Masjid Kampus UGM kembali menyelenggarakan Kajian Kamis Sore dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abdul Mustaqim, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada kesempatan ini, beliau membawakan tema “Menimbang Kejernihan Iman: Refleksi Qur’ani atas Hidup dan Hati”, yang menyoroti keterkaitan antara kualitas iman dan kesehatan mental dalam perspektif Al-Qur’an.
“Membangun Indonesia itu ibarat makan bubur panas. Harus dimulai dari pinggir-pinggir sampai nanti habis di tengah. Karena kalau langsung ke tengah, nanti lidahnya bisa melepuh karena kepanasan.”
Analogi unik tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, saat menjadi narasumber utama dalam Webinar Serial Integrasi Ilmu-Agama yang diselenggarakan oleh Masjid Kampus UGM, Rabu (3/12/2025). Dalam sesi bertajuk “Pendidikan Inklusif dan Pembangunan Manusia di Daerah 3T”, Mantan Menko PMK ini menegaskan pentingnya mengubah paradigma pembangunan dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.
Pada kajian Sakinah Academy seri kesehatan keluarga yang diselenggarakan pada senin sore (1/12), menghadirkan dr. Windarwati sebagai pemateri utama. Beliau mengajak para peserta melihat lebih dekat penyakit-penyakit yang sering muncul di lingkungan keluarga, terutama penyakit tidak menular yang jumlah kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Mengawali pemaparannya, dr. Windarwati menampilkan data dari Survei Kesehatan Indonesia dan laporan Kementerian Kesehatan 2023. Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak menular kini menyerang berbagai kelompok usia mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga lansia.
Sesi keempat Sakinah Public Lecture: Great Father Session kembali digelar pada malam hari, menghadirkan narasumber Dr. dr. Agus Rahmadi, seorang dokter integrative medicine sekaligus pemerhati Thibbun Nabawi. Tema yang dibahas adalah “Peran Ayah dalam Membangun Gaya Hidup Sehat Bagi Keluarga.”
Dalam khutbah Jumat (28/11) di Masjid Kampus UGM, Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, S.Si., M.Si., menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi manusia modern. Di tengah kemajuan yang serba cepat, masyarakat semakin mudah meraih kesuksesan lahiriah, namun ironi besarnya: jiwa manusia justru semakin rapuh, kehilangan ketenangan, dan kehilangan makna hidup.
Dalam sebuah kajian bertajuk “Ekonomi Islam & Kemandirian Umat” di Masjid Kampus UGM, Muhammad Shiddiq Al Jawi, M.Si. memaparkan kritik tajam terhadap praktik ekonomi Islam yang berkembang di Indonesia. Dengan analogi keras namun menggugah, beliau menyebut ekonomi syariah yang berjalan hari ini “seperti kaki kambing yang dicangkokkan ke tubuh babi”, sekadar tempelan pada struktur kapitalisme yang tetap dominan.
Dosen Hukum Keluarga Islam UIN Sunan Kalijaga Tekankan Perlunya Isbat Nikah sebagai Solusi Legalitas
Praktik perkawinan siri atau tanpa pencatatan resmi berpotensi besar menimbulkan konflik kepemilikan properti dan aset bersama di kemudian hari. Isu ini diangkat dalam kajian Sakinah Akademy bertajuk “Konflik Kepemilikan Properti akibat Perkawinan Tanpa Akta dalam kajian hukum keluarga” yang diselenggarakan di Masjid Kampus UGM, Senin sore (25/11).
Sesi ketiga Sakinah Public Lecture: Greatfather Session kembali digelar melalui Zoom dan kanal YouTube Masjid Kampus UGM. Pada kesempatan kali ini, Dr. Luqyan Tamanni, M.Ec., CFP, AEPP., pendiri Sakinah Finance sekaligus Head of BSI Institute menyampaikan materi komprehensif mengenai Etika dan Manajemen Nafkah Keluarga.
Acara dibuka dengan pengantar dari pembawa acara yang mengingatkan bahwa dua sesi sebelumnya membahas konsep suami qawwam serta kedekatan emosional dalam keluarga. Pada sesi ini, kajian diarahkan pada aspek finansial keluarga dan tanggung jawab besar seorang suami dalam mengelola nafkah.
Pada Jumat (21/11), Aldy Pradhana, S.Si., M.Phil., dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Darussalam Gontor, menyampaikan khutbah dengan tema “Islam dan Agenda Pembebasan Manusia.” Dalam khutbahnya, Aldy menekankan bahwa perjuangan memerdekakan manusia belum selesai. Meskipun bangsa telah lama merdeka secara formal, umat Muslim masih menghadapi bentuk-bentuk penjajahan baru yang bekerja lebih halus di era modern.
Masjid Kampus UGM kembali dipadati jamaah dalam Kajian Kamis Sore yang mengangkat tema relevan dan provokatif, “Peran Agama & Filsafat Islam di Era Akal Imitasi (AI).” Digelar pada Kamis, 20 November 2025, kajian ini menghadirkan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum.
Dalam suasana sore yang khidmat, Robby membuka wawasan jamaah dengan sebuah analogi menohok tentang mitologi Yunani Kuno, Narcissus, yang mati karena jatuh cinta pada bayangannya sendiri di air.
“Siapa sesungguhnya Narcissus itu hari ini? Narcissus adalah kita hari ini. Sungainya apa? Sungai digital,” ujar Robby di hadapan jamaah. Ia menekankan bahwa banyak manusia modern kini tenggelam dalam obsesi kesempurnaan persona digital, melupakan realitas, hingga terjebak dalam arus teknologi yang seharusnya mereka kendalikan.