• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Sakinah Academy
  • Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba

Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba

  • Sakinah Academy
  • 14 Januari 2026, 08.22
  • Oleh: aldifirmansyah
  • 0

Membangun jiwa wirausaha dalam keluarga bukan sekadar mengejar profit semata, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada Allah. Pesan tersebut ditekankan oleh Direktur Operasional RZIS UGM, Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Ak., CA., dalam Sakinah Academy di Masjid Kampus UGM, Senin sore (12/1). 

Bertajuk “Membangun Mindset Wirausaha dalam Keluarga: Dari Pencatatan Sederhana sampai Knowledge Management Keuangan”, Taufikur memaparkan bahwa paradigma bisnis Islam harus berlandaskan pada hakikat manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumi. “Kita memiliki misi. Selain beribadah kepada Allah swt., kita juga harus merealisasikan rahmatan lilalamin,” jelasnya.

Taufikur menjelaskan bahwa perdagangan adalah aktivitas yang halal dan sangat dianjurkan selama dilakukan dengan cara yang benar. Merujuk Q.S Al-Baqarah (2): 275, beliau menegaskan pemisahan yang jelas antara jual beli yang dihalalkan dan riba yang diharamkan.

Secara khusus, Dosen Akuntansi FEB UGM ini mengingatkan pada mahasiswa agar menjauhi utang-piutang yang kerap menjadi pintu masuk riba. “Utang piutang ini kalau tidak hati-hati setidaknya terjebak riba. Kedua, bisa terjebak di lingkaran setan yang membuat runyam diri sendiri,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa berdagang adalah cara paling ampuh untuk membentengi diri dari praktik riba.

Lebih lanjut Taufiqur mengutip Q.S An-Nisa: 29 dan Q.S Al-Mutaffifin untuk mengingatkan contoh-contoh perdagangan batil yang perlu dihindari. Ia menekankan bahwa dalam berdagang perlu ditempuh dengan cara yang makruf. “Kita tidak boleh zalim pada orang lain, misalnya mengakali hitungan dan takaran.  Dalam Al-Quran, kita diperintahkan untuk berniaga dengan cara suka sama suka (makruf),” tuturnya. 

Baca juga: Dekan Fakultas Biologi UGM: Alam Rusak karena Manusia Gagal Menjaga Amanah

Asas Bisnis Islam

Dalam membedah asas bisnis Islam, Taufiqur memaparkan bahwa dalam berniaga perlu dimulai dengan niat mencari saudara. “Dalam melakukan jenis usaha, perlu dimulai dengan niat mencari saudara bukan untuk mencari musuh atau pesaing,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, menurutnya, prinsip keadilan harus menjadi pilar utama agar bisnis membawa kebaikan bagi kedua belah pihak. Bisnis ddalam Islam tidak hanya berorientasi pada laba duniawi, tetapi juga pada investasi akhirat. “Kita berniaga bukan hanya untuk mencari dunia, tapi juga untuk urusan akhirat. Tidak hanya mencari laba, tapi mencari pahala atau rida Allah Swt.” paparnya. 

Sebagai penutup, ia membagikan kiat bagi pemula yang ingin terjun ke dunia usaha. Taufikur menyarankan agar investasi dimulai dari kegiatan menabung. “Dari menabung, kita baru memikirkan bisnis yang tepat, kemudian memperhitungkan laba utuhnya,” pungkasnya.

Tags: Bisnis Islam Riba Taufikur

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Ini Tiga Kunci Hidup Bermakna Menurut Syatori Abdurrauf
  • Sambut Ramadan, Syatori Abdurrauf Ajak Jemaah Kelola Hati dan Kendalikan Diri
  • Abduh Tuasikal Ajak Jemaah Renungi Keutamaan Ibadah Puasa sebagai Sebab Utama Menggapai Takwa
  • Pengasuh PPTQ Az-Zakiyyah Yogyakarta Tekankan Kesehatan dalam Perspektif Tauhid
  • Ekonom UGM Soroti Kesenjangan Pertumbuhan Ekonomi dan Pasar Kerja Pascakrisis
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY