SAMUDRA (Safari Ilmu di Bulan Ramadan) kembali digelar pada Rabu (18/2) di Masjid Kampus UGM. Kajian yang berlangsung pukul 16.00–17.20 WIB ini menghadirkan Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengangkat tema “Manusia Indonesia dan Bagaimana Cara Membangunnya? Refleksi Seorang Sosiolog”.
Pada hari pertama bulan Ramadan 1447 H, Masjid Kampus UGM menggelar Mimbar Subuh yang bertajuk “Filantropi Islam: Merajut Keadilan Sosial dan Pembangunan Ekonomi” pada Rabu (18/2). Kajian ini disampaikan oleh Prof. Mahfud Sholihin, S.Ag., S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA, Ketua Program Studi Magister Sains dan Doktor Ilmu Akuntansi FEB UGM.
RDK UGM kembali menggelar Ramadan Public Lecture pada Selasa (17/2) malam menjelang pelaksanaan salat tarawih. Mengangkat tema “Socio-Spiritual Movement: Masjid sebagai Pondasi Kohesi Sosial di Indonesia”, kajian ini menghadirkan Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Dr. Mohamad Yusuf, M.A., sebagai narasumber sekaligus membuka rangkaian acara Ramadan.
Dalam pemaparannya, Yusuf menyoroti fenomena penyempitan makna masjid di kalangan masyarakat. Seringkali, masjid hanya dipandang sebagai lokasi pelaksanaan ibadah mahdah semata, seperti salat dan zikir. Padahal, di tengah keragaman masyarakat yang rentan memicu gesekan sosial, masjid sejatinya memiliki peran vital sebagai media perekat umat (kohesi sosial) sekaligus pusat pembangunan peradaban.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Pra-Ramadan pada Senin (16/2) di ruang utama Masjid Kampus UGM. Kajian bertema “Ramadan sebagai Momentum untuk Meraih Derajat Takwa” ini menghadirkan Reki Ristianto, Lc., M.H., Pengasuh Pondok Pesantren Kun Shalihan, Gunungkidul.
Dalam ceramahnya, Reki menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum pembentukan kualitas diri. Puasa, menurutnya, memiliki tujuan yang sangat jelas sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yakni melahirkan pribadi yang bertakwa.
“Kalau puasanya benar, pasti akan melahirkan takwa. Kalau tidak melahirkan takwa, berarti ada yang perlu dievaluasi dari kualitas puasanya,” tegasnya di hadapan jemaah.
Kegiatan Ramadan di UGM merupakan suatu momentum yang menjadi rutinitas kampus ini setiap tahunnya. Tahun ini, rangkaian kegiatan Ramadan UGM diawali dengan acara Grand Opening yang dilaksanakan pada Selasa (17/2) bertempat di Grha Sabha Pramana.
Mengangkat tema “Ramadan Membentuk Moderasi Beragama: Pendekatan Tafsir untuk Membangun Karakter Sivitas Akademika yang Inklusif dan Berdampak,” pada Grand Opening kali ini, UGM menghadirkan Drs. Wijayanto, M.A., sebagai narasumber utama.
RDK UGM 1447 H berusaha menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam aksi nyata lingkungan. Mengambil lokasi di Desa Petir, Rongkop, Gunungkidul, RDK UGM menggelar kegiatan Sedekah Air, Buku, dan Oksigen (SABO) secara luring pada Ahad (8/2).
Mengusung tema besar “Sustaining Life Through Social Solidarity”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian alam tidak bisa dilakukan secara parsial. RDK UGM menekankan pentingnya gotong royong sebagai elemen kekuatan utama yang berdampak positif bagi lingkungan sosial.
Puasa di bulan Ramadan tidak semata dimaknai sebagai praktik menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai mekanisme pembentukan manusia secara utuh, meliputi aspek fisik, mental, dan spiritual. Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD-KGer, FINASIM, S.E., M.M., AIFO-K, Dokter sekaligus Dosen Departemen Penyakit Dalam FK-KMK UGM, dalam Kajian Pra-Ramadan yang digelar di Masjid Kampus UGM, Kamis (5/2).
Dalam kajian bertajuk “Ramadan dan Kesehatan Holistik: Menjaga Keseimbangan Fisik, Mental, dan Spiritual” itu, Probosuseno menegaskan bahwa puasa merupakan instrumen ilahiah yang dirancang untuk memulihkan manusia dari berbagai persoalan mendasar kehidupan. Pemulihan tersebut, menurutnya, tidak hanya menyentuh dimensi biologis, tetapi juga psikis dan spiritual.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Pra-Ramadan pada Kamis (5/2). Kajian kali ini menghadirkan Drs. Syatori Abdurrauf (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihat) sebagai pembicara. Dalam ceramahnya yang berjudul “Manajemen Hati dan Pengendalian Diri dalam Kehidupan Sehari-hari”, ia mengajak jemaah untuk mengevaluasi kondisi hati sebagai persiapan menyambut bulan suci.
Masalah sampah di Indonesia dinilai semakin mendesak untuk ditangani secara serius. Banyak tempat pembuangan akhir (TPA) dilaporkan sudah tidak mampu menampung kiriman sampah harian, sehingga menimbulkan bau menyengat dan mencemari lingkungan sekitar. Di sisi lain, masyarakat juga menghadapi kenaikan biaya listrik seiring krisis energi global yang belum mereda.
Sakinah Academy Masjid Kampus UGM kembali diselenggarakan dengan tajuk “Ketahanan Finansial Keluarga Pekerja Sektor Informal di Tengah Ketidakpastian Pendapatan” pada Senin (26/1). Kajian ini dilaksanakan secara luring di Ruang Utama Masjid Kampus UGM dan disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Masjid Kampus UGM dengan menghadirkan Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA., Direktur Keuangan UGM sebagai pemateri. Tema kajian diangkat sebagai respons atas semakin besarnya peran sektor informal di Indonesia seiring melemahnya stabilitas sektor formal dan meningkatnya jumlah pekerja dengan karakter pendapatan tidak tetap.