Generasi muda, terutama mahasiswa dan pekerja generasi Z, seringkali berada dan terjebak dalam situasi tertekan atau stres yang biasa disebut quarter life crisis. Quarter life crisis menyebabkan krisis emosional dan berdampak pada timbulnya kecemasan tinggi yang memberikan tekanan pada individu. Beban akademik, ketidakpastian karir, tekanan sosial, dan harapan keluarga dapat memicu dorongan emosional yang keliru, seperti halnya pernikahan sebagai pelarian atau escape mechanism.
Arsip: