Memahami pentingnya memilih pasangan menjadi hal mendasar karena pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam hidup. Berangkat dari kegelisahan akan keraguan dan ketidaktahuan, Sakinah Academy pada Senin (27/4) mengangkat tema “Choosing the Right One: Menyusun Kriteria Pasangan yang Tepat”. Kajian ini membahas bagaimana menentukan pasangan yang tepat dengan keyakinan melalui institusi pernikahan. Tanpa interaksi panjang sekalipun, bahkan dalam hubungan intens, fase pernikahan tetap kerap menghadirkan perbedaan.
Sakinah Academy
Apakah mencintai lawan jenis merupakan bagian dari fitrah manusia atau sekadar dorongan syahwat yang dihiaskan? Pertanyaan ini terdengar sederhana, namun menyimpan kompleksitas teologis dan psikologis yang mendalam. Dalam kajian bertajuk “Fitrah or Desire? Identitas dan Kompleksitas Cinta dalam Relasi Berpasangan” yang digelar oleh Sakinah Akademy Masjid Kampus UGM, pertanyaan tersebut dijawab secara gamblang oleh seorang pakar psikologi dan parenting, Muhammad Fauzil Adhim, S.Psi.
Kajian ini membahas dua konsep besar yang kerap rancu dalam benak banyak orang, yakni fitrah dan desire atau syahwat, khususnya dalam konteks relasi berpasangan. Tema ini dipilih karena kini, banyak generasi muda yang terjebak dalam kerancuan memahami identitas diri saat menjalin hubungan. Banyak yang tidak menyadari menukar prinsip dengan perasaan ketika memasuki relasi berpasangan sehingga kehilangan akar jati diri sebagai hamba Allah Swt.
“Cinta yang sehat itu punya arah, punya tanggung jawab, punya batasan, dan punya komitmen,” ujar Konsultan Jodoh, Maulana Umar In’amul Hasan, S.H., M.H., mengawali kajian Sakinah Academy di Ruang Utama Masjid Kampus UGM, Senin (13/4). Di hadapan jemaah, Umar menekankan bahwa segala sesuatu yang berada di luar koridor tersebut barulah sebatas “bunga-bunga” perasaan yang belum tentu berujung pada kebaikan. Ia mengingatkan bahwa banyak individu terjebak dalam kebingungan menafsirkan getaran di hati, hingga akhirnya terjebak dalam overthinking yang melelahkan.
Sakinah Academy kembali digelar pada Senin (6/4) dengan mengangkat seri Journey of Love and Self-Discovery. Kajian ini menghadirkan Sulaiman Rasyid, S.T., seorang praktisi parenting dan pembinaan keluarga, dengan tema “Redefining Love: Menata Prioritas dan Makna Cinta Secara Sehat dan Bertumbuh”. Tema tersebut menyoroti fenomena relasi modern yang kerap dibangun tanpa arah dan prioritas yang jelas, sehingga alih-alih menumbuhkan, justru melahirkan kebingungan serta luka batin.
Sakinah Academy Masjid Kampus UGM kembali diselenggarakan dengan tajuk “Ketahanan Finansial Keluarga Pekerja Sektor Informal di Tengah Ketidakpastian Pendapatan” pada Senin (26/1). Kajian ini dilaksanakan secara luring di Ruang Utama Masjid Kampus UGM dan disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Masjid Kampus UGM dengan menghadirkan Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA., Direktur Keuangan UGM sebagai pemateri. Tema kajian diangkat sebagai respons atas semakin besarnya peran sektor informal di Indonesia seiring melemahnya stabilitas sektor formal dan meningkatnya jumlah pekerja dengan karakter pendapatan tidak tetap.
Pada Sakinah Academy (19/1), Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M. (Dosen Departemen Manajemen FEB UGM) menyampaikan materi mengenai “Strategi Bisnis Keluarga dalam Menghadapi Dinamika Pasar dan Keberlanjutan Ekonomi Rumah Tangga”. Kajian tersebut berangkat dari pengalaman beliau dalam membangun usaha bersama istrinya, yang kemudian melahirkan sejumlah karya berupa buku dan film.
Membangun jiwa wirausaha dalam keluarga bukan sekadar mengejar profit semata, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada Allah. Pesan tersebut ditekankan oleh Direktur Operasional RZIS UGM, Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Ak., CA., dalam Sakinah Academy di Masjid Kampus UGM, Senin sore (12/1).
Bertajuk “Membangun Mindset Wirausaha dalam Keluarga: Dari Pencatatan Sederhana sampai Knowledge Management Keuangan”, Taufikur memaparkan bahwa paradigma bisnis Islam harus berlandaskan pada hakikat manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumi. “Kita memiliki misi. Selain beribadah kepada Allah swt., kita juga harus merealisasikan rahmatan lilalamin,” jelasnya.
“Emas bukanlah instrumen yang tepat kalau Anda ingin cepat kaya. Emas tidak cukup cepat kalau Anda ingin kaya secara instan.” Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D., dalam acara Sakinah Academy: Seri Finansial Keluarga yang digelar di Ruang Utama Masjid Kampus UGM, Senin sore (5/1).
Dalam kajian yang berjudul “Investasi Keluarga: Emas sebagai Instrumen Lindung Nilai terhadap Inflasi?” tersebut, Ketua Program Studi Magister Ekonomika Pembangunan FEB UGM ini mengajak jemaah untuk memahami strategi mengamankan aset keluarga di tengah badai inflasi yang tak terelakkan.
Sakinah Academy seri Kesehatan Keluarga digelar pada Senin (29/12) di Ruang Utama Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada serta disiarkan secara daring melalui YouTube. Kajian ini menghadirkan dr. Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D., Sp.PA., Subsp. URL (K), Subsp. KA (K), dosen Departemen Patologi Anatomik FK-KMK UGM sekaligus pengelola Belajar Patologi, sebagai pemateri utama.
Stunting menjadi permasalahan serius di Indonesia yang mengancam satu dari empat balita. Stunting disebabkan oleh gizi buruk, infeksi, dan kurangnya perhatian awal. Peran keluarga sangat penting dalam mencegah stunting, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan anak. Masjid Kampus UGM kembali mengadakan Sakinah Academy pada Senin (22/12/2025) dengan tema “Peran Ayah-Ibu dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan: Strategi Keluarga Tangguh Cegah Stunting”. Kajian kali ini dibersamai oleh Avira Ermamilia, S.Gz., M.Gz., RD. (Dosen Departemen Gizi-Kesehatan FK-KMK UGM di Ruang Utama Masjid Kampus UGM.