Ribuan jemaah memadati Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGMpada Jumat (20/3) untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 H. Bertindak sebagai khatib, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. menyampaikan khotbah bertema “Meneguhkan Kembali Takwa dan Keadilan sebagai Fondasi Peradaban.”
Menjelang penghujung Ramadan 1447 H, Masjid Kampus UGM kembali menghadirkan Ramadan Public Lecture (RPL) pada Selasa (17/3) yang sarat refleksi sosial. Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., membawakan tema “Welfare State of Indonesia: Meninjau Ulang Konsep Masyarakat Sejahtera di Negara Kesejahteraan”, ia mengajak jemaah meninjau ulang konsep welfare state atau negara kesejahteraan, sekaligus menegaskan bahwa makna sejahtera tidak semata-mata diukur dari aspek material.
SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) pada Selasa (17/3) mengangkat tema “Masjid Kampus sebagai Ruang Temu Peneliti dan Inovator untuk Membangun Kemandirian Teknologi Bangsa”, kegiatan ini menghadirkan Ir. Yarabisa Yanuar, S.T., M.Sc., IPP., seorang praktisi teknologi sekaligus CEO Haltech Indonesia.
Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng, mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 berpotensi berubah menjadi “Indonesia cemas” jika bangsa ini tidak mampu berdaulat dalam teknologi.
Hal tersebut ia sampaikan dalam Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM sebelum salat tarawih yang mengangkat tema “Menyambut Intelligent Age: Indonesia Emas atau Indonesia Cemas” pada Selasa (17/3).
Cara seseorang memandang kehidupan ternyata dapat memengaruhi perilaku dan pada akhirnya membentuk realitas yang dialaminya. Namun dalam perspektif Islam, keyakinan manusia tetap harus ditempatkan dalam bingkai iman dan kehendak Allah. Hal tersebut disampaikan oleh dosen Fakultas Psikologi UGM, Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A., dalam Kajian SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) di Masjid Kampus UGM pada Senin (16/3).
Rektor UIN Sunan Kalijaga. Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. menegaskan pentingnya integritas dan kejujuran dalam dunia akademik di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal tersebut disampaikan dalam Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM pada Ahad (15/3) dengan tajuk “Etika, Integritas, dan Tantangan Pendidikan Tinggi di Indonesia”.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa tujuan utama ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk manusia yang bertakwa. Takwa, menurutnya, berkaitan erat dengan nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
Kajian SAMUDRA menjelang berbuka puasa pada Ahad (15/3) di Masjid Kampus UGM menghadirkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Ir. Teuku Faisal Fatani, Ph.D., yang mengajak jemaah memahami perubahan iklim sebagai tantangan besar bagi peradaban manusia. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa dunia saat ini tidak hanya menghadapi peperangan bersenjata, tetapi juga “perang” melawan perubahan iklim yang dampaknya dapat meruntuhkan peradaban.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, M.Si. mengajak umat Islam untuk membangun mentalitas inovatif dan berani menciptakan masa depan melalui riset, kreativitas, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan. Hal tersebut disampaikan dalam public lecture pada Sabtu (14/3) malam dengan tajuk “Asinkron Ekosistem Riset: Dari Politik Anggaran yang Tidak Berpihak sampai lemahnya Budaya Ilmiah”.
Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan inspirasi dan kemajuan bagi peradaban melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masjid Kampus UGM kembali menjadi ruang refleksi keislaman melalui kegiatan SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) pada Sabtu (14/3). Kajian yang digelar pada sore hari tersebut menghadirkan K.H. Abdul Wahid Maktub, dosen President University sekaligus mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar, dengan tema “Memahami Dimensi Tak Terbatas Ibadah Puasa.”
Puncak perayaan Ramadhan Di Kampus (RDK) UGM 1447 H digelar melalui RDK Festival di halaman Masjid Kampus UGM pada Jumat (13/3). Acara ini menjadi penanda perjalanan setengah abad dakwah RDK, yang telah berlangsung sejak 1976. Festival tersebut menghadirkan talk show bertema “Menelusuri Jejak Resonansi Islam di Tanah Jawa”, dengan narasumber Salim A. Fillah dan Irfan Afifi, serta dimoderatori Fahmi Fabian.