Penulis sekaligus pendakwah Islam, Muhammad Edgar Hamas, menilai generasi muda saat ini memiliki peran penting dalam perjuangan isu Palestina, terutama dalam melawan propaganda global yang selama ini dibangun oleh Israel. Hal tersebut ia sampaikan dalam Safari Ilmu Di Bulan Ramadan (SAMUDRA), Jumat (6/3) yang mengangkat tema “Kemerdekaan untuk Segala Bangsa: Melawan Genosida, Solidaritas untuk Palestina”. Menurut Edgar, salah satu kekuatan utama Israel bukan hanya pada kekuatan militernya seperti sistem pertahanan atau persenjataan, melainkan pada strategi propaganda yang dikenal sebagai hasbara. Melalui strategi ini, narasi tentang konflik Palestina kerap dibentuk sedemikian rupa agar memengaruhi opini publik dunia.
palestina
Isu Palestina kembali menjadi pengingat penting bagi umat Islam tentang posisi hati dan kualitas keimanan. Dalam khotbah Jumat bertajuk “Ketika Palestina Masih Mengetuk: Bagaimanakah Ketetapan Hati Seorang Mukmin?”, Dosen Departemen Hukum Internasional FH UGM, Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M., Ph.D. mengajak jemaah merefleksikan persoalan Palestina bukan sekadar isu geopolitik, melainkan batu uji keteguhan hati seorang mukmin.
Di awal khotbahnya, Fajri mengangkat kisah sejarah Perang Surabaya 1945. Ia menyinggung bagaimana media Barat kala itu melabeli para pejuang Indonesia sebagai “muslim fanatics” dan menyebut tokoh perjuangan sebagai “terrorist leader”.
“Sejarah itu sering berulang, meskipun tidak dengan cara yang sama persis,” ujarnya.