Pada khutbah Jumat, 3 Oktober 2025, Dr. Okrisal Eka Putra, Lc., M.Ag. membawakan tema “Sunnah-Sunnah Nabi dalam Politik dan Kekuasaan”. Pesan-pesan yang disampaikan menggugah kesadaran bahwa sunnah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya sebatas persoalan ibadah ritual, tetapi juga mencakup tata kelola kekuasaan, kepemimpinan, dan pelayanan kepada umat.
Khatib menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna, bukan hanya dalam urusan pribadi seperti cara makan, minum, dan tidur, tetapi juga dalam membangun tatanan masyarakat Madinah. Rasulullah memimpin selama sepuluh tahun, sebuah periode yang menurut beliau menjadi batas ideal seorang pemimpin agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan kekuasaan.
Selain itu, Rasulullah ﷺ tidak pernah mengorbitkan keluarga dalam panggung politik. Beliau menolak nepotisme dan menyerahkan urusan kepemimpinan kepada musyawarah umat. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi bangsa mana pun yang ingin membangun sistem politik yang adil dan sehat. Khatib juga mengingatkan tentang kesederhanaan Rasulullah. Meski memiliki harta dari ghanimah, beliau memilih hidup sederhana, bahkan pernah berhari-hari tanpa asap di dapur rumahnya. Kesederhanaan ini bukanlah tanda kekurangan, melainkan bentuk pengendalian diri dan teladan moral bagi para pemimpin.
Khutbah ditutup dengan penekanan bahwa pemimpin sejati adalah pelayan rakyat, sebagaimana teladan Umar bin Khattab ra. yang rela turun langsung melihat kondisi masyarakatnya. Spirit kepemimpinan Islam adalah melayani, bukan dilayani.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=CLbg1MRL_1k[/embedyt]