Menuju bulan Ramadan, Masjid Kampus UGM mengadakan Kajian Pra-Ramadan dengan Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin) sebagai pembicara pada Senin (2/2). Kajian Pra-Ramadan ini berlangsung di Ruang Utama Masjid Kampus UGM dengan mengusung tema “Fikih Ramadan dan Etika Sosial Keumatan”.
Kajian Kampus Jogja
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Kamis Sore yang membahas tema “Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Sosial dalam Masyarakat Pascakrisis”. Kajian ini disampaikan oleh Prof. Drs. Mudrajad Kuncoro M.Soc.Sc.,Ph.D. (Guru Besar Bidang Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Sekolah Vokasi UGM) pada Kamis (29/1).
Mudrajad mengawali kajian dengan menggambarkan kondisi Indonesia yang tengah berada dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Menurutnya, Indonesia saat ini bergerak sangat cepat, penuh ketidakpastian, semakin kompleks, dan sulit diprediksi. Perubahan yang masif ini menuntut cara berpikir dan pendekatan baru dalam menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, Mudrajad menawarkan pendekatan VUCA versi solusi, yaitu Vision, Understanding, Clarity, dan Agility, sebagai bekal dalam menyikapi dinamika zaman.
Pada Sakinah Academy (19/1), Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M. (Dosen Departemen Manajemen FEB UGM) menyampaikan materi mengenai “Strategi Bisnis Keluarga dalam Menghadapi Dinamika Pasar dan Keberlanjutan Ekonomi Rumah Tangga”. Kajian tersebut berangkat dari pengalaman beliau dalam membangun usaha bersama istrinya, yang kemudian melahirkan sejumlah karya berupa buku dan film.
Topik “Sejarah Ulama sebagai Inspirasi Kehidupan Modern” disampaikan oleh Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., dosen Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya UGM, dalam khotbah Jumat pada Jumat (2/1). Pada kesempatan tersebut, beliau mengajak jemaah untuk kembali menengok teladan besar dalam Islam sekaligus merefleksikannya dengan realitas kehidupan masa kini.
Bayangkan sebuah desa di Nusantara, tempat para kiai kampung dengan bijaksana membimbing warganya menjalani kehidupan sehari-hari yang dijiwai nilai-nilai Islam. Mereka mengajarkan musyawarah, menghormati tamu, dan saling menolong tanpa pamrih. Namun, ketika sistem pemerintahan formal masuk, semua kearifan lokal itu justru terbentur tembok birokrasi yang kaku. Inilah paradoks yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A., Guru Besar Ilmu Politik dan Pemerintahan UGM, dalam webinar Integrasi Ilmu dan Agama bertema “Integrasi Nilai Islam dalam Partisipasi Masyarakat untuk Penentuan Kebijakan Tata Kelola Desa yang Berkeadilan”.
Dengan tegas, profesor yang juga pernah menjabat sebagai Rektor UNU ini menyatakan bahwa desa di Indonesia tidak dirancang untuk menjadi ruang ekspresi nilai-nilai keislaman. “Pemerintahan desa itu hanya taklukan pemerintah pusat. Desa itu melalui birokrasi pemerintah ditaklukkan sebagai bawahannya,” ujarnya membuka diskusi yang penuh dengan refleksi kritis.
Masa kanak-kanak awal atau golden age sering disebut sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Namun, tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar menerapkan pola asuh yang sama kepada anak laki-laki dan perempuan. Dalam Sakinah Public Lecture: Great Mother Sessions, Aninda, S.Psi., M.Psi.T, praktisi psikologi anak usia dini, mengajak para orang tua untuk berhenti menyamaratakan cara mendidik dan mulai memahami fitrah serta kebutuhan psikologis anak secara lebih mendalam.
Kajian Kamis Sore yang diselenggarakan di ruang utama Masjid Kampus UGM menghadirkan Dr. Muhammad Iqbal Ahnaf, M.A sebagai pemateri. Pada kesempatan kali ini, Iqbal mengajak jamaah untuk memperluas cara pandang dalam memahami peran seorang Muslim. Tidak hanya menekankan pada nilai-nilai etika, beliau juga menyoroti pentingnya keterampilan (skill) yang harus dimiliki seorang Muslim untuk mampu bertahan dan berinteraksi dalam lingkungan yang beragam.
Dalam kehidupan seorang perempuan, kesehatan reproduksi bukan sekadar urusan menstruasi atau kehamilan. Lebih dari itu, ia adalah perjalanan panjang yang dipengaruhi usia, hormon, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam kajian Sakinah Akademi Masjid Kampus UGM bersama dr. Sarrah Ayuandari, Ph.D., Sp.OG, seorang spesialis obstetri dan ginekologi yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia kesehatan perempuan. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh empati, beliau mengajak para peserta memahami tubuh mereka sendiri, hal yang sering kali terabaikan oleh banyak perempuan.
Masjid Kampus UGM menghadirkan Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin) sebagai khatib Jumat kali ini (5/12) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Tema yang diusung adalah “Allah Maha Bijaksana”, membahas Islam sebagai agama yang adil.
“Membangun Indonesia itu ibarat makan bubur panas. Harus dimulai dari pinggir-pinggir sampai nanti habis di tengah. Karena kalau langsung ke tengah, nanti lidahnya bisa melepuh karena kepanasan.”
Analogi unik tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, saat menjadi narasumber utama dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama yang diselenggarakan oleh Masjid Kampus UGM, Rabu (3/12/2025). Dalam sesi bertajuk “Pendidikan Inklusif dan Pembangunan Manusia di Daerah 3T”, Mantan Menko PMK ini menegaskan pentingnya mengubah paradigma pembangunan dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.