Menunda mengerjakan tugas kerap dianggap sebagai bentuk kemalasan. Padahal, di balik kebiasaan tersebut sering kali tersimpan persoalan psikologis yang lebih kompleks. Hal itu disampaikan Psikolog Ilma Putri Istianda, M.Psi., Psikolog, dalam kajian bertajuk “Prokrastinasi Akademik: Ketika Rasa Takut Disamarkan sebagai Malas” yang diselenggarakan di Masjid Kampus UGM pada Kamis (4/6).
Nilai-nilai Islam dan Pancasila sejatinya tidak perlu dipertentangkan. Keduanya memiliki orientasi yang sama, yakni menghadirkan kehidupan yang adil, bermartabat, dan penuh kemaslahatan bagi masyarakat. Gagasan tersebut disampaikan oleh Yudi Latif, M.A., Ph.D. dalam Webinar Integrasi Ilmu dan Agama (WIIA) yang diselenggarakan Masjid Kampus UGM dengan tema “Aktualisasi Nilai Islam dan Kebangsaan dalam Merumuskan Kebijakan Publik.”
Di tengah kemajuan teknologi yang memungkinkan manusia terhubung kapan saja dan di mana saja, fenomena kesepian justru semakin banyak dialami generasi muda. Kondisi ini menjadi perhatian dalam kajian Sakinah Akademy bertajuk “Lonely Generation: Analisis Sosial-Politik atas Fenomena Kesepian Pemuda dan Krisis Komitmen” yang menghadirkan dosen Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM, Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, S.IP., M.A. sebagai narasumber.
Ilmu bukan sekadar sarana meraih gelar, pekerjaan, atau jabatan. Dalam pandangan Islam, ilmu merupakan cahaya yang menghidupkan hati, menuntun akal, dan mengarahkan manusia menuju kemaslahatan. Pesan inilah yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam khotbah Jumat di Masjid Kampus UGM, Jumat (29/5).
Masjid Kampus UGM bersama Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) menggelar sebuah gelar wicara bertajuk “Mengintegrasikan Layanan Spiritual, Psikologis, dan Medis: Pembelajaran dari Praktik Chaplain di Amerika Serikat”. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D. sebagai pembicara utama dan dimoderatori oleh Dosen Fakultas Psikologi UGM, Fakhirah Inayaturrabbani, S.Psi., M.A.
Perayaan Iduladha 1447 H tidak hanya menjadi momentum ibadah kurban, tetapi juga sarana refleksi atas nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS yang relevan bagi kehidupan modern, khususnya dalam dunia pendidikan tinggi. Dalam khotbah Iduladha yang disampaikan oleh Penasihat Takmir Masjid Kampus UGM Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum., jemaah diajak untuk mereaktualisasikan nilai-nilai Ibrahim dalam membangun peradaban yang manusiawi, religius, dan berorientasi pada kemajuan.
Menjelang Iduladha 1447 H, Masjid Kampus UGM menggelar Sekolah Kurban ASUH pada Sabtu (23/5) di Ruang Utama dan Pelataran Masjid Kampus UGM. Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 takmir masjid dari berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya meningkatkan tata kelola kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Menjelang Iduladha 1447 H, pemahaman mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban dan penanganan daging yang higienis menjadi hal penting untuk diperhatikan. Selain memastikan kehalalan hewan kurban, proses penyembelihan yang sesuai syariat juga berperan dalam menjaga keselamatan panitia serta kualitas daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat.
Keresahan pada luka yang tidak bisa didefinisikan terkadang membawa petaka emosional yang cukup serius. Memahami tentang luka, Sakinah Academy pada Senin (25/5) mengangkat tema “Healing Before Committing: Menata Luka Masa Lalu untuk Kesiapan Relasi yang Sehat” bersama psikolog Herlini Utari, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Khotbah Jumat bertema “Hakikat Ajaran Islam dalam Kacamata Jawa” disampaikan oleh Dosen Departemen Bahasa dan Sastra FIB UGM, Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A. pada Jumat (22/5) di Masjid Kampus UGM. Dalam khotbahnya, Rudy mengajak jemaah memahami kembali esensi Islam yang tidak berhenti pada simbol dan ritual, tetapi hadir sebagai kekuatan moral yang nyata di tengah kehidupan.