Isu energi tidak lagi sekadar persoalan teknis, tetapi telah menjadi persoalan moral dan peradaban. Hal itu dijelaskan dalam Webinar Integrasi Ilmu dan Agama Seri Studi Energi bertajuk “Strategi Pengembangan Sistem Energi Nuklir di Indonesia dalam Perspektif Islam” yang diselenggarakan pada Rabu (21/1) via Zoom Meeting.
Tanggung Jawab Manusia
Keanekaragaman hayati bukan sekadar kekayaan alam yang dapat dibanggakan, melainkan tanda nyata kebesaran Allah yang seharusnya mengantarkan manusia pada kesadaran iman dan tanggung jawab moral. Pesan inilah yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D. dalam khotbah jumat di Masjid Kampus UGM. Melalui tema “Tanda Keagungan Allah dalam Keanekaragaman Hayati“, khotbah ini mengajak jemaah untuk memandang alam bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai ayat-ayat Allah yang hidup dan berbicara kepada manusia.
Di tengah meningkatnya frekuensi banjir bandang, rob yang menenggelamkan pesisir, serta kerusakan lingkungan yang kian meluas, manusia kerap berlindung di balik istilah “bencana alam”, seolah semua peristiwa tersebut sepenuhnya berada di luar kendali dan tanggung jawab manusia. Pandangan inilah yang secara tajam dikritisi oleh Prof. Dr. Drs. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A. (Ketua Departemen Antropologi FIB UGM) dalam Kajian Kamis Sore di Masjid Kampus UGM, melalui tema “Relasi Manusia dan Lingkungan dalam Perspektif Ekologi Budaya“.