• UGM.AC.ID
  • Jama’ah Shalahuddin UGM
  • Rumah ZIS UGM
  • Perpus Baitul Hikmah
  • KB-TK Maskam UGM
  • Mardliyyah UGM
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah Masjid Kampus UGM
    • Manajemen Masjid
  • Kegiatan dan Layanan
    • Kegiatan dan Layanan
    • Fasilitas dan Gerai
    • Akad Nikah
    • Formulir Peminjaman Fasilitas
    • Prosesi Kembali Ke Islam
  • Artikel
    • Beranda Artikel
    • Ibadah dan Kajian Islam
    • Diskusi Paradigma Profetik
    • Sakinah Academy
    • Maskam Public Lecture
    • Ramadhan Di Kampus UGM
    • Berita dan Informasi Lain
    • Tulisan dan Khotbah
  • Donasi
  • Kontak
  • Beranda
  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • Wasekjen PBNU Najib Azca: Perancangan Pembangunan, Upaya Mengkonsolidasi Perdamaian

Wasekjen PBNU Najib Azca: Perancangan Pembangunan, Upaya Mengkonsolidasi Perdamaian

  • Ramadhan Di Kampus UGM
  • 8 April 2024, 17.03
  • Oleh: Masjid Kampus UGM
  • 0

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muhammad Najib Azca, Ph.D., menyampaikan ceramah tarawih pada Ramadan Public Lecture 1445 H yang diselenggarakan di Masjid Kampus UGM, Kamis (4/4). Ceramahnya bertema “Harmoni Sosial dan Perdamaian sebagai Pilar Penting dalam Proses Pembangunan”.

Najib, yang juga merupakan dosen Departemen Sosiologi Fisipol UGM ini, menyebutkan situasi Indonesia mengenai perdamaian saat ini sudah agak berbeda. Jika menengok ketika fase Reformasi di sekitar tahun 1997-2002, Indonesia mendapati situasi yang sangat serius. Menurutnya, saat itu demokrasi yang dilakukan Indonesia diikuti dengan maraknya kekerasan kolektif hampir di seluruh penjuru Tanah Air.

Ia menyampaikan saat masa-masa tersebut, beberapa negara memprediksi Indonesia tidak akan bertahan karena tingginya tingkat kekerasan. Namun realitanya, Indonesia masih bertahan. Indonesia menjadi salah satu negara yang dijadikan studi kasus, bahwa sebuah negara yang multikultur dan majemuk berhasil meniti jalan terjal demokrasi, yang tidak semua bangsa berhasil melewati itu.

Najib mengatakan, Bapak Studi Perdamaian, Prof. Johan Galtung mendefinisikan perdamaian dengan dua makna. Definisi secara negatif ialah pembangunan yang ditandai oleh ketidakhadiran kekerasan.

Namun, menurutnya, definisi secara negatif saja itu tidak cukup. Ada pula definisi secara positif, yaitu pembangunan yang ditandai oleh kehadiran relasi-relasi yang harmonis dan kehadiran keadilan.

Najib mengajak masyarakat Indonesia, untuk merefleksikan realisasi wujudnya perdamaian. Menurutnya, dalam konteks global pun, masyarakat dunia masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk mewujudkan perdamaian abadi, berkaca dari konflik Palestina yang masih jauh dari kata selesai.

Menurutnya, berbicara perdamaian artinya juga berbicara mengenai tren pembangunan, yang menjadi penyebab adanya ketimpangan. Meskipun secara umum kesejahteraan meningkat, tapi angka ketimpangannya bisa tinggi. Najib menyebut, ancaman terjadi konflik kekerasan bisa muncul kapan saja, sehingga perlu dilakukan pembangunan yang praktis, konsultatif dan sensitif terhadap situasi pada tiap-tiap daerah.

Ia sampaikan, ikhtiar perancangan perubahan pembangunan sebagai satu upaya untuk mengkonsolidasi perdamaian ini sesungguhnya merupakan mandat dari ajaran Islam. Najib juga mengajak kepada masyarakat untuk mewujudkan perdamaian.

“Mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan kecil kita. Dari lingkup keluarga, kemudian naik ke lingkup komunitas dan seterusnya. Salah satunya, diadakannya Ramadan Publik Lecture malam ini, maka mari kita wujudkan Islam rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) itu,” ujarnya. (Amalia Nurin Al Fath/Rama S./Dok: Tim Media Masjid Kampus UGM)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Artikel Terbaru

  • Adian Husaini Ingatkan Bahaya Matinya Kepakaran bagi Masa Depan Peradaban
  • Gandeng UKM, RDK UGM Hadirkan Edukasi Kreatif bagi Santri Panti Asuhan di Gunungkidul
  • Ketua MUI DIY Sampaikan Tiga Cara Merawat Spiritualitas Masyarakat
  • Haris Azhar Kritik Program MBG yang Dinilai Tak Sentuh Akar Kemiskinan
  • Dekan Fakultas Filsafat UGM Ungkap Moral Menjadi Sesuatu yang Sering Terabaikan
Universitas Gadjah Mada

MASJID KAMPUS UGM

Jalan Tevesia 1 Bulaksumur, Caturtunggal, Depok,

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Email: masjidkampus[@]ugm.ac.id

© Takmir Masjid Kampus UGM - Badan Pengelola Masjid UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY