Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Dr. (H.C.) Drs. Muhammad Jusuf Kalla, menghadiri Ramadan Public Lecture (RPL) sebagai pembicara pada Kamis (5/3) di Masjid Kampus UGM. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar” di hadapan jemaah salat Isya dan Tarawih.
ugm
Isu Palestina kembali menjadi pengingat penting bagi umat Islam tentang posisi hati dan kualitas keimanan. Dalam khotbah Jumat bertajuk “Ketika Palestina Masih Mengetuk: Bagaimanakah Ketetapan Hati Seorang Mukmin?”, Dosen Departemen Hukum Internasional FH UGM, Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M., Ph.D. mengajak jemaah merefleksikan persoalan Palestina bukan sekadar isu geopolitik, melainkan batu uji keteguhan hati seorang mukmin.
Di awal khotbahnya, Fajri mengangkat kisah sejarah Perang Surabaya 1945. Ia menyinggung bagaimana media Barat kala itu melabeli para pejuang Indonesia sebagai “muslim fanatics” dan menyebut tokoh perjuangan sebagai “terrorist leader”.
“Sejarah itu sering berulang, meskipun tidak dengan cara yang sama persis,” ujarnya.
Kegiatan Ramadan di UGM merupakan suatu momentum yang menjadi rutinitas kampus ini setiap tahunnya. Tahun ini, rangkaian kegiatan Ramadan UGM diawali dengan acara Grand Opening yang dilaksanakan pada Selasa (17/2) bertempat di Grha Sabha Pramana.
Mengangkat tema “Ramadan Membentuk Moderasi Beragama: Pendekatan Tafsir untuk Membangun Karakter Sivitas Akademika yang Inklusif dan Berdampak,” pada Grand Opening kali ini, UGM menghadirkan Drs. Wijayanto, M.A., sebagai narasumber utama.
Puasa di bulan Ramadan tidak semata dimaknai sebagai praktik menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai mekanisme pembentukan manusia secara utuh, meliputi aspek fisik, mental, dan spiritual. Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer, FINASIM, S.E., M.M., AIFO-K, Dokter sekaligus Dosen Departemen Penyakit Dalam FK-KMK UGM, dalam Kajian Pra-Ramadan yang digelar di Masjid Kampus UGM, Kamis (5/2).
Dalam kajian bertajuk “Ramadan dan Kesehatan Holistik: Menjaga Keseimbangan Fisik, Mental, dan Spiritual” itu, Probosuseno menegaskan bahwa puasa merupakan instrumen ilahiah yang dirancang untuk memulihkan manusia dari berbagai persoalan mendasar kehidupan. Pemulihan tersebut, menurutnya, tidak hanya menyentuh dimensi biologis, tetapi juga psikis dan spiritual.
Praktik pembangunan berbasis ekstraktivisme dinilai menjadi akar persoalan kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc., Ketua Senat Akademik Fakultas Kehutanan UGM, dalam Kajian Kamis Sore Masjid Kampus UGM bertema “Keadilan Ekologis: Kritik atas Ekstraktivisme dan Degradasi Lingkungan”, Kamis 15/1).
Masjid Kampus UGM menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1447 H pada Ahad (21/9) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mengusung tema “Adab sebagai Pilar Peradaban: Meneladani Rasulullah dalam Pendidikan Karakter Umat Islam.” Tema ini dipilih sebagai respons atas kondisi zaman modern, di mana ilmu kerap direduksi menjadi sekadar instrumen pragmatis tanpa diiringi orientasi adab yang kuat.