Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, profesionalitas, dan daya saing global. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. dalam kegiatan Webinar Serial Integrasi Ilmu–Agama: Seri Kajian Buruh yang diselenggarakan oleh Masjid Kampus UGM pada Rabu (6/5). Dalam pemaparannya, Rektor UGM periode 2017-2022 tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai akhlak dan kebangsaan.
Arsip:
Panut Mulyono
Pendidikan tinggi Indonesia kini dituntut tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga menjadi inkubator solusi bagi persoalan nyata di masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Rektor UGM periode 2017–2022, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng, IPU., ASEAN Eng., dalam kajian Safari Ilmu di Bulan Ramadan (Samudra) di Masjid Kampus UGM, Jumat (20/2).
Mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa melalui Inovasi Pendidikan Tinggi”, kajian sore itu membahas isu yang dekat dengan tantangan Indonesia hari ini. Dalam pemaparannya, Panut membuka kajian dengan optimisme sumber daya yang dimiliki Indonesia. “Indonesia kaya raya. Kita punya emas, mineral, batu bara, flora, dan fauna. Jumlah penduduk kita lebih dari 240 juta jiwa,” tuturnya.