• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Diskusi Paradigma Profetik
  • Dewan Pengarah PSE UGM Dorong Yogyakarta Menjadi Hydrogen Valley Nasional

Dewan Pengarah PSE UGM Dorong Yogyakarta Menjadi Hydrogen Valley Nasional

  • Diskusi Paradigma Profetik
  • 15 Januari 2026, 16.10
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama Seri Studi Energi dengan tajuk “Hidrogen sebagai Sumber Energi Masa Depan: Studi tentang Transisi Energi Berkelanjutan dalam Kerangka Islam” diselenggarakan pada Rabu (14/1) secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube Masjid Kampus UGM. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr.Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. Dewan Pengarah Pusat Studi Energi UGM sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Deendarlianto menegaskan bahwa hidrogen merupakan salah satu sumber energi strategis masa depan yang berpotensi besar mendukung transisi energi berkelanjutan sekaligus menjadi sarana perwujudan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Ia menjelaskan bahwa dalam kebijakan energi nasional, hidrogen saat ini dikategorikan sebagai new energy, meskipun secara siklus alamiah termasuk energi terbarukan.

“Hidrogen adalah ilmu dunia yang mengantarkan manusia menuju akhirat. Kontribusinya sangat besar dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat karena tidak menghasilkan emisi karbon dioksida,” ungkapnya.

Deendarlianto mengawali kajian dengan menekankan keterkaitan erat antara hidrogen, energi, dan kehidupan. Sebagai unsur paling sederhana dan ringan, hidrogen merupakan penyusun utama air yang menjadi sumber kehidupan. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kesempurnaan sistem alam ciptaan Allah Swt. dan mengajak manusia untuk bertafakur melalui penguasaan ilmu pengetahuan.

Baca juga: Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba

Ia juga mengaitkan kajian hidrogen dengan perspektif Al-Qur’an, di antaranya Surah Al-Anbiya ayat 30 yang menegaskan bahwa dari air Allah menjadikan segala sesuatu yang hidup, serta Surah Al-Baqarah ayat 30 tentang amanah manusia sebagai khalifah di bumi. “Menguasai teknologi energi, termasuk hidrogen, adalah bagian dari tanggung jawab keimanan untuk memakmurkan dan menjaga keseimbangan alam,” jelasnya.

Dari sisi keilmuan, Deendarlianto memaparkan peran hidrogen sebagai energy carrier yang mampu menyimpan dan mendistribusikan energi dari berbagai sumber terbarukan seperti matahari, angin, air, dan biomassa. Hidrogen dinilai mampu menjawab tantangan intermitensi energi terbarukan serta menjadi solusi dekarbonisasi di sektor industri, transportasi, dan pembangkit listrik.

Ia menjelaskan klasifikasi hidrogen berdasarkan proses produksinya, yakni hidrogen abu-abu, biru, dan hijau. Hidrogen hijau dinilai paling ideal karena dihasilkan melalui elektrolisis air dengan sumber energi terbarukan dan tidak menghasilkan emisi karbon. Selain itu, hidrogen memiliki nilai kalor yang sangat tinggi, bahkan mencapai tiga kali lipat bensin, sehingga potensial secara energi dan ekonomi.

Namun demikian, Deendarlianto mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan hidrogen, mulai dari biaya produksi yang relatif tinggi, kesiapan teknologi penyimpanan dan distribusi, hingga dukungan regulasi yang belum optimal. Ia menegaskan bahwa tantangan tersebut justru menjadi medan jihad intelektual bagi umat Islam melalui riset yang serius, berkelanjutan, dan berbasis sains.

Dalam konteks nasional, ia memaparkan proyeksi Pusat Studi Energi UGM terkait peningkatan kebutuhan hidrogen Indonesia hingga tahun 2060 seiring target net zero emission. Pemanfaatan hidrogen diproyeksikan mampu mengurangi emisi CO₂ hingga lebih dari 100 juta ton serta memperkuat ketahanan energi nasional. Meski demikian, ia menilai target net zero Indonesia pada 2060 sudah realistis mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan disparitas energi antarwilayah.

“Energi bukan hanya soal ketersediaan listrik, tetapi juga kualitas dan pemerataan. Daerah yang masih mengalami energy poverty harus menjadi prioritas sebelum kita berbicara transisi energi skala besar,” tegasnya.

Menutup pemaparan, Deendarlianto menyampaikan harapannya agar UGM dapat menjadi pionir pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia. Ia bahkan mencetuskan gagasan Yogyakarta sebagai Hydrogen Valley, pusat riset dan inovasi hidrogen nasional yang terintegrasi antara sains, teknologi, dan nilai-nilai spiritual.

“Dunia sedang berlomba menguasai energi masa depan. Sudah saatnya umat Islam mengambil peran lebih besar melalui penguasaan ilmu pengetahuan, riset yang unggul, dan komitmen menjaga alam sebagai amanah Ilahi,” pungkasnya. (Aulia Mahdini)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Ini Tiga Kunci Hidup Bermakna Menurut Syatori Abdurrauf
  • Sambut Ramadan, Syatori Abdurrauf Ajak Jemaah Kelola Hati dan Kendalikan Diri
  • Abduh Tuasikal Ajak Jemaah Renungi Keutamaan Ibadah Puasa sebagai Sebab Utama Menggapai Takwa
  • Pengasuh PPTQ Az-Zakiyyah Yogyakarta Tekankan Kesehatan dalam Perspektif Tauhid
  • Ekonom UGM Soroti Kesenjangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pasar Kerja Pascakrisis
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY