Penasihat Takmir Masjid Kampus UGM, Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum., hadir sebagai narasumber pada Ramadan Public Lecture (RPL) pada Selasa (3/3). Ia menyampaikan materi bertajuk “Humanisme Religius: Menggagas Model Pembangunan Manusia dalam Perspektif Islam”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun paradigma kemanusiaan yang berakar pada nilai tauhid, tanggung jawab moral, serta harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam.
Ramadan
Dakwah Islam tidak semestinya dipahami hanya sebagai ajakan menjalankan ibadah pribadi. Lebih dari itu, dakwah juga memiliki peran strategis dalam mendorong terwujudnya keadilan sosial, penegakan hukum, hingga tata kehidupan bernegara yang lebih bermartabat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MIUMI DIY, Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A. dalam Mimbar Subuh bertajuk “Dari Mimbar ke Kebijakan: Peran Dakwah dalam Menegakkan Keadilan dan Hukum di Indonesia” pada Senin (2/3). Dalam pemaparannya, Ridwan menekankan bahwa dakwah merupakan bagian dari ilmu yang memiliki kaidah dan pertimbangan tersendiri, atau yang dikenal dengan fikih dakwah.
Menurutnya, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan antarmanusia dan kehidupan sosial secara luas.
RDK UGM 1447 H menghadirkan ruang refleksi dan diskusi khusus perempuan melalui agenda Women Inspiring Talk (WIT) pada Jumat (27/2). Kegiatan ini mempertemukan perempuan-perempuan inspiratif untuk berbagi gagasan mengenai peran perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni sastrawan sekaligus sosiolog Okky Madasari, Ph.D. serta sastrawan Sasti Gotama, dengan moderator Dosen Fakultas Psikologi UGM, Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A. Diskusi mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Membangun Bangsa yang Digdaya” yang menyoroti realitas sosial yang dihadapi perempuan serta pentingnya keberanian menyuarakan keadilan.
Dalam pembukaannya, moderator menegaskan bahwa kehadiran peserta dalam forum ilmu merupakan bentuk ikhtiar intelektual yang bernilai ibadah. Ia mengajak peserta untuk menjadikan ruang diskusi sebagai sarana mencari solusi bagi persoalan masyarakat yang lebih luas.
Masjid Kampus UGM kembali menggelar Kajian Pra-Ramadan pada Senin (16/2) di ruang utama Masjid Kampus UGM. Kajian bertema “Ramadan sebagai Momentum untuk Meraih Derajat Takwa” ini menghadirkan Reki Ristianto, Lc., M.H., Pengasuh Pondok Pesantren Kun Shalihan, Gunungkidul.
Dalam ceramahnya, Reki menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum pembentukan kualitas diri. Puasa, menurutnya, memiliki tujuan yang sangat jelas sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yakni melahirkan pribadi yang bertakwa.
“Kalau puasanya benar, pasti akan melahirkan takwa. Kalau tidak melahirkan takwa, berarti ada yang perlu dievaluasi dari kualitas puasanya,” tegasnya di hadapan jemaah.
RDK UGM 1447 H berusaha menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam aksi nyata lingkungan. Mengambil lokasi di Desa Petir, Rongkop, Gunungkidul, RDK UGM menggelar kegiatan Sedekah Air, Buku, dan Oksigen (SABO) secara luring pada Ahad (8/2).
Mengusung tema besar “Sustaining Life Through Social Solidarity”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian alam tidak bisa dilakukan secara parsial. RDK UGM menekankan pentingnya gotong royong sebagai elemen kekuatan utama yang berdampak positif bagi lingkungan sosial.
Menuju bulan Ramadan, Masjid Kampus UGM mengadakan Kajian Pra-Ramadan dengan Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin) sebagai pembicara pada Senin (2/2). Kajian Pra-Ramadan ini berlangsung di Ruang Utama Masjid Kampus UGM dengan mengusung tema “Fikih Ramadan dan Etika Sosial Keumatan”.