Persoalan melemahnya solidaritas umat Islam di era modern tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan internal yang belum terselesaikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, dalam kajian Mimbar Subuh di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Dalam ceramah bertajuk “Praktik Nilai Spiritual Sosial dalam Tafsir Keislaman pada Era Modern”, Imam mengajak umat Islam untuk melakukan refleksi kritis terhadap kondisi umat saat ini sebagai langkah awal menuju perbaikan.
rdk
Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) kembali digelar di Masjid Kampus UGM pada Kamis (5/3). Pada kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyampaikan kajian bertajuk “Geospatial Inequality: Ketimpangan Sosial dan Implikasinya terhadap Pembangunan Manusia.”
Dalam pemaparannya, Danang mengawali dengan ilustrasi peta kawasan Eropa yang kemudian dioverlay dengan peta Indonesia. Ia menjelaskan bahwa jarak dari wilayah barat Irlandia hingga timur Uzbekistan setara dengan jarak dari ujung barat Pulau Sumatra hingga Merauke di Papua.
Kepala Pusat Kajian Paradigma Profetik Masjid Kampus UGM, Dr. Arqom Kuswanjono, M.Hum. menyampaikan materi bertajuk “Integrasi Ilmu dan Agama dalam Islam” pada Ramadan Public Lecture, Rabu (4/3).
Dalam pemaparannya, Arqom menjelaskan bahwa hubungan antara ilmu dan agama telah lama menjadi perdebatan dalam sejarah pemikiran. Ia merujuk pada tipologi hubungan ilmu dan agama yang dikemukakan sejumlah pemikir modern, yang membaginya ke dalam empat pola, yaitu konflik, independensi, dialog, dan integrasi.
Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA) menghadirkan Guru Besar Antropologi UGM, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., yang mengulas tema “Negara dan Etika Kekuasaan: Menerjemahkan Nilai-Nilai Profetik ke dalam Tata Kelola Modern.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (4/3).
Dalam pemaparannya, ia mengulas secara mendalam hubungan antara nilai, fakta, dan perilaku manusia dalam kehidupan sosial. Menurutnya, nilai tidak serta-merta dapat mengubah perilaku seseorang secara langsung, melainkan harus melalui proses yang panjang dan bertahap sebelum benar-benar terwujud dalam tindakan nyata.
Fenomena kesenjangan antara ajaran agama dan praktik kehidupan sehari-hari di Indonesia menjadi sorotan Imam Besar Masjid Kampus UGM, Prof. Dr. Muhammad Nur, S.Ag., M.Ag. pada Mimbar Subuh, Rabu (4/3). Sesuai topik yang diangkat, “Moslem Development Goals: Agama sebagai Motor Perubahan Masyarakat Berkeadaban”, Nur menilai, meskipun Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, nilai-nilai agama belum sepenuhnya tercermin dalam kehidupan sosial, politik, maupun birokrasi.
Krisis lingkungan global yang semakin kompleks menjadi perhatian dalam khotbah Jumat yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Sains dan Teknologi UNIDA Gontor, Aldy Pradhana, S.Si., M.Phil. di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Dalam khotbah bertajuk “Kaum Muslimin di Tengah Krisis Lingkungan” ini, Aldy menyoroti fenomena triple planetary crisis atau tiga krisis besar planet yang saat ini dihadapi umat manusia, yaitu perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Masjid Kampus UGM menggelar salat gerhana bulan pada Selasa (3/3) petang. Kegiatan ini diikuti oleh jemaah yang hadir untuk menunaikan salah satu sunah Nabi Muhammad saw. sekaligus merenungi tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
Penasihat Takmir Masjid Kampus UGM, Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum., hadir sebagai narasumber pada Ramadan Public Lecture (RPL) pada Selasa (3/3). Ia menyampaikan materi bertajuk “Humanisme Religius: Menggagas Model Pembangunan Manusia dalam Perspektif Islam”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun paradigma kemanusiaan yang berakar pada nilai tauhid, tanggung jawab moral, serta harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam.