegiatan keilmuan.

Salah Kaprah Selama Ini! Guru Besar UGM Sebut Konsep ‘Islamisasi Ilmu’ Ternyata Keliru?

Diskusi Paradigma Profetik Senin, 10 Agustus 2026

Selama ini banyak orang mengenal istilah “islamisasi ilmu pengetahuan” sebagai cara mempertemukan Islam dengan sains modern. Namun, di UGM, gagasan itu justru dibalik: bukan ilmu yang diislamkan, melainkan Islam yang diilmukan. Pandangan ini disampaikan Prof. Drs. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., Ph.D., Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada, dalam Webinar Integrasi Ilmu Agama bertajuk “Paradigma Profetik UGM: Sejarah Singkat” yang diselenggarakan Masjid Kampus UGM secara daring pada Rabu sore. Kajian ini menjadi sesi pembuka dari rangkaian delapan pertemuan yang akan membahas pengembangan antropologi profetik. (05/08)

Ketua Senat Akademik Filsafat UGM Bongkar Rahasia Lawan Hoaks: Jarimu Bisa Jadi Harimaumu di Era Post-Truth

Diskusi Paradigma Profetik Senin, 3 Agustus 2026

Kebenaran yang benar sekalipun akan sia-sia jika tidak sampai memengaruhi orang lain, sementara persuasi yang kuat tanpa dasar kebenaran hanya akan kehilangan integritas. Pesan penting ini disampaikan Prof. Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts., Ketua Senat Akademik Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, dalam sesi keempat sekaligus penutup Webinar Integrasi Ilmu-Agama bertajuk “Sintesis Akhir: Modal Nalar Kritis Menuju Aksi Sosial” yang diselenggarakan Masjid Kampus UGM bersama Jama’ah Shalahuddin UGM secara daring pada rabu sore (29/7).

Kajian ini menjadi puncak dari rangkaian empat pertemuan seri studi dialektika, logika, dan retorika Islam sepanjang bulan juli 2026. Acara dipandu oleh moderator Syahri Nurizki dan turut menghadirkan Dr. Arqom Kuswanjono sebagai Kepala Pusat Kajian Paradigma Profetik Masjid Kampus UGM.

“No Viral, No Justice”? Guru Besar Filsafat UGM: Kebenaran Tidak Boleh Kalah oleh Algoritma

Diskusi Paradigma Profetik Senin, 27 Juli 2026

Sebuah gagasan benar akan sia-sia jika disampaikan dengan cara yang salah. Pesan sekuat apa pun tidak akan berdaya memengaruhi orang lain apabila metode penyampaiannya tidak tepat. Pandangan ini disampaikan Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts., Ketua Senat Akademik Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, dalam Kajian Kamis Sore Masjid Kampus UGM bertajuk “Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama ~ Seri Studi: Dialektika, Logika, dan Retorika Islam” yang berlangsung Kamis (23/7).

Tradisi Mantik dalam Islam: Prof. Mukhtasar Jelaskan Peran Logika Yunani dalam Formulasi Nalar Hukum dan Teologi

Diskusi Paradigma Profetik Jumat, 17 Juli 2026

Memahami paradigma berpikir yang di dalam ilmu Filsafat Islam merupakan bagian dari memformulasikan cara berpikir atau logika ilmu mantik. Melalui tema “Tradisi Mantik dan Formulasi Nalar Hukum-Teologi”, Ketua Senat Akademik Fakultas Filsafat UGM, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts., mengisi Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama, Rabu (16/7).

Benarkah Filsafat Merusak Iman? Guru Besar Filsafat UGM Ungkap Fakta Sebaliknya

Diskusi Paradigma Profetik Senin, 13 Juli 2026

Anggapan bahwa mempelajari logika dan filsafat dapat menjauhkan seseorang dari agama ternyata keliru. Justru sebaliknya, kemampuan berpikir logis dapat memperkuat pemahaman dan keyakinan seseorang terhadap ajaran agamanya. Hal ini disampaikan Prof. M. Mukhtasar Syamsuddin, Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, dalam Webinar Integrasi Ilmu dan Agama bertajuk “Pengantar Dialektika dan Adopsi Epistemologi Klasik” yang diselenggarakan Masjid Kampus UGM secara daring pada Rabu (8/7) sore.

Guru Besar Fisipol UGM Bahas Nasionalisme Indonesia di Era Digital dalam Menghadapi Narasi Kebencian

Diskusi Paradigma Profetik Selasa, 30 Juni 2026

Nasionalisme Indonesia di era digital menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi dan maraknya penyebaran narasi kebencian di media digital. Diskusi ini dibahas dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama (WIIA) Seri Studi Pancasila, Rabu (24/6). Kesempatan ini dibersamai oleh Prof. Nyarwi Ahmad, S.IP., M.Si., Ph.D., dalam tema “Masa Depan Nasionalisme Indonesia dalam Menghadapi Narasi Kebencian Digital.”

Kepala PSP UGM: Pancasila Harus Menjadi Kompas Etik Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Diskusi Paradigma Profetik Kamis, 11 Juni 2026

Pancasila, ilmu pengetahuan, dan agama memiliki keterkaitan penting dalam membangun kultur akademik di perguruan tinggi. Nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga dapat menjadi pedoman etik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya akademik. Hal ini dibahas dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama (WIIA) Masjid Kampus UGM dengan tema “Reaktualisasi Pancasila dalam Pengembangan Kultur Keilmuan di Ruang Akademik”, Rabu (10/6).

Yudi Latief Kupas Miskonsepsi Pancasila dan Islam

Yudi Latif Bongkar Miskonsepsi tentang Hubungan Pancasila dan Islam

Diskusi Paradigma Profetik Jumat, 5 Juni 2026

Nilai-nilai Islam dan Pancasila sejatinya tidak perlu dipertentangkan. Keduanya memiliki orientasi yang sama, yakni menghadirkan kehidupan yang adil, bermartabat, dan penuh kemaslahatan bagi masyarakat. Gagasan tersebut disampaikan oleh Yudi Latif, M.A., Ph.D. dalam Webinar Integrasi Ilmu dan Agama (WIIA) yang diselenggarakan Masjid Kampus UGM dengan tema “Aktualisasi Nilai Islam dan Kebangsaan dalam Merumuskan Kebijakan Publik.”

123…6

Artikel Terbaru

  • Mengurai Patologi Eksklusivitas: Bagaimana Model Kepemimpinan Rasulullah Menjawab Tantangan Keadilan Publik
  • Sintesis Epistemologis: Bagaimana Antropologi Profetik Mengubah Paradigma Studi Manusia Modern
  • Bukan Sekadar Gaya Hidup: Mengapa Kesalahan Finansial Rumah Tangga Merupakan Kegagalan Desain Insentif Domestik
  • Isra Mi’raj dan Batas Pengetahuan Manusia
  • Kemerdekaan Cuma Milik Elite? Dekonstruksi Makna Kemerdekaan di Tengah Jurang Ketimpangan Struktural
Universitas Gadjah Mada

Masjid Kampus UGM

Jl. Tevesia Bulaksumur No.1, 55281 Depok DIY

masjidkampus@ugm.ac.id
0812-2540-0933
@masjidkampusugm

© Takmir Masjid Kampus UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY