Bencana ekologis yang silih berganti menghantam bumi, mulai dari banjir bandang akibat meluapnya sungai hingga deforestasi yang tak terkendali sejatinya bukan sekadar fenomena alam semata. Dalam pandangan spiritual, berbagai bencana tersebut merupakan refleksi dari kerusakan yang lebih dalam, yakni kerusakan ekologi dalam batin manusia.
Arsip:
syatori
Esensi hidup yang bermakna bukan sekadar diukur dengan pencapaian materi, melainkan seberapa tuntas seseorang dapat menyelesaikan hubungannya dengan tiga entitas utama dalam hidupnya, yakni dengan Allah, sesama, dan dirinya sendiri. Pesan tersebut mengemuka dalam khotbah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihat, Drs. Syatori Abdurrauf di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/2).
Syatori mengungkapkan bahwa terdapat tiga makna hidup untuk hidup yang lebih bermakna. “Sebagai seorang yang beriman, kita tidak terlepas dari 3 sosok, yaitu Allah, sesama, dan diri sendiri. Kita memiliki tugas yakni, selesai,” ungkapnya.