Mahasiswa sering mengeluh waktu terasa tidak pernah cukup untuk menyelesaikan tugas, organisasi, dan istirahat sekaligus. Padahal, menurut psikolog, akar masalahnya bukan semata kurangnya waktu, melainkan cara mengelolanya yang keliru sejak malam hari. Hal ini disampaikan Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A., dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, dalam Kajian Kamis Sore Masjid Kampus UGM bertajuk “Time Management sebagai Bentuk Self-Care Akademik” yang berlangsung Kamis (25/6) di Masjid Kampus UGM.
psikologi Islam
Cara seseorang memandang kehidupan ternyata dapat memengaruhi perilaku dan pada akhirnya membentuk realitas yang dialaminya. Namun dalam perspektif Islam, keyakinan manusia tetap harus ditempatkan dalam bingkai iman dan kehendak Allah. Hal tersebut disampaikan oleh dosen Fakultas Psikologi UGM, Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A., dalam Kajian SAMUDRA (Safari Ilmu Di Bulan Ramadan) di Masjid Kampus UGM pada Senin (16/3).
“Apapun yang kita lakukan harus berpegang teguh pada niat karena kunci kemenangan jiwa adalah memahami maksud hati agar kita dapat menentukan niat yang benar.”
Demikian salah satu penekanan yang disampaikan oleh Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, President of the International Association of Muslim Psychologist, dalam agenda Mimbar Subuh hari kelima Ramadan, Sabtu (22/2). Kajian bertajuk “Menjadi Muslim Tangguh Akhir Zaman dengan Menjaga Cahaya Iman” tersebut mengajak jamaah merefleksikan cara menjaga ketenangan jiwa di tengah berbagai kesulitan zaman.
Dengan bahasa yang ringan namun menyentuh, Bagus menekankan bahwa kekuatan seorang Muslim tidak hanya terletak pada capaian lahiriah, melainkan pada kejernihan hati dan kelurusan niat.