Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D., memaparkan analisis tajam mengenai jurang ketimpangan ekonomi dan dampaknya terhadap stabilitas sosial-politik di Indonesia.
Dalam presentasinya dalam acara Maskam Public Lecture yang berjudul “Dari Pati ke Republik: Dialektika Harapan dan Keputusasaan Sipil”, Media Askar menyoroti lonjakan kekayaan kelompok ultra-kaya yang meningkat drastis dalam enam tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa pada 2025, lebih dari 60 persen total kekayaan nasional terkonsentrasi pada sektor ekstraktif. Sementara itu, beban pajak justru lebih banyak dipikul oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca juga: Okky Madasari: Peristiwa Pati Jadi Simbol Solidaritas Publik Melawan Penindasan
Tak hanya soal oligarki ekonomi, Media Askar juga menyinggung meningkatnya kekayaan pejabat publik. Berdasarkan laporan LHKPN, median kekayaan menteri kabinet saat ini mencapai lebih dari 600 kali lipat median kekayaan penduduk Indonesia. Menurutnya, kondisi ini memunculkan paradoks: negara yang seharusnya menjadi pelindung justru dapat memiskinkan rakyatnya jika kebijakan hanya diarahkan pada kepentingan politik jangka pendek.
Selain ketimpangan ekonomi, perhatian juga diarahkan pada alokasi anggaran negara. Anggaran untuk pertahanan dan keamanan melonjak signifikan, sementara porsi perlindungan sosial menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir. “Jika pola ini berlanjut tanpa koreksi, masyarakat akan semakin merasa seperti ‘telur diapit batu’,” tegasnya.
Sebagai solusi, Media Askar menekankan pentingnya transparansi fiskal, khususnya keterbukaan pajak pejabat publik. Menurutnya, langkah ini dapat menjadi instrumen pencegah korupsi dan mendorong akuntabilitas. Ia juga mencontohkan praktik transparansi pajak di negara-negara Skandinavia yang sudah berjalan lebih dari satu abad.
Diskusi ini mendapat perhatian besar dari para pengamat politik serta pejabat negara yang hadir, termasuk Perwakilan Kementerian Dalam Negeri. Forum tersebut menegaskan kembali peran perguruan tinggi sebagai ruang kritis yang menghadirkan perspektif akademis sekaligus menggugah kesadaran publik terhadap pentingnya keadilan sosial dan politik. (Thareeq Arkan Falakh Editor: Indra Oktafian Hidayat )
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=gBdD73a5VqE[/embedyt]