• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadan Public Lecture
  • Dekan Fakultas Geografi UGM Soroti Peran Akal dan Hati Nurani dalam Menjaga Kelestarian Bumi

Dekan Fakultas Geografi UGM Soroti Peran Akal dan Hati Nurani dalam Menjaga Kelestarian Bumi

  • Ramadan Public Lecture
  • 18 Maret 2025, 07.59
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Dekan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyampaikan pentingnya keseimbangan alam dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi dalam Ramadan Public Lecture (RPL) bertema “Global Collaboration: Sustainable Planet for Sustainable Future”. Acara ini diselenggarakan di Masjid Kampus UGM pada Minggu, 16 Maret 2025.

Danang memulai pembahasannya dengan mengungkapkan bahwa Allah menciptakan bumi dengan sempurna dan penuh keseimbangan. “Allah menciptakan bumi ini dengan dilengkapi sebuah perisai berupa atmosfer, atmosfer yang melapisi dan melindungi bumi dari segala macam ancaman, salah satunya dari radiasi sinar ultraviolet,” jelasnya. Beliau juga menyoroti keistimewaan Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki keseimbangan antara siang dan malam, memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia.

Ramadan Public Lecture, Minggu (16/3), Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. sampaikan ceramah dengan tema Global Collaboration:
Sustainable Planet for Sustainable Future”.
Dok. Ramadhan Di Kampus UGM

Dalam paparannya, Danang menganalogikan perkembangan bumi dalam skala waktu 24 jam. Jika bumi diciptakan pada pukul 00.00, kehidupan monosel muncul sekitar pukul 03.00, sementara manusia modern (homo sapiens) baru muncul 0,19 detik sebelum tengah malam. “Manusia muncul pada detik-detik terakhir kehidupan bumi. Walaupun singkat, keberadaan manusia memiliki dampak yang luar biasa,” ujarnya.

Beliau menjelaskan bahwa sejak revolusi industri pertama hingga tahun 2025, suhu bumi telah meningkat sebesar 1–1,5 derajat celcius akibat emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan gas metana. Hal ini menyebabkan kehilangan keanekaragaman hayati secara signifikan. “Saat ini industrialisasi telah berkembang pesat, tentunya hal ini dapat memicu adanya perubahan iklim,” tambahnya.

Danang menekankan bahwa kerusakan lingkungan, seperti perubahan iklim dan pemanasan global, sebagian besar disebabkan oleh ketidakbertanggungjawaban manusia. Padahal, manusia diciptakan sebagai makhluk paling sempurna dan dipilih sebagai khalifah di muka bumi. “Manusia dianugerahi akal, hawa nafsu, dan hati nurani dalam kadar yang proporsional untuk mengelola bumi dengan bijaksana,” ujarnya.

Sebagai penutup, Danang mengajak semua pihak untuk mengambil langkah konkret dalam mengurangi emisi karbon, menjaga kelestarian hutan, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan. “Dengan memanfaatkan akal, mengendalikan hawa nafsu, dan mendengarkan hati nurani, kita dapat memulihkan kerusakan yang telah terjadi dan memastikan bumi tetap layak huni untuk generasi mendatang,” tutupnya. (Raizal Marandi/Editor: Ismail Abdulmaajid/Foto: Ramadhan Di Kampus UGM)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Ketua Senat Akademik Fakultas Kehutanan UGM Sebut Indonesia Mengalami Penghancuran Ekologi secara Sistematis
  • Dewan Pengarah PSE UGM Dorong Yogyakarta Menjadi Hydrogen Valley Nasional
  • Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba
  • Dekan Fakultas Biologi UGM: Alam Rusak karena Manusia Gagal Menjaga Amanah
  • Ketua Departemen Antropologi FIB UGM Kritik Penggunaan Istilah “Bencana Alam”
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY