Penulis sekaligus pendakwah Islam, Muhammad Edgar Hamas, menilai generasi muda saat ini memiliki peran penting dalam perjuangan isu Palestina, terutama dalam melawan propaganda global yang selama ini dibangun oleh Israel. Hal tersebut ia sampaikan dalam Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA), Jumat (6/3) yang mengangkat tema “Kemerdekaan untuk Segala Bangsa: Melawan Genosida, Solidaritas untuk Palestina”. Menurut Edgar, salah satu kekuatan utama Israel bukan hanya pada kekuatan militernya seperti sistem pertahanan atau persenjataan, melainkan pada strategi propaganda yang dikenal sebagai hasbara. Melalui strategi ini, narasi tentang konflik Palestina kerap dibentuk sedemikian rupa agar memengaruhi opini publik dunia.
Kajian Maskam Jogja
Persoalan melemahnya solidaritas umat Islam di era modern tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan internal yang belum terselesaikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, dalam kajian Mimbar Subuh di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Dalam ceramah bertajuk “Praktik Nilai Spiritual Sosial dalam Tafsir Keislaman pada Era Modern”, Imam mengajak umat Islam untuk melakukan refleksi kritis terhadap kondisi umat saat ini sebagai langkah awal menuju perbaikan.
Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Dr. (H.C.) Drs. Muhammad Jusuf Kalla, menghadiri Ramadan Public Lecture (RPL) sebagai pembicara pada Kamis (5/3) di Masjid Kampus UGM. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar” di hadapan jemaah salat Isya dan Tarawih.
Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) kembali digelar di Masjid Kampus UGM pada Kamis (5/3). Pada kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyampaikan kajian bertajuk “Geospatial Inequality: Ketimpangan Sosial dan Implikasinya terhadap Pembangunan Manusia.”
Dalam pemaparannya, Danang mengawali dengan ilustrasi peta kawasan Eropa yang kemudian dioverlay dengan peta Indonesia. Ia menjelaskan bahwa jarak dari wilayah barat Irlandia hingga timur Uzbekistan setara dengan jarak dari ujung barat Pulau Sumatra hingga Merauke di Papua.
Khotbah Jumat yang disampaikan di Masjid Kampus UGM pada Jumat (13/2), mengangkat tema “Ramadan yang Berkah dalam Perspektif Waktu: Perjalanan Manusia Menuju Surga”. Dalam penyampaiannya, Agung mengajak jemaah memaknai kehidupan sebagai perjalanan panjang yang terus berlanjut menuju keselamatan hakiki, serta menempatkan Ramadan sebagai momentum penting untuk memperbaiki arah perjalanan tersebut.
Pada bagian awal khotbah, Ia menegaskan bahwa kehidupan manusia berjalan terus tanpa terputus hingga datangnya kematian. “Perjalanan manusia itu adalah perjalanan yang sifatnya continue. Tidak ada perjalanan manusia yang sifatnya discontinue. Ketika perjalanan itu terhenti, maka selesailah sudah,” ujarnya. Kematian disebut sebagai batas berhentinya amal, namun selama hidup manusia selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menambah kebaikan.
Menuju bulan Ramadan, Masjid Kampus UGM mengadakan Kajian Pra-Ramadan dengan Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin) sebagai pembicara pada Senin (2/2). Kajian Pra-Ramadan ini berlangsung di Ruang Utama Masjid Kampus UGM dengan mengusung tema “Fikih Ramadan dan Etika Sosial Keumatan”.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Kamis Sore yang membahas tema “Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Sosial dalam Masyarakat Pascakrisis”. Kajian ini disampaikan oleh Prof. Drs. Mudrajad Kuncoro M.Soc.Sc.,Ph.D. (Guru Besar Bidang Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Sekolah Vokasi UGM) pada Kamis (29/1).
Mudrajad mengawali kajian dengan menggambarkan kondisi Indonesia yang tengah berada dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Menurutnya, Indonesia saat ini bergerak sangat cepat, penuh ketidakpastian, semakin kompleks, dan sulit diprediksi. Perubahan yang masif ini menuntut cara berpikir dan pendekatan baru dalam menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, Mudrajad menawarkan pendekatan VUCA versi solusi, yaitu Vision, Understanding, Clarity, dan Agility, sebagai bekal dalam menyikapi dinamika zaman.
Pada Sakinah Academy (19/1), Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M. (Dosen Departemen Manajemen FEB UGM) menyampaikan materi mengenai “Strategi Bisnis Keluarga dalam Menghadapi Dinamika Pasar dan Keberlanjutan Ekonomi Rumah Tangga”. Kajian tersebut berangkat dari pengalaman beliau dalam membangun usaha bersama istrinya, yang kemudian melahirkan sejumlah karya berupa buku dan film.
Topik “Sejarah Ulama sebagai Inspirasi Kehidupan Modern” disampaikan oleh Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., dosen Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya UGM, dalam khotbah Jumat pada Jumat (2/1). Pada kesempatan tersebut, beliau mengajak jemaah untuk kembali menengok teladan besar dalam Islam sekaligus merefleksikannya dengan realitas kehidupan masa kini.
Bayangkan sebuah desa di Nusantara, tempat para kiai kampung dengan bijaksana membimbing warganya menjalani kehidupan sehari-hari yang dijiwai nilai-nilai Islam. Mereka mengajarkan musyawarah, menghormati tamu, dan saling menolong tanpa pamrih. Namun, ketika sistem pemerintahan formal masuk, semua kearifan lokal itu justru terbentur tembok birokrasi yang kaku. Inilah paradoks yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A., Guru Besar Ilmu Politik dan Pemerintahan UGM, dalam webinar Integrasi Ilmu dan Agama bertema “Integrasi Nilai Islam dalam Partisipasi Masyarakat untuk Penentuan Kebijakan Tata Kelola Desa yang Berkeadilan”.
Dengan tegas, profesor yang juga pernah menjabat sebagai Rektor UNU ini menyatakan bahwa desa di Indonesia tidak dirancang untuk menjadi ruang ekspresi nilai-nilai keislaman. “Pemerintahan desa itu hanya taklukan pemerintah pusat. Desa itu melalui birokrasi pemerintah ditaklukkan sebagai bawahannya,” ujarnya membuka diskusi yang penuh dengan refleksi kritis.