“Menikah itu bukan suatu kondisi yang statis atau stagnan. Ibarat berlayar mengarungi lautan luas, kita akan menghadapi badai, topan, dan ombak. Namun, kita akan tetap bisa melampaui itu semua jika memiliki penghayatan yang mendalam tentang maksud pernikahan itu sendiri,” ujar Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog.