• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Tulisan dan Khotbah
  • Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM: Tanpa Petani dan Peternak, Stabilitas Nasional Bisa Kolaps dalam Dua Pekan

Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM: Tanpa Petani dan Peternak, Stabilitas Nasional Bisa Kolaps dalam Dua Pekan

  • Tulisan dan Khotbah
  • 25 Januari 2026, 09.39
  • Oleh: aldifirmansyah
  • 0

Pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor pertanian dan peternakan dipandang sebagai pilar vital bagi ketahanan nasional. Meski profesi petani dan peternak kerap dipandang sebelah mata, peran mereka sangatlah sentral. Hal ini terbukti secara nyata, tidak hanya melalui kontribusi strategis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga sebagai fondasi utama kedaulatan pangan bangsa. Refleksi ini menjadi titik awal pembahasan khutbah yang disampaikan oleh Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D, IPM. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fakultas Peternakan UGM) pada Jumat (23/1) di Masjid Kampus UGM. 

Yuny mengungkapkan bahwa kita sering memandang profesi ini sebelah mata dan hanya berfokus pada hasilnya tanpa sadar melihat jerih payahnya. “Kadang kita tidak mampu merenungkan betapa jerih payah petani dan peternak yang luar biasa. Kita tahunya hanya menyantap tetapi kita tidak pernah tahu bagaimana itu dikelola dengan baik agar kemudian menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa ini,” ujarnya (23/1).

Beliau mengajak jamaah untuk merefleksikan betapa krusialnya peran petani dan peternak bagi stabilitas nasional. Yuny menekankan bahwa jika produksi berhenti meski hanya dua pekan, dampaknya akan sangat fatal. “Seandainya saja petani dan peternak kita itu berhenti berusaha selama 2 pekan saja, negara akan terjadi inflasi yang luar biasa. Akan terjadi perebutan makanan yang luar biasa, dan akhirnya boleh jadi negara akan kolaps karena kondisi ekonomi yang amburadul,” ungkapnya.

Baca juga: Wakil Dekan Fakultas Peternakan UGM: Tanpa Petani dan Peternak, Stabilitas Nasional Bisa Kolaps dalam Dua Pekan

Yuny mendorong untuk optimalisasi fungsi masjid dalam mendukung dua profesi tersebut. Menurutnya, masjid tidak hanya memiliki fungsi untuk ibadah dan tarbiah (pendidikan, pembinaan ibadah harian, pengajian, pembinaan membaca Alquran), tetapi juga harus menjalankan fungsi iktisadiah demi penguatan ekonomi umat. 

Yuny kemudian memberikan skema konkret mengenai kolaborasi antara masjid dan peternak. Beliau memberikan ilustrasi jika satu masjid di perkotaan dapat menjalin kemitraan dengan lima keluarga peternak di desa melalui sistem pemeliharaan yang terencana dan berkualitas. “Dengan model ini, masjid akan mendapatkan keuntungan harga karena memangkas rantai distribusi yang panjang, sementara masyarakat peternak memperoleh margin keuntungan yang lebih layak. Jadi, sebenarnya banyak langkah kecil namun luar biasa yang bisa kita lakukan bersama,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa profesi petani dan peternak memiliki akar historis yang mulia. Bertolak pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Beliau mengingatkan bahwa setiap nabi yang diutus oleh Allah Swt. memiliki pengalaman sebagai penggembala. “Bahkan, Rasulullah SAW pun juga dahulu menggembala kambing milik penduduk Makkah,“ bebernya. 

Menutup khutbahnya, Yuny menekankan kepada generasi muda bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan sarana pendidikan untuk membangun karakter mulia. “Bertani dan beternak bukan sekadar urusan teknis, melainkan sekolah karakter yang mendidik kita menjadi entrepreneur sesungguhnya,” pungkasnya.

Penulis: Aldi Firmansyah

Editor: Indra Oktafian Hidayat

Tags: Ekonomi Islam Pemberdayaan Petani Peternak

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Dekan Sekolah Pascasarjana UGM: Pembangunan Berkelanjutan Bukan Sekadar Agenda Global
  • Shofwan Al Banna Soroti Arus Balik Tatanan Kolonial dalam Peta Geopolitik Dunia
  • Dosen Perbankan Syariah UAD Ingatkan Harta Bisa Menjerumuskan Manusia
  • Zainal Arifin Mochtar: Pemerintah Gagal Menjadikan Moral sebagai Fondasi Hukum
  • Wakil Rektor UMY Kritik Klaim Kebenaran Sepihak dan Budaya Saling Menyalahkan
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY