• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • Ustaz Adi Hidayat: Kepemimpinan Amanah Diawali dengan Nilai Spiritualitas

Ustaz Adi Hidayat: Kepemimpinan Amanah Diawali dengan Nilai Spiritualitas

  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • 26 Maret 2023, 09.42
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat, Lc., M.A. dalam ceramah tarawih Ramadan Public Lecture 1444 H bertopik “Konsep Kepemimpinan yang Amanah”, Sabtu (25/3) mempertegas perihal karakter moral iman, mewujudkan rasa iman, dan karakter kerja amanah. Orang yang sudah beriman akan mengubah hubungannya lebih dekat dengan Tuhan dan menjadikan dirinya menjadi pribadi yang lebih tenang. Ini disebabkan ketika iman semakin benar dilakukan, maka iman akan semakin kuat tertanam dalam jiwa.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa jika seseorang beriman, imannya akan membimbing pandangannya untuk melihat kepada yang positif. Orang yang memiliki iman yang benar, menurutnya, memiliki karakternya kinerja yang lebih berkualitas serta memiliki standar moral yang menuntunnya mana yang pantas dan mana yang tidak. “Seorang pemimpin amanah matanya akan tenang, dia tidak akan terpaku untuk melihat sesuatu yang tidak dibenarkan oleh imannya,” terangnya.

Beliau kemudian memaparkan prinsip “dari mata turun ke lisan”. Orang yang beriman, menurutnya, pasti dibimbing oleh imannya untuk berkata yang baik. Beliau menguatkannya dengan hadis Nabi yang memiliki makna bahwa sepanjang orang itu merasa beriman, imannya akan membimbing lisannya berkata yang baik – jika tak mampu, dia diam. “Ketika mulut, tangan, mata, dan lainnya sudah baik, di mana pun dia berada akan membuat kemaslahatan baik bagi dirinya maupun lingkungannya,” lanjutnya.

Pendiri Quantum Akhyar Institute ini juga menjelaskan bahwa karakter kepemimpinan yang amanah bukan diawali dengan kecerdasan atau kekuasaannya, melainkan diawali dengan nilai spiritualitasnya; yakni iman, aman, dan amanah. Beliau menutup ceramahnya dengan satu pesan, bahwa kepemimpinan yang amanah memiliki karakter mempunyai sifat yang baik, memberi ketenangan, memberikan perubahan yang bersifat kemajuan, dan membawa keadilan yang merata. (Adilla Falasifah/Editor: Rama S. Pratama, Foto: Rama S. Pratama, Hafidah Munisah)

 

Saksikan videonya berikut ini:

[embedyt]https://www.youtube.com/watch?v=Cx6RNEAKVWE[/embedyt]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Wakil Ketua Takmir Maskam UGM Sebut Konsistensi Ibadah Jadi Ujian Terberat Pasca-Ramadan
  • Khotbah Idulfitri, Ahmad Syauqi: Ketakwaan Harus Terasa dalam Kehidupan Sosial
  • Dirmawa UGM Tegaskan Negara Tak Boleh Abai terhadap Kemiskinan Struktural
  • CEO Haltech Indonesia: Masjid Tak Hanya Tempat Ibadah, Harus Jadi Episentrum Teknologi
  • Dekan Fakultas Teknik UGM Ungkap Lima Lapisan Teknologi yang Harus Dikuasai Indonesia
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY