• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadan Public Lecture
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khutbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Sakinah Academy
  • Dokter Residen RSUP Dr. Sardjito: Jangan Cuek, Peran Suami Menentukan Kesehatan Ibu dan Janin

Dokter Residen RSUP Dr. Sardjito: Jangan Cuek, Peran Suami Menentukan Kesehatan Ibu dan Janin

  • Sakinah Academy
  • 26 Agustus 2025, 10.15
  • Oleh: alkansafauziyyah2303
  • 0

Kehamilan bukan hanya urusan seorang ibu, melainkan perjalanan bersama yang menuntut keterlibatan penuh dari suami. Hal ini ditegaskan dalam Kajian Sakinah Academy dengan tema “Berbagi Peran dengan Pasangan dalam Menuju Kehamilan Sehat” pada Senin (25/8).

Kajian menghadirkan dokter residen RSUP Dr. Sardjito, dr. Noratul Hafdah dan dr. Yuriska, menggantikan dr. Edi Patmini Setya Siswanti, Sp.OG., sebagai pembicara. Keduanya menekankan bahwa dukungan suami bukan sekadar tambahan, melainkan kebutuhan nyata yang menentukan kesehatan fisik, mental, bahkan masa depan anak yang akan lahir.

Baca juga: Hempri Suyatna: Fenomena Kabur Aja Dulu Harus Dibaca Sebagai Kritik Sosial

Dukungan Sederhana, Dampak Besar

Pada awal pemaparannya, jemaah Masjid Kampus UGM sempat ditanya, “Bentuk dukungan apa yang paling diharapkan seorang istri saat hamil?”
Jawaban yang muncul beragam, namun mengerucut pada hal-hal sederhana yang sangat berarti, antara lain:

  • menemani istri kontrol kehamilan,

  • mendengarkan keluhan dan curhat,

  • memberi perhatian kecil yang membahagiakan,

  • membantu pekerjaan rumah,

  • memberikan semangat dan doa terbaik,

  • serta dukungan finansial secukupnya.

“Ibu hamil tidak butuh suami yang sempurna, tapi suami yang setia membersamai,” ujar salah satu pemateri.

Islam dan Peran Qawwam

Dari perspektif Islam, kehamilan disebut sebagai perjuangan berat seorang ibu yang wajib dihormati. Namun, Allah juga menugaskan suami sebagai qawwam (pelindung) bagi istri dan anak. Itu berarti suami bukan hanya pemimpin rumah tangga, tetapi juga pendamping jiwa yang wajib memberi perlindungan dan dukungan nyata.

Pemateri juga menyinggung ayat Al-Qur’an yang menganjurkan pemberian ASI hingga dua tahun (QS. Al-Baqarah: 233), yang selaras dengan rekomendasi medis modern tentang pentingnya ASI eksklusif.

Dari Kehamilan hingga Pasca Persalinan

Kajian membahas fase-fase penting yang dialami ibu hamil hingga pasca melahirkan, di antaranya:

  • Trimester pertama: mual, muntah, dan perubahan hormon,

  • Trimester kedua: nyeri punggung, risiko komplikasi,

  • Trimester ketiga: perut semakin besar, sulit tidur, beban fisik makin berat,

  • Pasca melahirkan: masa nifas, menyusui, kurang tidur, hingga risiko perdarahan.

Setiap fase membutuhkan pendampingan suami, agar ibu tetap kuat secara fisik maupun mental.

Persiapan Sejak Sebelum Menikah

Para dokter menekankan bahwa persiapan menuju kehamilan sehat tidak hanya dimulai ketika hamil, tetapi sejak sebelum menikah. Komunikasi pasangan, menjaga kesehatan fisik, hingga kesiapan mental adalah fondasi penting dalam membangun keluarga.

Bahkan, para nabi pun berdoa agar dikaruniai keturunan yang saleh, menandakan betapa besar nilai generasi penerus dalam Islam. Dengan begitu, berbagi peran dalam rumah tangga bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari ibadah dan visi peradaban.

Di akhir sesi, beliau  menekankan bahwa perjalanan kehamilan bukan hanya menanti kelahiran bayi, tetapi juga ujian cinta, kesabaran, dan tanggung jawab bersama. “Setiap perhatian kecil, setiap bantuan yang diberikan suami di masa hamil, melahirkan, dan mengasuh anak adalah ibadah. Itulah makna berbagi peran dalam rumah tangga,” tegas pemateri. ( Alkansa Fauziyyah / Editor: Indra Oktafian Hidayat / Foto: YouTube Masjid Kampus UGM)

Tags: hamil sakinah suami

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Ketua Senat Akademik Fakultas Kehutanan UGM Sebut Indonesia Mengalami Penghancuran Ekologi secara Sistematis
  • Dewan Pengarah PSE UGM Dorong Yogyakarta Menjadi Hydrogen Valley Nasional
  • Direktur RZIS UGM: Paradigma Wirausaha Islam Menjauhkan Keluarga dari Praktik Riba
  • Dekan Fakultas Biologi UGM: Alam Rusak karena Manusia Gagal Menjaga Amanah
  • Ketua Departemen Antropologi FIB UGM Kritik Penggunaan Istilah “Bencana Alam”
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY