Sakinah Academy kembali digelar pada Senin (6/4) dengan mengangkat seri Journey of Love and Self-Discovery. Kajian ini menghadirkan Sulaiman Rasyid, S.T., seorang praktisi parenting dan pembinaan keluarga, dengan tema “Redefining Love: Menata Prioritas dan Makna Cinta Secara Sehat dan Bertumbuh”. Tema tersebut menyoroti fenomena relasi modern yang kerap dibangun tanpa arah dan prioritas yang jelas, sehingga alih-alih menumbuhkan, justru melahirkan kebingungan serta luka batin.
Ramadan Public Lecture (RPL) yang digelar pada Kamis (26/02) di Masjid Kampus UGM menghadirkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Ibnu Basuki Widodo, S.H., M.H. Mengangkat tema “Quo Vadis Pemberantasan Korupsi Indonesia, Masih Adakah Ruang bagi Optimisme?”, ia mengajak jemaah menimbang kembali arah perjuangan melawan korupsi di tengah tantangan yang kian kompleks.
“Di akhirat kelak, setiap orang akan berdiri di atas kakinya sendiri. Tidak ada bantuan yang datang, dan tidak ada hakim yang bisa disuap.”
Dalam kajian SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan), Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., Dekan Fakultas Hukum UGM, memaparkan topik “Merestorasi Budaya Hukum Indonesia” pada Kamis (26/02).
Kajian yang berlangsung menjelang waktu berbuka ini membedah berbagai persoalan hukum nasional, mulai dari lemahnya integritas hingga merosotnya moralitas dalam penegakan hukum.
“Apapun yang kita lakukan harus berpegang teguh pada niat karena kunci kemenangan jiwa adalah memahami maksud hati agar kita dapat menentukan niat yang benar.”
Demikian salah satu penekanan yang disampaikan oleh Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, President of the International Association of Muslim Psychologist, dalam agenda Mimbar Subuh hari kelima Ramadan, Sabtu (22/2). Kajian bertajuk “Menjadi Muslim Tangguh Akhir Zaman dengan Menjaga Cahaya Iman” tersebut mengajak jamaah merefleksikan cara menjaga ketenangan jiwa di tengah berbagai kesulitan zaman.
Dengan bahasa yang ringan namun menyentuh, Bagus menekankan bahwa kekuatan seorang Muslim tidak hanya terletak pada capaian lahiriah, melainkan pada kejernihan hati dan kelurusan niat.
Ramadan Public Lecture (RPL) yang diselenggarakan panitia Ramadhan di Kampus (RDK) pada Sabtu (21/2) menghadirkan Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P., ahli ekonomi syariahdengan membawakan topik “Ekonomi Inklusif dan Mobilitas Sosial dalam Pembangunan Manusia Indonesia”. Dalam pemaparannya, Adiwarman menyajikan materi dengan kuis interaktif dengan sejumlah hadiah menarik.
Di tengah meningkatnya isu kesehatan mental dan derasnya arus distraksi digital, sebuah pertanyaan mengemuka: benarkah puasa memiliki dampak nyata bagi ketenangan jiwa? Pertanyaan itu menjadi benang merah dalam Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) pada Sabtu (21/02) yang berlangsung secara dinamis dengan mengusung tema “Hikmah Puasa untuk Menjaga Kesehatan Mental” dan diselenggarakan di Masjid Kampus UGM. Dosen Fakultas Psikologi UGM, Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog hadir membawakan topik kesehatan mental yang kini tengah menjadi perhatian publik.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Pra-Ramadan pada Kamis (12/2) dengan tema “Sunah Rasul sebagai Fondasi Peningkatan Kualitas Ibadah”. Kajian ini menghadirkan Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, Dr. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Ahmad Zuhdi menegaskan bahwa Alquran merupakan sumber hukum tertinggi dalam Islam, namun sunah Rasul memiliki peran penting dalam menjelaskan rincian ajaran syariat yang bersifat global.
“Dalam Islam sumber syariat tertinggi adalah Alquran. Di bawahnya adalah hadis atau sunah Rasul. Banyak perintah dalam Alquran yang sifatnya global dan Nabi yang merinci,” ujarnya.
Ia mencontohkan perintah salat dalam Alquran yang tidak menjelaskan jumlah rakaat maupun tata caranya, sehingga umat Islam harus merujuk pada praktik Nabi Muhammad saw.
Di tengah cara hidup modern yang serba cepat contoh makan instan, kerja panjang, kurang istirahat karena itu kesehatan sering dipahami sebatas urusan medis. Padahal, dalam Islam, sehat dan sakit bukan hanya soal tubuh, tapi juga soal iman. Inilah benang merah yang disampaikan Tulus Tri Prasetya, S.Kep., Ns., M.B.A., Pengasuh PPTQ Az-Zakiyyah Yogyakarta, dalam khutbah Jumat di Ruang Utama Masjid Kampus UGM, Jumat (30/1), dengan tema “Kesehatan, Ilmu, dan Tauhid: Islam dalam Praktik Pelayanan Kemanusiaan.”
Isu energi tidak lagi sekadar persoalan teknis, tetapi telah menjadi persoalan moral dan peradaban. Hal itu dijelaskan dalam Webinar Integrasi Ilmu dan Agama Seri Studi Energi bertajuk “Strategi Pengembangan Sistem Energi Nuklir di Indonesia dalam Perspektif Islam” yang diselenggarakan pada Rabu (21/1) via Zoom Meeting.
Keanekaragaman hayati bukan sekadar kekayaan alam yang dapat dibanggakan, melainkan tanda nyata kebesaran Allah yang seharusnya mengantarkan manusia pada kesadaran iman dan tanggung jawab moral. Pesan inilah yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D. dalam khotbah jumat di Masjid Kampus UGM. Melalui tema “Tanda Keagungan Allah dalam Keanekaragaman Hayati“, khotbah ini mengajak jemaah untuk memandang alam bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai ayat-ayat Allah yang hidup dan berbicara kepada manusia.