Anggapan bahwa mempelajari logika dan filsafat dapat menjauhkan seseorang dari agama ternyata keliru. Justru sebaliknya, kemampuan berpikir logis dapat memperkuat pemahaman dan keyakinan seseorang terhadap ajaran agamanya. Hal ini disampaikan Prof. M. Mukhtasar Syamsuddin, Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, dalam Webinar Integrasi Ilmu dan Agama bertajuk “Pengantar Dialektika dan Adopsi Epistemologi Klasik” yang diselenggarakan Masjid Kampus UGM secara daring pada Rabu (8/7) sore.
Masjid Kampus UGM
Mahasiswa sering mengeluh waktu terasa tidak pernah cukup untuk menyelesaikan tugas, organisasi, dan istirahat sekaligus. Padahal, menurut psikolog, akar masalahnya bukan semata kurangnya waktu, melainkan cara mengelolanya yang keliru sejak malam hari. Hal ini disampaikan Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A., dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, dalam Kajian Kamis Sore Masjid Kampus UGM bertajuk “Time Management sebagai Bentuk Self-Care Akademik” yang berlangsung Kamis (25/6) di Masjid Kampus UGM.
“Batas ibadah seorang hamba bukanlah selesainya Ramadan, bukan usainya ibadah haji, dan bukan pula datangnya usia tua. Batas ibadah kita yang sesungguhnya adalah kematian kita sendiri.”
Pernyataan mendalam tersebut disampaikan oleh Dai Yogyakarta, Ustaz Elan Kurniawan, S.H., M.Kn., saat menyampaikan khotbah Jumat di hadapan jemaah pada tanggal 26 Juni 2026. Dalam khotbahnya yang bertajuk “Jangan Pernah Berhenti Menjadi Orang Shalih”, beliau menyoroti fenomena penurunan semangat beribadah yang kerap terjadi pasca-momentum hari besar Islam berlalu. Beliau mengingatkan jemaah agar tidak menjadi “hamba musiman” yang hanya rajin beribadah di waktu-waktu tertentu saja.
Pancasila, ilmu pengetahuan, dan agama memiliki keterkaitan penting dalam membangun kultur akademik di perguruan tinggi. Nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga dapat menjadi pedoman etik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya akademik. Hal ini dibahas dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama (WIIA) Masjid Kampus UGM dengan tema “Reaktualisasi Pancasila dalam Pengembangan Kultur Keilmuan di Ruang Akademik”, Rabu (10/6).
Ketakutan untuk menikah semakin banyak dirasakan generasi muda, terutama akibat derasnya informasi negatif yang beredar di media sosial. Menyikapi fenomena tersebut, Masjid Kampus UGM melalui program Sakinah Akademy menggelar kajian bertajuk “Marry Scary or Are You Just Not Ready Yet? Mengenali dan Mengatasi Ketakutan Menikah secara Rasional dan Islami” dengan menghadirkan pendiri Wonderful Family Institute, Cahyadi Takariawan, S.Si. pada Senin (8/6).
Ilmu bukan sekadar sarana meraih gelar, pekerjaan, atau jabatan. Dalam pandangan Islam, ilmu merupakan cahaya yang menghidupkan hati, menuntun akal, dan mengarahkan manusia menuju kemaslahatan. Pesan inilah yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam khotbah Jumat di Masjid Kampus UGM, Jumat (29/5).
Masjid Kampus UGM bersama Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) menggelar sebuah gelar wicara bertajuk “Mengintegrasikan Layanan Spiritual, Psikologis, dan Medis: Pembelajaran dari Praktik Chaplain di Amerika Serikat”. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D. sebagai pembicara utama dan dimoderatori oleh Dosen Fakultas Psikologi UGM, Fakhirah Inayaturrabbani, S.Psi., M.A.
Perayaan Iduladha 1447 H tidak hanya menjadi momentum ibadah kurban, tetapi juga sarana refleksi atas nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS yang relevan bagi kehidupan modern, khususnya dalam dunia pendidikan tinggi. Dalam khotbah Iduladha yang disampaikan oleh Penasihat Takmir Masjid Kampus UGM Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum., jemaah diajak untuk mereaktualisasikan nilai-nilai Ibrahim dalam membangun peradaban yang manusiawi, religius, dan berorientasi pada kemajuan.
Menjelang Iduladha 1447 H, pemahaman mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban dan penanganan daging yang higienis menjadi hal penting untuk diperhatikan. Selain memastikan kehalalan hewan kurban, proses penyembelihan yang sesuai syariat juga berperan dalam menjaga keselamatan panitia serta kualitas daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat.
Khotbah Jumat bertema “Hakikat Ajaran Islam dalam Kacamata Jawa” disampaikan oleh Dosen Departemen Bahasa dan Sastra FIB UGM, Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A. pada Jumat (22/5) di Masjid Kampus UGM. Dalam khotbahnya, Rudy mengajak jemaah memahami kembali esensi Islam yang tidak berhenti pada simbol dan ritual, tetapi hadir sebagai kekuatan moral yang nyata di tengah kehidupan.