• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Sakinah Academy
  • Rangga Almahendra: Bisnis Keluarga Tidak Cukup dengan Passion

Rangga Almahendra: Bisnis Keluarga Tidak Cukup dengan Passion

  • Sakinah Academy
  • 21 Januari 2026, 13.45
  • Oleh: safitriingka
  • 0

Pada Sakinah Academy (19/1), Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M. (Dosen Departemen Manajemen FEB UGM) menyampaikan materi mengenai “Strategi Bisnis Keluarga dalam Menghadapi Dinamika Pasar dan Keberlanjutan Ekonomi Rumah Tangga”. Kajian tersebut berangkat dari pengalaman beliau dalam membangun usaha bersama istrinya, yang kemudian melahirkan sejumlah karya berupa buku dan film.

Dalam pemaparannya, Rangga menekankan pentingnya kembali pada akar bisnis keluarga. Ia menjelaskan perbedaan cara pandang bisnis dalam konsep homo economicus dan homo islamicus. Menurutnya, bisnis dalam ekonomi konvensional cenderung berorientasi pada keuntungan pribadi. Sementara dalam Islam, bisnis tidak hanya bertujuan mencari profit, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menyebut, ketika bisnis dijalankan dengan orientasi kemaslahatan, keuntungan akan mengikuti. Tidak hanya itu, Ia menyampaikan bahwa bisnis dalam perspektif Islam bersifat jangka panjang tepatnya sebagai investasi abadi, yang nilainya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga di akhirat.

Lebih lanjut, terkait dinamika pasar, Rangga menegaskan bahwa bisnis perlu fokus pada penciptaan nilai. Dalam konteks bisnis keluarga, khususnya yang dijalankan pasangan suami istri, ia menilai bahwa hubungan personal menjadi faktor penting. Ia menyarankan agar pasangan tidak hanya mengandalkan passion, tetapi membangun hubungan berbasis pertemanan. Menurutnya, rasa nyaman dan saling mendukung menjadi pondasi penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Baca juga: Dosen DTETI FT UGM Ingatkan Risiko Jika Ulama Tidak Terlibat dalam Menjawab Isu Kontemporer

Dalam kajian tersebut, Rangga turut menyinggung kerangka VUCA yang menggambarkan kondisi pasar saat ini, yakni volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Ia menjelaskan bahwa perubahan harga yang cepat mencerminkan volatilitas pasar, sementara ketidakjelasan arah perubahan menunjukkan adanya ketidakpastian. Kompleksitas muncul dari banyaknya faktor yang saling berkaitan, yang kemudian memunculkan situasi yang ambigu.

Untuk merespons kondisi tersebut, Rangga memaparkan beberapa pendekatan. Volatilitas perlu dihadapi dengan visi yang jelas agar bisnis memiliki arah. Ketidakpastian perlu dihadapi dengan pemahaman terhadap kondisi internal usaha, seperti sumber daya, karyawan, produk, dan lingkungan bisnis. Kompleksitas menuntut fokus dan kejelasan prioritas bisnis, sementara ambiguitas menuntut kelincahan dalam merespons perubahan lingkungan bisnis.

Menutup kajian di hari tersebut, Rangga menegaskan bahwa bisnis tidak cukup hanya mengandalkan nilai atau semangat awal. Diperlukan konsistensi dalam menjalankannya. Ia juga menekankan pentingnya prinsip saling memberi dalam keluarga, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam mengelola bisnis bersama. (Safitri Ingka / Editor: Indra Oktafian Hidayat )

Post Views: 13
Tags: Kajian Jogja Kajian Kampus Jogja Kajian Maskam Jogja Masjid Kampus UGM Maskam UGM sakinah academy

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Dosen Psikologi UGM Ulas Pentingnya Mengenal Diri sebelum Memilih Pasangan
  • Dosen FEB UGM Bedah Qabḍ dan Basṭ, Ajak Jemaah Tata Sikap di Tengah Ketidakpastian
  • Dosen HI UGM Sebut Konflik Iran–AS Jadi Ujian Global, Soroti Posisi Indonesia yang Tidak Jelas
  • Eks Dirut BPJS Sebut Pemerataan Kesehatan di Daerah 3T Masih Jadi PR Besar
  • Antara Perasaan dan Rasionalitas, Fathur Jabarkan Kriteria Memilih Pasangan yang Tepat dalam Islam
Universitas Gadjah Mada

Masjid Kampus UGM

Jl. Tevesia Bulaksumur No.1, 55281 Depok DIY

masjidkampus@ugm.ac.id
0812-2540-0933
@masjidkampusugm

© Takmir Masjid Kampus UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY