• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Maskam Public Lecture
  • Wakil Ketua Umum ADAKSI: Kesejahteraan Dosen Diabaikan, Kampus Berubah Menjadi Pabrik Ijazah dan Riset Pesanan

Wakil Ketua Umum ADAKSI: Kesejahteraan Dosen Diabaikan, Kampus Berubah Menjadi Pabrik Ijazah dan Riset Pesanan

  • Maskam Public Lecture
  • 19 Oktober 2025, 08.00
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Wakil Ketua Umum Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI), Anggun Gunawan, M.A., hadir sebagai pembicara dalam Maskam Public Lecture bertema besar “Guru dalam Pusaran Politik Anggaran” yang digelar secara daring melalui Zoom pada Sabtu (18/10). Dalam pemaparannya bertajuk “Ilmu, Kuasa, dan Uang: Membaca Posisi Dosen dalam Politik Anggaran Pendidikan Tinggi”, Anggun menyoroti bagaimana arah kebijakan pendidikan nasional saat ini kian menjauh dari amanat konstitusi.

Menurut Anggun, semangat alokasi 20 persen anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan berbagai peraturan turunannya sering kali diselewengkan. Ia mencontohkan program-program non-esensial seperti “Makan Bergizi Gratis” yang dimasukkan dalam kategori pendidikan, serta penggunaan dana pendidikan untuk sekolah kedinasan yang dinilai tidak adil. “Ada manipulasi postur anggaran yang membuat pendidikan tampak mendapatkan 20 persen, padahal secara substansi jauh dari itu,” tegasnya.

Baca juga: R. Agus Sartono: Pemerintah Memiliki Tanggung Jawab untuk Menyejahterakan Guru!

Lebih lanjut, Anggun mengungkapkan bahwa krisis kesejahteraan dosen menjadi dampak nyata dari politik anggaran yang timpang. Banyak dosen ASN digaji di bawah UMR dan kehilangan motivasi akademik, sehingga muncul praktik-praktik pragmatis seperti joki skripsi atau makelar jurnal. “Ketika kesejahteraan diabaikan, nilai dan integritas keilmuan ikut tergerus,” ujarnya.

Menutup pemaparannya, Anggun menyampaikan empat rekomendasi dari ADAKSI, antara lain penegakan konstitusi anggaran pendidikan, reformasi kesejahteraan dosen, reorientasi kebijakan pendidikan tinggi ke arah keilmuan, serta pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Akademik. Ia menekankan bahwa kesejahteraan pendidik merupakan syarat mutlak agar pendidikan tinggi dapat kembali menjadi ruang produksi ilmu, bukan sekadar mesin administratif negara. (Aulia Mahdini)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM: Tanpa Petani dan Peternak, Stabilitas Nasional Bisa Kolaps dalam Dua Pekan
  • Ketua Senat Akademik Filsafat UGM Ungkap Tiga Akar Krisis Kemanusiaan
  • Guru Besar Teknik Nuklir FT UGM: Energi Nuklir Bisa Menyelamatkan Bumi atau Justru Mewariskan Masalah bagi Anak Cucu
  • Rangga Almahendra: Bisnis Keluarga Tidak Cukup dengan Passion
  • Dosen DTETI FT UGM Ingatkan Risiko Jika Ulama Tidak Terlibat dalam Menjawab Isu Kontemporer
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY