• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Tulisan dan Khotbah
  • Arqom Kuswanjono Soroti Makna Muhasabah Spiritual dan Sosial

Arqom Kuswanjono Soroti Makna Muhasabah Spiritual dan Sosial

  • Tulisan dan Khotbah
  • 29 Desember 2025, 19.50
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Pergantian tahun hendaknya dimaknai sebagai momentum muhasabah dan refleksi diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Hal ini disampaikan Dr. Arqom Kuswanjono, M.Hum. dalam khutbah Jumat di Masjid Kampus UGM (26/12).

Dalam khutbahnya, Dr. Arqom menjelaskan bahwa pergantian hari, bulan, dan tahun secara lahiriah tampak sama, namun memiliki makna berbeda ketika dimaknai secara eksistensial. Tahun yang berlalu dapat menjadi ruang evaluasi atas apa yang telah dilakukan serta pijakan untuk memperbaiki diri di masa mendatang.“Secara fenomenal hari dan tahun tampak sama, tetapi secara eksistensial setiap waktu menyimpan makna yang bisa kita refleksikan,” ujar Arqom.

Mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18, ia menegaskan bahwa masa depan tidak terlepas dari amal yang dilakukan pada masa kini. Karena itu, muhasabah menjadi sarana penting untuk menjaga kualitas iman yang bersifat dinamis dan terus ditingkatkan.

Baca selengkapnya: Wakil Ketua Takmir Masjid Kampus UGM: Iman Menjadi Penjaga dari Rasa Sedih dan Takut

Selain kesalehan individu, khutbah tersebut juga menekankan pentingnya kesalehan sosial sebagai wujud nyata dari spiritualitas Islam. Menurutnya, Islam harus hadir dalam bentuk kepedulian, empati, dan kemanfaatan bagi masyarakat.“Islam harus hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. Di mana pun ada orang Islam, kehadirannya seharusnya membawa rasa aman dan ketenteraman,” tegasnya.

Menutup khutbah, Arqom mengajak jemaah Masjid Kampus UGM menjadikan akhir tahun sebagai bahan evaluasi diri dan menyongsong tahun baru dengan komitmen memperkuat spiritualitas serta kepedulian sosial.

Post Views: 15

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Yudi Latif Bongkar Miskonsepsi tentang Hubungan Pancasila dan Islam
  • Ribuan Teman di Media Sosial, Mengapa Kesepian Tetap Menghantui Generasi Muda? Ini Penjelasan Dosen FISIPOL UGM
  • Bukan Sekadar Gelar, Wakil Rektor UGM Ingatkan Amanah Besar Orang yang Berilmu
  • Maskam UGM dan CRCS Gelar Diskusi Chaplaincy bersama Syamsi Ali
  • Penasihat Takmir Maskam UGM Soroti Relevansi Keteladanan Ibrahim bagi Dunia Akademik
Universitas Gadjah Mada

Masjid Kampus UGM

Jl. Tevesia Bulaksumur No.1, 55281 Depok DIY

masjidkampus@ugm.ac.id
0812-2540-0933
@masjidkampusugm

© Takmir Masjid Kampus UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY