• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Tulisan dan Khotbah
  • Okrisal Eka Putra: Ini Empat Sunnah Nabi dalam Politik dan Kekuasaan

Okrisal Eka Putra: Ini Empat Sunnah Nabi dalam Politik dan Kekuasaan

  • Tulisan dan Khotbah
  • 5 Oktober 2025, 12.00
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Pada khutbah Jumat, 3 Oktober 2025, Dr. Okrisal Eka Putra, Lc., M.Ag. membawakan tema “Sunnah-Sunnah Nabi dalam Politik dan Kekuasaan”. Pesan-pesan yang disampaikan menggugah kesadaran bahwa sunnah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya sebatas persoalan ibadah ritual, tetapi juga mencakup tata kelola kekuasaan, kepemimpinan, dan pelayanan kepada umat.

Khatib menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna, bukan hanya dalam urusan pribadi seperti cara makan, minum, dan tidur, tetapi juga dalam membangun tatanan masyarakat Madinah. Rasulullah memimpin selama sepuluh tahun, sebuah periode yang menurut beliau menjadi batas ideal seorang pemimpin agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan kekuasaan.

Selain itu, Rasulullah ﷺ tidak pernah mengorbitkan keluarga dalam panggung politik. Beliau menolak nepotisme dan menyerahkan urusan kepemimpinan kepada musyawarah umat. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi bangsa mana pun yang ingin membangun sistem politik yang adil dan sehat. Khatib juga mengingatkan tentang kesederhanaan Rasulullah. Meski memiliki harta dari ghanimah, beliau memilih hidup sederhana, bahkan pernah berhari-hari tanpa asap di dapur rumahnya. Kesederhanaan ini bukanlah tanda kekurangan, melainkan bentuk pengendalian diri dan teladan moral bagi para pemimpin.

Khutbah ditutup dengan penekanan bahwa pemimpin sejati adalah pelayan rakyat, sebagaimana teladan Umar bin Khattab ra. yang rela turun langsung melihat kondisi masyarakatnya. Spirit kepemimpinan Islam adalah melayani, bukan dilayani.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=CLbg1MRL_1k[/embedyt]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Khotbah Idulfitri, Ahmad Syauqi: Ketakwaan Harus Terasa dalam Kehidupan Sosial
  • Dirmawa UGM Tegaskan Negara Tak Boleh Abai terhadap Kemiskinan Struktural
  • CEO Haltech Indonesia: Masjid Tak Hanya Tempat Ibadah, Harus Jadi Episentrum Teknologi
  • Dekan Fakultas Teknik UGM Ungkap Lima Lapisan Teknologi yang Harus Dikuasai Indonesia
  • Dosen Psikologi UGM: Cara Pandang Manusia Dapat Membentuk Realitas, Tapi Tetap di Bawah Kehendak Allah
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY