• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadan Public Lecture
  • Dosen FISIPOL UGM Soroti Potensi Pariwisata untuk Atasi Kemiskinan Multidimensional

Dosen FISIPOL UGM Soroti Potensi Pariwisata untuk Atasi Kemiskinan Multidimensional

  • Ramadan Public Lecture
  • 24 Maret 2025, 14.49
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Ph.D., menyampaikan kajian bertajuk “Strategi Pengentasan Kemiskinan dan Ketimpangan di Kawasan Timur Indonesia” dalam Ramadan Public Lecture (RPL) yang diselenggarakan pada Jumat, 21 Maret 2025. Dalam kajian ini, beliau memaparkan refleksi tentang ketimpangan dan kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia serta strategi yang dapat diupayakan untuk mengatasinya.

Hendrie memulai pembahasannya dengan mendefinisikan kesejahteraan sebagai kondisi di mana kebutuhan material, spiritual, dan sosial individu terpenuhi sehingga mereka dapat hidup layak dan mengembangkan diri. Beliau menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan dimensi finansial, tetapi juga mencakup aspek lain seperti kecemasan, kesehatan yang buruk, dan isolasi sosial.

“Oleh karena itu, apabila dicermati daftar 10 negara dengan penduduk berpenghasilan tinggi berbeda dengan daftar 10 negara yang diurutkan berdasarkan kesejahteraan atau kebahagiaan. Jadi, dalam hal ini punya uang tidak menjamin seseorang kaya dalam aspek yang lain,” jelas Hendrie.

Beliau menjelaskan tiga faktor utama yang mempengaruhi kemiskinan: faktor individu (atribut personal), faktor struktural (kondisi di luar individu), dan faktor transendental (takdir atau ketetapan Allah SWT). “Tiga area tadi menjadi sangat penting ketika kita ingin mencoba menemukan alternatif solusi atau merumuskan strategi,” ujarnya.

Hendrie juga menyoroti enam aset penentu kemampuan seseorang untuk keluar dari kemiskinan, yaitu aset manusia, sosial, sumber daya alam, fisik, finansial, dan budaya. Beliau menegaskan bahwa keenam aset ini sangat penting dalam melihat kondisi berbagai wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia. Meskipun kawasan ini kaya akan sumber daya alam, infrastruktur dan keterampilan penduduknya masih perlu ditingkatkan.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Hendrie adalah memanfaatkan sektor pariwisata sebagai instrumen penanggulangan kemiskinan. Beliau mengkritik pandangan yang hanya melihat pariwisata sebagai alat untuk mencari uang. “Padahal, berwisata juga merupakan persoalan melengkapi kemanusiaan,” tegasnya. Beliau juga menghubungkan secara konteksual antara pariwisata dengan narasi agama, seperti perintah hijrah dan iqra’.

“Dalam konteks itulah Indonesia Timur itu kaya sekali. Kalau kita bisa mendorong lebih banyak orang untuk berwisata dalam kerangka melengkapi kemanusiaan dan membaca konteks, maka sangat mungkin kehadiran kita di lokasi yang punya kekayaan alam itu mampu mendistribusikan dan meredistribusikan resources, misalnya dari barat ke timur, dan sebagainya,” pungkas Hendrie. (Aufa Kayla Azzahra/Editor: Ismail Abdulmaajid/Foto: Ramadhan Di Kampus UGM)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Ketua Senat Akademik Fakultas Kehutanan UGM Sebut Indonesia Mengalami Penghancuran Ekologi secara Sistematis
  • Dewan Pengarah PSE UGM Dorong Yogyakarta Menjadi Hydrogen Valley Nasional
  • Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba
  • Dekan Fakultas Biologi UGM: Alam Rusak karena Manusia Gagal Menjaga Amanah
  • Ketua Departemen Antropologi FIB UGM Kritik Penggunaan Istilah “Bencana Alam”
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY