• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Tulisan dan Khotbah
  • Ramadan Jadi Awal, Dosen SV UGM Tekankan Konsistensi

Ramadan Jadi Awal, Dosen SV UGM Tekankan Konsistensi

  • Tulisan dan Khotbah
  • 5 April 2026, 05.27
  • Oleh: Indra Oktafian Hidayat
  • 0

Pada Jumat (3/4), khotbah disampaikan oleh Dosen Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi UGM, Ghifari Yuristiadhi, S.S., M.A., M.M., C.H.E. yang mengangkat tema “Takwa yang Berkelanjutan”.

Dalam pembuka khotbahnya, ia mengingatkan bahwa takwa merupakan bekal utama manusia di hadapan Allah. Tidak ada yang mampu menyelamatkan manusia dari azab selain ketakwaan yang tertanam dalam diri.

Mengacu pada makna puasa dalam Alquran, ia menegaskan bahwa tujuan utama Ramadan adalah membentuk pribadi bertakwa. Namun, takwa tidak berhenti pada ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

“Ramadan ibarat madrasah,” ungkapnya, mengutip pandangan ulama kontemporer. Seluruh rangkaian ibadah selama bulan suci merupakan kurikulum yang bertujuan melahirkan insan bertakwa.

Empat Indikator Takwa dalam Kehidupan Kampus

Ghifari kemudian menguraikan empat indikator utama ketakwaan berdasarkan Alquran (Ali Imran: 133–136), yang relevan dalam kehidupan civitas akademika:

1. Gemar Berinfak dalam Segala Kondisi

Tak hanya dalam bentuk materi, infak juga berarti kontribusi nyata dalam tridharma perguruan tinggi. Dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan diajak bekerja dengan niat ibadah dan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi.

2. Mampu Menahan Amarah

Ramadan melatih kesabaran yang harus terus dijaga. Dalam konteks kampus, hal ini tercermin dalam hubungan harmonis antara dosen dan mahasiswa tanpa emosi berlebihan.

3. Mudah Memaafkan

Interaksi akademik tak lepas dari gesekan. Namun, pribadi bertakwa adalah yang membuka pintu maaf, meneladani sifat Allah Yang Maha Pengampun.

4. Segera Bertaubat Saat Berbuat Salah

Ia menyoroti berbagai tantangan moral di lingkungan kampus, mulai dari perundungan, plagiarisme, hingga penyalahgunaan teknologi seperti AI. Semua itu harus dihadapi dengan kesadaran etika dan kesiapan untuk kembali kepada Allah.

Takwa sebagai Proses, Bukan Status

Dalam penutupnya, Ghifari menegaskan bahwa kata “la’allakum tattaqun” menunjukkan bahwa takwa adalah proses panjang, bukan identitas sesaat. Oleh karena itu, semangat Ramadan harus terus hidup dalam keseharian, baik dalam belajar, bekerja, maupun saat tidak ada manusia yang melihat.

Ia mengingatkan, jika amalan tidak berlanjut setelah Ramadan, maka tujuan puasa belum sepenuhnya tercapai. Ramadan seharusnya menjadi titik tolak perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bertakwa. Khotbah ditutup dengan doa agar seluruh jamaah diberikan keistiqamahan dalam menjaga takwa serta dipertemukan kembali dengan Ramadan di masa mendatang.

Penulis: Indra Oktafian Hidayat

Tags: Kajian Jogja Kajian Kampus Jogja kajian ugm khotbah Ramadan

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Pakar Geopolitik UGM Menegaskan Keberpihakan pada Iran sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Kezaliman
  • Kepala PSPG UGM Kritik Implementasi MBG, Tekankan Realisme Anggaran
  • Salah Memaknai Cinta, Ini Dampaknya Menurut Sulaiman Rasyid
  • Ramadan Jadi Awal, Dosen SV UGM Tekankan Konsistensi
  • Wakil Ketua Takmir Maskam UGM Sebut Konsistensi Ibadah Jadi Ujian Terberat Pasca-Ramadan
Universitas Gadjah Mada
MASJID KAMPUS UGM
Jl. Tevesia 1, Bulaksumur
Caturtunggal, Depok, Sleman
DI Yogyakarta 55281
📧 masjidkampus@ugm.ac.id
🌐 masjidkampus.ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY