Prof. Dr. Ir. Sugeng Sapto Surjono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengawali Khutbah Jumat (13/12) dengan bertolak pada hakikat bahwa setiap manusia akan pasti akam menghadapi ujian. “Minggu-minggu ini kita di UGM sedang menjalani UAS, sebuah keniscayaan bagi mahasiswa. Perlu diketahui bahwa di luar sana banyak di antara kita yang juga sedang menjalani ujian” jelasnya.
Tulisan dan Khotbah
Masjid Kampus UGM menghadirkan Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc. (Pengasuh Pondok Pesantren Darush Shalihin) sebagai khatib Jumat kali ini (5/12) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Tema yang diusung adalah “Allah Maha Bijaksana”, membahas Islam sebagai agama yang adil.
Dalam khutbah Jumat (28/11) di Masjid Kampus UGM, Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, S.Si., M.Si., menyampaikan peringatan keras mengenai kondisi manusia modern. Di tengah kemajuan yang serba cepat, masyarakat semakin mudah meraih kesuksesan lahiriah, namun ironi besarnya: jiwa manusia justru semakin rapuh, kehilangan ketenangan, dan kehilangan makna hidup.
Pada Jumat (21/11), Aldy Pradhana, S.Si., M.Phil., dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Darussalam Gontor, menyampaikan khutbah dengan tema “Islam dan Agenda Pembebasan Manusia.” Dalam khutbahnya, Aldy menekankan bahwa perjuangan memerdekakan manusia belum selesai. Meskipun bangsa telah lama merdeka secara formal, umat Muslim masih menghadapi bentuk-bentuk penjajahan baru yang bekerja lebih halus di era modern.
Dr. Rudy Wiratama, S.I.P., M.A., dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa FIB UGM menjadi khatib pada Jumat (14/5). Dengan tema “Berkaca dari Pemikir Muslim Jawa Terdahulu: Dialektika Ilmu dan Adab dalam Timbangan”, menghadirkan kembali hubungan mendalam antara Islam, kejawaan, ilmu, dan adab. Empat pilar yang menurutnya sedang mengalami “kepanglingan” akut dalam masyarakat modern.
Umat Islam didorong untuk kembali menjadi pelopor dan pemimpin dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan memaknai kembali perintah wahyu pertama Al-Quran. Seruan ini disampaikan oleh Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D. dalam khotbah Jumat (7/11) di Masjid Kampus UGM.
Pada khutbah Jumat yang dibawakan oleh Muhammad Najib Azca pada penghujung bulan Oktober 2025, secara khusus membicarakan topik yang sangat penting dan relevan dengan situasi hari-hari ini, yakni mengenai pembelaan umat Muslim terhadap saudara-saudaranya di bumi Palestina.
Najib Azca mengingatkan kembali para jamaah salat Jumat mengenai situasi di Palestina sampai detik ini masih mengalami nasib yang sangat buruk dan memprihatinkan. Oleh karena itu, umat Muslim harus melakukan upaya untuk memberikan pembelaan dan dukungan kepada saudara seagama yang sedang mengalami nasib tidak baik.
Dalam khutbahnya, Ghifari mengajak jamaah terutama para generasi muda untuk memandang aktivitas bepergian dan berwisata bukan sekadar ajang healing atau pelarian dari rutinitas, melainkan sebagai bentuk perjalanan spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah. “Safar adalah kesempatan untuk mentadaburi ciptaan Allah, bukan melupakan-Nya,” ujarnya di tengah khutbah yang disampaikan dengan nada lembut namun penuh penekanan.
Takwa, istilah sentral dalam islam yang sering kali disederhanakan maknanya. Namun dalam pemaparan khutbah oleh Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU. pada Jumat (17/10), takwa dibedah sebagai perpaduan dari tiga komponen dasar agama islam, yakni iman, islam, dan ihsan. Menurutnya, takwa tidak hanya dimaknai sebagai rasa takut semata, melainkan perpaduan utuh dari tiga dimensi ajaran islam, yakni iman, islam, dan ihsan.
Pada Khutbah Jumat yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2025 di ruang utama Masjid Kampus UGM, Ir. Ashar Saputra berbicara terkait keseimbangan antara kemajuan dan kesejahteraan dalam pembangunan. Dalam khutbahnya, Ashar mengajak jamaah merenungkan pelajaran dari Surah Al-Baqarah ayat 30, yang berisi dialog antara Allah SWT dan para malaikat tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi.