Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, S.Ag., M.Ag. menegaskan bahwa keberagaman merupakan fondasi utama dalam membangun manusia Indonesia yang inklusif dan harmonis. Hal ini ia sampaikan dalam Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM pada Jumat (27/2).
Dalam pemaparannya, Zuly menjelaskan bahwa pluralitas Indonesia, baik dari sisi agama, etnis, kelas sosial, maupun ekspresi sosial adalah sunatullah yang tidak dapat diingkari. Upaya menyeragamkan masyarakat dalam satu identitas tunggal justru bertentangan dengan prinsip penciptaan yang telah digariskan Allah dalam Alquran, khususnya Surah Al-Hujurat.
“Kalau Allah menghendaki manusia seragam, tentu tidak diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Perbedaan itu untuk saling mengenal dan saling menolong,” ujarnya.