Masjid Kampus UGM menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1447 H pada Ahad (21/9) di Ruang Utama Masjid Kampus UGM. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mengusung tema “Adab sebagai Pilar Peradaban: Meneladani Rasulullah dalam Pendidikan Karakter Umat Islam.” Tema ini dipilih sebagai respons atas kondisi zaman modern, di mana ilmu kerap direduksi menjadi sekadar instrumen pragmatis tanpa diiringi orientasi adab yang kuat.
Acara ini menghadirkan dua tokoh nasional yang dikenal memiliki perhatian pada isu keislaman dan kebangsaan, yaitu Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P. dan Muhammad Najib Azca, S.Sos., M.A., Ph.D. Diskusi dipandu oleh Ir. Muhammad Agung Bramantya, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Wakil Ketua Takmir Masjid Kampus UGM. Dengan format talkshow, kedua narasumber mengajak jamaah untuk melihat kembali bagaimana adab menjadi fondasi utama ilmu dan peradaban, sebagaimana diteladankan Rasulullah ﷺ.
Dalam penyampaiannya, Mahfud MD menekankan bahwa ilmu yang dilepaskan dari adab dapat menimbulkan disorientasi dan bahkan penyalahgunaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, Najib Azca menyoroti bagaimana kampus sebagai ruang ilmiah seharusnya tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, beradab, dan memiliki kepekaan sosial.
Para narasumber sepakat bahwa modernitas membawa tantangan berupa krisis makna dan krisis adab. Di tengah derasnya arus globalisasi, umat Islam dituntut untuk kembali kepada teladan Rasulullah ﷺ, yang menempatkan adab sebagai inti dari peradaban Islam. Pesan ini menjadi sangat relevan, khususnya bagi mahasiswa dan sivitas akademika, agar tidak melupakan nilai-nilai moral dan spiritual dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Baca juga: Teladani Rasulullah, Mahfud MD dan Najib Azca Soroti Pentingnya Karakter Pemimpin
Selain sesi talkshow, peringatan ini juga menghadirkan suasana meriah sekaligus khidmat melalui penampilan Manunggaling Rebana UGM. Lantunan musik islami tersebut menambah semarak acara, sekaligus menghidupkan atmosfer kebersamaan di dalam masjid. Tidak hanya itu, kehadiran Angkringan Pak Suwarno di segi delapan sayap selatan Maskam UGM memberikan sentuhan khas Yogyakarta yang sederhana namun penuh makna, menjadikan kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi yang hangat dan merakyat.
Kehadiran ratusan jamaah dari kalangan mahasiswa, dosen, alumni, hingga masyarakat umum menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peringatan Maulid Nabi di Maskam UGM. Bagi banyak peserta, acara ini tidak sekadar peringatan ritual, tetapi juga ruang refleksi untuk menemukan kembali relevansi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi 1447 H di Maskam UGM diharapkan mampu menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali posisi adab dalam pendidikan, ilmu, budaya, dan kehidupan sosial. Lebih dari sekadar seremonial tahunan, kegiatan ini merupakan pengingat bersama bahwa adab adalah pilar yang akan menjaga arah perkembangan ilmu dan peradaban. Dengan meneladani Rasulullah ﷺ, umat Islam diyakini dapat menghadapi tantangan zaman sekaligus membangun peradaban yang berkeadilan, beradab, dan penuh keberkahan. (Aulia Mahdini)
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=dqgnfEV2I4M[/embedyt]