• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Sakinah Academy
  • Zaitun Rasmin Tegaskan Qawwamah sebagai Seni Menjadi Pemimpin yang Dicintai dalam Keluarga

Zaitun Rasmin Tegaskan Qawwamah sebagai Seni Menjadi Pemimpin yang Dicintai dalam Keluarga

  • Sakinah Academy
  • 11 November 2025, 11.36
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Pada Ahad malam, 17 November 2024, Masjid Kampus UGM menyelenggarakan kegiatan Sakinah Public Lecture seri perdana dengan tema “Pemimpin yang Dicintai dan Qawwamah bagi Keluarga.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting serta disiarkan secara langsung melalui YouTube Live di kanal resmi Masjid Kampus UGM.

Bayangkan sebuah rumah di mana kehangatan tak hanya berasal dari dindingnya, tapi dari jiwa-jiwa yang saling mencintai di dalamnya. Di sana, seorang ayah bukan sekadar pencari nafkah, tetapi pemimpin yang dicintai yaitu sbagai pelindung, pengayom, dan guru kehidupan bagi keluarganya. Inilah potret rumah tangga ideal yang diperbincangkan dalam Sakinah Public Lecture di Masjid Kampus UGM, bersama Dr. Muhammad Zaitun Rasmin. Tema yang diangkat, “Pemimpin yang Dicintai dan Qawwamah bagi Keluarga”, bukan sekadar pembahasan tentang peran laki-laki sebagai kepala rumah tangga, melainkan refleksi mendalam tentang seni memimpin dengan cinta.

Baca juga: Masjid Kampus UGM Gelar Seminar Internasional Bahas Masa Depan Islam sebagai Paradigma Ilmu dan Peradaban

Kepemimpinan dalam keluarga, kata Ustaz Zaitun, bukanlah soal kuasa, tapi amanah. Seorang suami disebut qawwam, pemimpin yang bertanggung jawab melindungi dan memelihara keluarganya, bukan menguasai. Ia bukan raja yang menuntut, melainkan gembala yang menjaga. Dalam satu kalimat yang penuh makna, beliau menegaskan: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” Kalimat ini menggema seperti dentuman lembut di dada para ayah muda bahwa cinta dan tanggung jawab adalah dua sisi dari mata uang yang sama.

Menjadi pemimpin yang dicintai tak datang secara otomatis. Ia lahir dari perhatian kecil yang tulus, dari senyum yang menghapus lelah istri, dari pelukan hangat yang menenangkan hati anak. Pemimpin yang baik bukan yang ditakuti, tetapi yang dirindukan. Ia mampu menegur tanpa melukai, memimpin tanpa mendominasi, dan mendidik tanpa merendahkan. Dalam rumah yang seperti ini, setiap percakapan menjadi doa, setiap perbedaan menjadi pelajaran, dan setiap masalah menjadi jalan menuju kedewasaan.
Namun, di balik ketenangan itu, ada perjuangan besar yang kadang tak terlihat. Seorang suami yang bekerja keras, menahan ego, menata emosi, dan tetap menjaga kelembutan. Dialah qawwam sejati. Islam tidak menuntut kesempurnaan, tetapi mengajarkan keseimbangan: antara kekuatan dan kasih sayang, antara tanggung jawab dan kelembutan hati. Karena sesungguhnya, rumah yang kokoh bukan dibangun dari beton dan bata, melainkan dari cinta dan kesabaran.

Dan di situlah, seperti pesan penutup Ustaz Zaitun, keluarga menjadi tiga hal sekaligus: ma’wah (tempat berlindung), madrasah (tempat belajar), dan markas dakwah (tempat menebar kebaikan). Tiga pondasi inilah yang menjadikan rumah tangga bukan sekadar tempat tinggal, tapi sekolah kehidupan. Di sanalah cinta diuji, iman tumbuh, dan peradaban dimulai dari seorang pemimpin yang dicintai, di tengah keluarga yang sakinah. (Alkansa Fauziyyah)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Wakil Ketua Takmir Maskam UGM Sebut Konsistensi Ibadah Jadi Ujian Terberat Pasca-Ramadan
  • Khotbah Idulfitri, Ahmad Syauqi: Ketakwaan Harus Terasa dalam Kehidupan Sosial
  • Dirmawa UGM Tegaskan Negara Tak Boleh Abai terhadap Kemiskinan Struktural
  • CEO Haltech Indonesia: Masjid Tak Hanya Tempat Ibadah, Harus Jadi Episentrum Teknologi
  • Dekan Fakultas Teknik UGM Ungkap Lima Lapisan Teknologi yang Harus Dikuasai Indonesia
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY