Khotbah Jumat bertema “Hakikat Ajaran Islam dalam Kacamata Jawa” disampaikan oleh Dosen Departemen Bahasa dan Sastra FIB UGM, Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A. pada Jumat (22/5) di Masjid Kampus UGM. Dalam khotbahnya, Rudy mengajak jemaah memahami kembali esensi Islam yang tidak berhenti pada simbol dan ritual, tetapi hadir sebagai kekuatan moral yang nyata di tengah kehidupan.
khotbah
Pada Jumat (3/4), khotbah disampaikan oleh Dosen Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi UGM, Ghifari Yuristiadhi, S.S., M.A., M.M., C.H.E. yang mengangkat tema “Takwa yang Berkelanjutan”.
Khotbah Jumat di Masjid Kampus UGM menghadirkan Ketua Takmir Masjid Mardliyyah Islamic Center UGM, Dr. Drs. Ir. Senawi, M.P., IPU. sebagai khatib dengan tema “Ramadan: Momentum Meraih Derajat Takwa, Memperdalam Empati Sosial, dan Meningkatkan Kualitas Diri.” Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaah menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter, penguatan empati sosial, sekaligus peningkatan kualitas diri.
Dalam pembukaan khotbahnya, Senawi mengingatkan pentingnya meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, ketakwaan bukan sekadar konsep spiritual yang abstrak, tetapi fondasi utama dalam membangun manusia yang berintegritas serta masyarakat yang berkeadaban.
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2015–2020, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. menegaskan bahwa peristiwa Nuzululquran mengandung pesan besar tentang pentingnya ilmu bagi kebangkitan dan kemajuan peradaban Islam. Menurutnya, Alquran tidak hanya hadir sebagai wahyu, tetapi juga sebagai sumber nilai sekaligus inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Hal tersebut disampaikan Din dalam kegiatan Ramadan Public Lecture (RPL) yang digelar di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Melalui pendekatan hermeneutika, ia mengajak umat Islam membaca kembali makna turunnya Alquran dalam konteks kehidupan modern.
Persoalan melemahnya solidaritas umat Islam di era modern tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan internal yang belum terselesaikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Imam Wicaksono, Lc., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, dalam kajian Mimbar Subuh di Masjid Kampus UGM, Jumat (6/3). Dalam ceramah bertajuk “Praktik Nilai Spiritual Sosial dalam Tafsir Keislaman pada Era Modern”, Imam mengajak umat Islam untuk melakukan refleksi kritis terhadap kondisi umat saat ini sebagai langkah awal menuju perbaikan.
Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Dr. (H.C.) Drs. Muhammad Jusuf Kalla, menghadiri Ramadan Public Lecture (RPL) sebagai pembicara pada Kamis (5/3) di Masjid Kampus UGM. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar” di hadapan jemaah salat Isya dan Tarawih.
Khotbah Jumat (27/2) di Masjid Kampus UGM disampaikan oleh Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum., Ketua Takmir Periode 2020–2024 sekaligus Penasihat Takmir Masjid Kampus UGM. Dalam khotbahnya, beliau mengangkat tema “Kebijaksanaan Hidup dalam Perspektif Islam”, sebuah refleksi mendalam tentang makna hikmah dan urgensinya dalam kehidupan seorang muslim, terlebih di bulan Ramadan.
Mengawali khotbahnya, Rizal mengajak jemaah untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa sebagai bekal menuju kehidupan abadi. Ia menegaskan bahwa hidup di dunia kian singkat, sementara pertanggungjawaban di hadapan Allah bersifat kekal.
Isu Palestina kembali menjadi pengingat penting bagi umat Islam tentang posisi hati dan kualitas keimanan. Dalam khotbah Jumat bertajuk “Ketika Palestina Masih Mengetuk: Bagaimanakah Ketetapan Hati Seorang Mukmin?”, Dosen Departemen Hukum Internasional FH UGM, Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M., Ph.D. mengajak jemaah merefleksikan persoalan Palestina bukan sekadar isu geopolitik, melainkan batu uji keteguhan hati seorang mukmin.
Di awal khotbahnya, Fajri mengangkat kisah sejarah Perang Surabaya 1945. Ia menyinggung bagaimana media Barat kala itu melabeli para pejuang Indonesia sebagai “muslim fanatics” dan menyebut tokoh perjuangan sebagai “terrorist leader”.
“Sejarah itu sering berulang, meskipun tidak dengan cara yang sama persis,” ujarnya.
Pada khutbah Jumat yang dibawakan oleh Muhammad Najib Azca pada penghujung bulan Oktober 2025, secara khusus membicarakan topik yang sangat penting dan relevan dengan situasi hari-hari ini, yakni mengenai pembelaan umat Muslim terhadap saudara-saudaranya di bumi Palestina.
Najib Azca mengingatkan kembali para jamaah salat Jumat mengenai situasi di Palestina sampai detik ini masih mengalami nasib yang sangat buruk dan memprihatinkan. Oleh karena itu, umat Muslim harus melakukan upaya untuk memberikan pembelaan dan dukungan kepada saudara seagama yang sedang mengalami nasib tidak baik.
Takwa, istilah sentral dalam islam yang sering kali disederhanakan maknanya. Namun dalam pemaparan khutbah oleh Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU. pada Jumat (17/10), takwa dibedah sebagai perpaduan dari tiga komponen dasar agama islam, yakni iman, islam, dan ihsan. Menurutnya, takwa tidak hanya dimaknai sebagai rasa takut semata, melainkan perpaduan utuh dari tiga dimensi ajaran islam, yakni iman, islam, dan ihsan.